BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Slider

pemerintahan

Second Slider

pemerintahan

BERITA BARU

pemerintahan/block-5

BERITA PILIHAN

pemerintahan/block-3

NEW UPDATE

pemerintahan/block-3

Latest Articles

Wagub Dimyati: Jadikan Isra Mikraj Momentum Perkuat Keimanan dan Persatuan

Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, Pada Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Yang Digelar Di Masjid Raya Al Bantani, Mengajak Seluruh Masyarakat Untuk Mengimplementasikan Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Peringatan Isra Mikraj.


Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah, mengimbau agar peringatan Isra Mikraj dijadikan momentum memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperkokoh persatuan antar umat.  Hal itu dikatakan Wagub Dimyati saat menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Raya Al Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Kamis (15/1/2026).


​Dalam sambutannya, Achmad Dimyati menyampaikan bahwa momentum Isra Mikraj merupakan sarana penting untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, peringatan ini juga menjadi wadah untuk memperkokoh persatuan umat sebagai fondasi dalam membangun Provinsi Banten yang lebih maju dan sejahtera.


​"Peringatan Isra Mikraj menjadi pengingat bagi kita semua untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW," ungkap Dimyati.


​Lebih lanjut, Dimyati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra Mikraj sebagai semangat (spirit) dalam menjalani kehidupan sehari-hari.


​Pada kesempatan tersebut, Dimyati juga memberikan pesan khusus kepada masyarakat Provinsi Banten, khususnya umat muslim, agar senantiasa menjaga ibadah salat.


​"Saya berpesan, jangan tinggalkan salat dan jadikan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah," pungkasnya.


​Peringatan Isra Mikraj di Masjid Raya Al Bantani ini dihadiri oleh para pegawai di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, masyarakat sekitar KP3B, alim ulama, serta para santri dari wilayah Kota Serang dan sekitarnya.


​Rangkaian kegiatan diisi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. K.H. Wawan Wahyudin. Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan Provinsi Banten.


(Adv).

Perkuat Kerukunan dan Pembinaan Umat, Gubernur Andra Soni Terima Audiensi PHDI dan LPDG Banten

Gubernur Banten Andra Soni, Berdiskusi Dengan Audensi Dari Pengurus Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG), Dan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Banten.


Gubernur Banten Andra Soni, menerima audiensi Pengurus Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) dan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Banten. Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen KH Syam’un Nomor 5, Kota Serang, pada Selasa (13/1/2026).


​Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Gubernur Andra Soni menyambut baik silaturahmi yang dilakukan oleh para tokoh umat Hindu di Provinsi Banten. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam membina umat.


​“Alhamdulillah, hari ini saya menerima kunjungan silaturahmi dari saudara-saudara kita yang mewakili umat Hindu di Provinsi Banten, yakni Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Provinsi Banten,” ungkap Gubernur Andra Soni.


​Gubernur menjelaskan bahwa LPDG memiliki peran strategis sebagai lembaga yang mengkaji kitab suci Weda. Ia menilai, kegiatan rutin yang dilaksanakan LPDG, baik di tingkat provinsi maupun nasional, perlu mendapatkan dukungan melalui koordinasi dan kolaborasi yang baik.


​“Tadi disampaikan mengenai program tahunan yang diselenggarakan LPDG, salah satunya adalah Utsawa Dharma Gita (UDG). Kita akan terus berkoordinasi, karena kolaborasi dan koordinasi itu penting untuk kesuksesan pembinaan umat,” tambahnya.


​Pada kesempatan yang sama, Ketua PHDI Provinsi Banten, Ida Bagus Alit Wiratmaja, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Banten, khususnya terkait pembangunan infrastruktur. Ia secara khusus menyoroti dampak positif dari program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).


​“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Andra Soni. Program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra ini sangat bermanfaat dan dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat luas,” ujar Ida Bagus.


​Sementara itu, Ketua LPDG Provinsi Banten, Gusti Made Subanie, menjelaskan bahwa kunjungan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan jajaran pengurus baru. Ia melaporkan capaian prestasi LPDG Provinsi Banten yang berhasil menembus peringkat 10 besar pada pelaksanaan UDG tingkat nasional sebelumnya.


​“Capaian tersebut mengantarkan LPDG Provinsi Banten untuk bertanding pada kelompok utama. Kami juga menyampaikan rencana program kerja tahun 2026 dan 2027,” jelasnya.


​Gusti Made Subanie memaparkan, pada tahun 2026 pihaknya akan menyelenggarakan UDG tingkat Provinsi Banten sebagai ajang seleksi dan pembinaan. Selanjutnya, pada tahun 2027, kontingen Banten akan berpartisipasi dalam UDG tingkat nasional yang rencananya diselenggarakan di Kota Palu, Sulawesi Tengah.


(Adv).

Gubernur Banten Andra Soni Antar Kepergian Tokoh Pendiri Banten H. Tryana Sjam'un Ke Peristirahatan Terakhir

Gubernur Banten Andra Soni, Menghadiri Prosesi Pemakaman Tokoh Pendiri Banten H. Tryana Sjam'un, Di Pemakaman Keluarga Puri Salaknagara, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Senin, (12/01/2026).


Gubernur Banten Andra Soni, memberikan penghormatan terakhir kepada tokoh pendiri Provinsi Banten, Haji Tubagus Tryana Sjam’un. Gubernur menghadiri langsung prosesi pemakaman yang dilaksanakan di pemakaman keluarga Puri Salakanagara, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (12/1/2026).


Kehadiran Gubernur Andra Soni merupakan wujud belasungkawa mendalam Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten serta bentuk penghormatan negara atas jasa dan pengabdian almarhum dalam memperjuangkan Banten menjadi daerah otonom. Turut hadir dalam prosesi tersebut Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, serta sejumlah tokoh masyarakat Banten.


Jenazah almarhum diberangkatkan dari rumah duka di Kompleks Kemang Jaya, Jakarta Selatan, menuju tanah kelahirannya di Kabupaten Pandeglang. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, diawali dengan salat jenazah dan doa yang dipimpin oleh ulama karismatik Banten, Abuya Muhtadi Cidahu.


Gubernur Andra Soni menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Tubagus Tryana Sjam’un. Ia mengenang almarhum sebagai figur sentral dan penggerak utama dalam sejarah lahirnya Provinsi Banten.

"Almarhum memiliki peran besar dalam perjuangan pembentukan Provinsi Banten. Kami kerap berdiskusi mengenai Banten, baik terkait sejarah perjuangan maupun arah pembangunan ke depan," ujar Andra Soni.


Gubernur juga menyoroti kedekatan almarhum dengan berbagai kalangan. Menurutnya, pemikiran dan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan almarhum menjadi inspirasi bagi generasi penerus.


"Banyak kader dan rekan diskusi yang dibina oleh almarhum. Gagasan dan kenangan selama berinteraksi dengan beliau menjadi inspirasi dalam melanjutkan pembangunan Banten," tambahnya.


Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Banten, Gubernur mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.


"Semoga amal ibadah beliau diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Perjuangan beliau menjadi amanah yang harus terus kita lanjutkan sejalan dengan cita-cita pembentukan Provinsi Banten," tegas Gubernur.


Sementara itu, mewakili pihak keluarga, Prof. Soleh Hidayat menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan perhatian seluruh pihak, khususnya jajaran Pemerintah Provinsi Banten.


"Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan doa semua pihak. Kami mohon keikhlasan untuk memaafkan segala kekhilafan almarhum dan mendoakan agar iman, Islam, serta amal ibadah beliau diterima Allah Swt.," tutur Soleh Hidayat.


Sekilas Tentang H. Tubagus Tryana Sjam’un


H. Tubagus Tryana Sjam’un dikenal sebagai tokoh kunci dalam sejarah pemekaran wilayah Banten dari Provinsi Jawa Barat. Ia menjabat sebagai Ketua Badan Koordinasi (Bakor) Pembentukan Provinsi Banten dan aktif mengkonsolidasikan tokoh masyarakat baik yang ada di daerah maupun di tingkat nasional, demi terwujudnya provinsi baru.


Almarhum konsisten menekankan bahwa pembentukan Provinsi Banten bukan sekadar pemekaran wilayah, melainkan upaya percepatan pembangunan, penguatan identitas daerah, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Selain sebagai tokoh perjuangan daerah, almarhum memiliki rekam jejak cemerlang di tingkat nasional dan internasional, khususnya di sektor ekonomi dan keuangan. Untuk karir di bank beliau mulai di Citibank hingga kemudian menjadi Dirut di sejumlah bank swasta. Mendiang juga pernah menjadi konsultan keuangan dan perbankan di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM FE UI) untuk menyusun skema pembiayaan ekspor para eksportir Indonesia (Export Financing Scheme). Termasuk di National Agency For Export Devolepment (NAFED). 


Jabatan strategis lain yang pernah diemban antara lain Sekretaris Jenderal Perbanas, Wakil Ketua Kadin Pusat, Ketua Umum Bankers Club Indonesia, serta Pengurus ASEAN Banking Council. Ia juga pernah menjadi delegasi Indonesia dalam forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dan Asia-Europe Business Forum (AEBF).


Sebagai seorang ahli di bidang perbankan dan keuangan, berbagai organisasi juga pernah diikuti antara lain. Sebagai Ketua Asosiasi Lembaga Pembiayaan dan Investasi Indonesia, Wakil Ketua Umum Asosiasi Lembaga Pembiayaan se-Asia-Australia yang  berkedudukan di Singapura, Ketua Umum Forum Komunikasi dan Kerjasama Usahawan Serantau sebagai sebuah organisasi para pengusaha pribumi negara ASEAN khususnya Malaysia, Singapura, Thailand dan Indonesia yang berkedudukan di Kuala Lumpur, Malaysia.


(Adv).

Hari Gerakan Satu Juta Pohon dan HLHN, Gerakan 'Banten Teduh,Tangerang Sejuk' Tanam 5.000 Pohon

Dalam Rangka Memperingati Hari Gerakan Satu Juta Pohon Dan Hari Lingkungan Hidup Nasional Tahun 2026, Pemprov Banten Bersama Gerakan 'Banten Teduh, Tangerang Sejuk', Tanam 5.000 Pohon, Di Bantaran Sungai Cisadane, Anak Sungai Cisadane, Hingga Saluran Irigasi, Pada Minggu (11/01/2026).


Dalam rangka memperingati Hari Gerakan Satu Juta Pohon dan Hari Lingkungan Hidup Nasional Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Banten bersama Gerakan 'Banten Teduh, Tangerang Sejuk' Tanam 5.000 Pohon di wilayah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.


Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa Pemprov Banten mendukung penuh inisiatif para penggiat lingkungan yang mendorong gerakan penanaman pohon dan pelestarian alam sebagai bentuk nyata mitigasi bencana.


“Alhamdulilah Pemprov Banten bersama Gerakan Banten Teduh, Tangerang Sejuk yang diinisiasi rekan-rekan penggiat lingkungan hidup, kita tanam 5.000 pohon, diantaranya pohon Ketapang Kencana dan Mahoni di bantaran Sungai Cisadane, Anak Sungai Cisadane hingga Saluran irigasi sebagai bentuk nyata pelestarian alam dan mitigasi bencana,” ujar Andra Soni, Minggu, (11/01/2026).


Melalui aksi penanaman pohon tersebut, Andra berharap dapat menciptakan lingkungan lebih hijau, sejuk, dan sehat, mengurangi jejak karbon, serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup.


“Gerakan Banten Teduh, Tangerang Sejuk merupakan implementasi dari Pogram Bang Kali Andra (Program Pembangunan Gerakan Kelola Lingkungan Daerah Sejahtera). Semoga kesadaran kolektif ini menjadi langkah awal untuk kita bersama menjaga dan merawat lingkungan, dan Insya Allah dapat berkelanjutan,” tandasnya.


Inisiator Gerakan 'Banten Teduh, Tangerang Sejuk', Ade Yunus optimistis dengan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, cita-cita mewujudkan Banten yang teduh dan Tangerang yang sejuk dapat benar-benar terwujud.


"Dukungan Pemprov Banten sangat berarti, sebagai langkah awal ikhtiar bersama untuk masa depan Banten hijau, sejuk, dan sehat,” pungkasnya.


(Adv).

Wagub Dimyati: Guru Madrasah Pilar Penting Pembentukan Akhlak Generasi Muda Banten

Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, Menghadiri Pelantikan Dan Seminar Anggota PGMI Kabupaten Lebak, Yang Berlangsung Di Universitas La Tansa Mashiro, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu, (11/01/2026).


Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan peran strategis guru madrasah dalam pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Banten. Tidak sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, guru madrasah dinilai memegang kunci utama dalam penanaman akhlak terpuji, sehingga generasi muda Banten tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa.


​Hal tersebut disampaikan Wagub Dimyati saat menghadiri Pelantikan dan Seminar Anggota Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Kabupaten Lebak yang diselenggarakan di Universitas La Tansa Mashiro, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (11/1/2026).


​"Peran guru madrasah ini sangat penting. Saya sendiri merupakan jebolan madrasah. Anak-anak kita di Banten harus dibekali pendidikan agama yang kuat," ungkap Wagub Dimyati.


​Wagub mengapresiasi pemilihan lokasi acara di lingkungan pendidikan berbasis pesantren. Menurutnya, hal ini selaras dengan visi untuk memperkuat penguasaan Al-Qur’an dan pendidikan agama. Bekal agama tersebut diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.


​Aspirasi Peningkatan Kesejahteraan dan Kompetensi


​Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PGMI, Yaya Robandi, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Wagub Dimyati yang dinilai konsisten membersamai kegiatan para guru madrasah. Yaya menginstruksikan PGMI Provinsi Banten untuk mengusulkan Wakil Gubernur Banten dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten sebagai penerima PGMI Award Tahun 2026.


​Lebih lanjut, Yaya menyampaikan harapannya agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dapat mengalokasikan anggaran khusus guna peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru madrasah.


​"Kami berharap Pemprov dapat membiayai program peningkatan kualitas, seperti seminar, bimbingan teknis, serta pengembangan kurikulum, khususnya di Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten pada umumnya," ujar Yaya.


​PGMI juga menyoroti pentingnya dukungan beasiswa pendidikan lanjutan bagi guru madrasah, mulai dari jenjang Diploma (D3) ke Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktoral (S3). Selain itu, aspek kesejahteraan melalui bantuan honorarium dari Pemprov Banten turut menjadi aspirasi utama yang disampaikan.


​Sebagai bentuk dukungan konkret, pada akhir acara Wagub Dimyati menyerahkan bantuan secara simbolis dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebesar Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah). Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung program kesejahteraan dan pengembangan anggota PGMI di Kabupaten Lebak.


(Adv).

Polda Banten Terima Hibah Kendaraan Operasional Pamapta, Perkuat Responsivitas Pelayanan Kepolisian

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Pada Penyerahan Hibah Kendaraan Operasional Pamapta Dari PT Lippo Karawaci Tbk, Menegaskan Polda Banten Terus Mengimplementasi Program Pergelaran Cepat Anggota Kepolisian (PECAK).


Serang – Polda Banten menerima hibah kendaraan operasional Pamapta dari PT Lippo Karawaci Tbk dalam kegiatan yang digelar di Ruang Maung Lounge Polda Banten, Jumat (09/01).


Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, Wakapolda Banten Brigjen Pol. Hendra Wirawan, Pejabat Utama Polda Banten, Direktur Utama PT Lippo Karawaci Tbk Marlo Budiman serta para Kapolresta dan Kapolres jajaran Polda Banten.


Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menyampaikan bahwa penyerahan hibah kendaraan operasional Pamapta merupakan bagian dari penguatan sinergi dan kemitraan strategis dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Banten. “Kegiatan penyerahan hibah kendaraan operasional Pamapta ini menjadi bagian dari penguatan sinergi dan kemitraan strategis dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Banten,” ujar Kapolda Banten.


Lebih lanjut, Kapolda Banten menjelaskan bahwa dinamika tantangan tugas Polri saat ini semakin kompleks seiring dengan tingginya harapan masyarakat terhadap terselenggaranya pelayanan kepolisian yang prima, cepat, profesional, humanis, dan berkeadilan. Dalam konteks tersebut, Pamapta memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kepolisian terpadu kepada masyarakat.

“Pamapta menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan cepat dan tepat kepada masyarakat, mulai dari penerimaan laporan, penanganan awal di tempat kejadian perkara, pelaksanaan patroli, pengamanan kegiatan masyarakat, hingga peran aktif sebagai problem solver di tengah kehidupan sosial,” jelasnya.


Selain itu, Irjen Pol. Hengki juga menegaskan bahwa Polda Banten terus mengimplementasikan Program Pergelaran Cepat Anggota Kepolisian (PECAK) sebagai wujud kehadiran Polri yang responsif di tengah masyarakat. “Melalui Program PECAK, Polri hadir secara cepat, tepat, dan terukur pada titik-titik rawan serta ruang publik strategis guna memastikan rasa aman, memberikan perlindungan awal, serta melakukan langkah-langkah preventif sebelum terjadinya gangguan kamtibmas,” tegas Kapolda.


Menurut Kapolda Banten, dukungan sarana dan prasarana kepolisian menjadi faktor penting dalam menunjang profesionalisme personel, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal. “Sinergi, kepedulian, dan partisipasi seluruh stakeholder menjadi kunci dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri, sehingga kehadiran polisi di tengah masyarakat semakin dirasakan manfaatnya,” ungkapnya.


Diakhir keterangannya, Kapolda Banten menegaskan bahwa kendaraan operasional Pamapta yang diterima akan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan operasional Pamapta jajaran Polres di wilayah hukum Polda Banten. “Hibah kendaraan operasional ini akan dimanfaatkan untuk mendukung tugas Pamapta dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memperkuat pelayanan kepolisian yang responsif, profesional, dan humanis,” tutup Kapolda Banten (Bidhumas).


(Red).

Dedikasi Majukan Pendidikan, Gubernur Banten Andra Soni dan Tinawati Terima Penghargaan dari PB PGRI

Gubernur Banten Andra Soni, Bersama Tinawati Andra Soni, Menerima Penghargaan Dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Atas Dedikasi Dan Komitmen Dalam Memajukan Serta Mengembangkan Dunia Pendidikan Di Provinsi Banten.


Gubernur Banten Andra Soni bersama Ibu Tinawati Andra Soni menerima penghargaan bergengsi dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan komitmen tinggi keduanya dalam memajukan serta mengembangkan dunia pendidikan di Provinsi Banten.


​Dalam penganugerahan tersebut, Gubernur Andra Soni menerima penghargaan Anugerah Dwi Praja, sementara Tinawati dikukuhkan sebagai Ibunda Guru Provinsi Banten. Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi, pada pembukaan Konferensi Kerja (Konker) I PGRI Provinsi Banten Masa Bakti XXIII Tahun 2024–2029 di Hotel Yasmine, Kota Tangerang, Kamis (8/1/2026).


​Gubernur Andra Soni menyampaikan, penghargaan ini bukan merupakan tujuan akhir, melainkan sebuah motivasi untuk terus memperluas akses pendidikan yang berkeadilan. Ia menegaskan bahwa komitmen memajukan pendidikan adalah tanggung jawab bersama, salah satunya diwujudkan melalui program Sekolah Gratis yang kini telah merambah hingga ke sekolah swasta.


​“Banten ini akan maju manakala seluruh anak-anaknya mempunyai pendidikan yang tinggi. Penghargaan ini menjadi pemacu bagi kami untuk terus melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Banten,” ungkap Gubernur.


​Lebih lanjut, Gubernur menyebut PGRI sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Ia berharap melalui Konferensi Kerja ini, PGRI dapat memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah daerah terkait program peningkatan kualitas pendidikan.


​“PGRI merupakan mitra strategis kami dalam rangka melaksanakan kewajiban pemerintah menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas,” tambahnya.


​Sementara itu, Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi menjelaskan bahwa Anugerah Dwi Praja merupakan penghargaan selektif yang tidak diberikan kepada sembarang kepala daerah. Menurutnya, dari seluruh gubernur di Indonesia, hanya sedikit yang menerima anugerah ini karena indikator penilaian yang ketat dan kompleks.


​“Penghargaan tersebut hanya diberikan kepada kepala daerah yang memiliki komitmen dan keberpihakan tinggi terhadap dunia pendidikan. Saya berharap pendidikan di Provinsi Banten semakin meningkat dengan terobosan program-programnya,” ujar Unifah.


​Hal senada disampaikan Ketua PGRI Provinsi Banten, Jamaluddin. Ia menilai keberpihakan Gubernur Banten terhadap peningkatan kualitas pendidikan sangat besar dan tidak terbatasi oleh sekat kewenangan, selama hal tersebut demi kepentingan masyarakat Banten.


​“Program sekolah swasta gratis akan terus diperluas, sehingga tidak ada lagi anak-anak Banten yang putus sekolah,” pungkasnya.


(Red).