BERITA BARU
pemerintahan/block-5
BERITA PILIHAN
pemerintahan/block-3
NEW UPDATE
pemerintahan/block-3
| Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan, Bambang Noertjhjo. |
TANGSEL – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menyiapkan bantuan pendidikan bagi calon peserta didik yang tidak diterima di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dan melanjutkan pendidikan di SMP swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Program bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangsel dalam mendukung program wajib belajar sekaligus memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak di tengah keterbatasan daya tampung SMP negeri.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan, Bambang Noertjahjo, mengatakan bantuan satuan pendidikan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam mendukung keberlangsungan pendidikan peserta didik.
"Kami, Pemerintah Kota Tangsel, sudah menyiapkan bantuan pendidikan yang dapat dimanfaatkan oleh para calon siswa yang tidak terdaftar di SMP negeri, dengan nilai Rp1,8 juta per siswa di sekolah yang sudah berafiliasi dengan Dinas Pendidikan," kata Bambang pada Rabu (24/6/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, menjelaskan bahwa kuota bantuan pendidikan tahun ini diprioritaskan bagi peserta didik yang tidak diterima dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP negeri.
"Tahun ini kuota bantuan pendidikan akan diberikan kepada peserta didik di 94 sekolah swasta," kata Deden.
Deden menerangkan, bantuan biaya pendidikan tersebut merupakan upaya Pemkot Tangsel untuk membantu dan menstimulus generasi muda di Kota Tangsel agar tetap semangat melanjutkan pendidikan di jenjang SMP.
"Bantuan yang diberikan Rp1,8 juta untuk setiap siswa. Ini untuk membantu meringankan beban biaya orang tua agar anaknya tetap menempuh pendidikan di jenjang SMP dan pemerintah kota hadir mendukung wajib belajar anak sesuai dengan masa pendidikannya," terang Deden.
Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar peserta didik mendapatkan bantuan pendidikan, yakni:
a. Warga Kota Tangerang Selatan yang dibuktikan dengan kartu keluarga atau kartu identitas anak.
c. Terdaftar pada Dapodik Satuan Pendidikan.
d. Memiliki nomor rekening bank atas nama penerima.
e. Bersekolah pada Satuan Pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat yang berada di wilayah daerah.
f. Melampirkan fotokopi bukti pendaftaran SPMB SMP negeri tahun berjalan.
Mekanisme Pemberian Bantuan
1. Pihak satuan pendidikan mengusulkan calon penerima Bantuan Biaya Pendidikan sesuai persyaratan.
2. Dikbud Kota Tangsel melakukan verifikasi melalui tim verifikasi.
3. Hasil verifikasi disampaikan kepada satuan pendidikan pengusul dan ditetapkan melalui keputusan Kepala Dikbud Kota Tangsel.
Daftar 94 SMP Swasta Penerima Bantuan Pendidikan Peserta Didik Pemkot Tangsel:
1. SMP BINA INSAN NUSANTARA
2. SMP DARUSSALAM
3. SMP ISLAMIYAH CIPUTAT
4. SMP IT AL-MATIIN
5. SMP PARAMARTA
6. SMP PGRI 1 CIPUTAT
7. SMP PUSPITA BANGSA
8. SMP TIRTA BUARAN
9. SMP YAPIA CIPUTAT
10. SMP ISLAM CITRA BUNDA
11. SMP DWI PUTRA
12. SMP ISLAM AL KHASYI’UN
13. SMP PGRI 2 CIPUTAT
14. SMP PARAMARTA UNGGULAN
15. SMP ADZKIA ISLAMIC SCHOOL
16. SMP ERENOS
17. SMP YMJ CIPUTAT
18. SMP CENDIKIA MADANI
19. SMP ISLAM RUHAMA
20. SMP INFORMATIKA CIPUTAT
21. SMP MUHAMMADIYAH 17
22. SMP SABILUNA
23. SMP NUSANTARA PLUS
24. SMP DUA MEI
25. SMP ISLAM MADINATUL ILMI
26. SMP MABAD REMPOA
27. SMP LAB SCHOOL FIP UMJ
28. SMP ISLAM AL-FALAH REMPOA
29. SMP ISLAM AL-HIKMAH
30. SMP ISLAM AL FAJAR
31. SMP 1926
32. SMP ANNUR
33. SMP DJOJOREDJO
34. SMP ISLAM TERPADU TAMADDUN
35. SMP SERUNI PUTIH
36. SMP MUHAMMADIYAH 44
37. SMP FARADISA
38. SMP CITRA INSANI MULIA
39. SMP ANUGERAH ABADI
40. SMP NURUL IKHLAS
41. SMP DHARMA KARYA UT
42. SMP ISLAM RAUDLATUL HIKMAH
43. SMP PELITA BANGSA
44. SMP MUHAMMADIYAH PARAKAN
45. SMP ISLAM AL-KAUTSAR
46. SMP ARRAISYAH
47. SMP PUTRA PERTIWI
48. SMP PARIGI
49. SMP AL-BARKAH
50. SMP AL-MUBARAK
51. SMP AN NAJIYAH
52. SMP BUDI BHAKTI
53. SMP CENDRAWASIH II
54. SMP DAHLIA
55. SMP IP DAARUS SALAAM
56. SMP IT AL-IZZAH
57. SMP IT INSAN MADANI 8
58. SMPIT MATAHARI
59. SMP KEBANGSAAN
60. SMP PGRI 336 PONDOK BETUNG
61. SMP PGRI 371 PONDOK AREN
62. SMP UTAMA
63. SMP YAPIA PONDOK AREN
64. SMP WIJAYA KUSUMA
65. SMP AL-QURANIYAH
66. SMP PLUS AL-ISLAMIYAH
67. SMP IT CORDOVA
68. SMP ISLAM PLUS BAITUL MAAL
69. SMP ISLAM BAHRUL ULUM
70. SMP TUNAS BANGSA
71. SMPIT AR RUHAMA
72. SMP AL-MADINAH IC KKMB
73. SMP IT CAHYA ISLAM
74. SMP IT JIHADUL MUKHLISIN
75. SMPIT PERMATA GEMILANG
76. SMP PGRI SERPONG
77. SMP PLUS BLM
78. SMPI INSAN MULIA SERPONG
79. SMP FALATEHAN
80. SMP INTEGRAL FIRDAUS
81. SMP BHAKTI NUSANTARA
82. SMP IT YASBI
83. SMP ISLAM SINAR CENDIKIA
84. SMP AL-HASANIYAH
85. SMP YAPIPA
86. SMP YASPITA
87. SMP PUSTEK
88. SMPIT BINTANG
89. SMP ISLAM AL-KHAERIYAH
90. SMP IPTEK
91. SMP ISLAM ASSA’ADAH
92. SMP MUHAMMADIYAH SERPONG
93. SMP AL-AMANAH
94. SMP MITRA CENDIKIA INDONESIA
(RED).
| Simbolis Pemukulan Hadroh Sebagai Tanda Ditutupnya Festival Al-A'zhom XIII Tahun 2026, Sabtu Malam, (27/06/2026) (Sumber:Forkopim Kota Tangerang). |
KOTA TANGERANG - Gelaran Festival Al-A'zhom XIII Tahun 2026 resmi berakhir. Beragam kegiatan keagamaan, edukasi, hiburan yang sehat, ruang interaksi keluarga, hingga geliat ekonomi masyarakat berpadu dalam seluruh rangkaian acara menjadi satu semangat yakni semangat kebersamaan.
"Inilah esensi Festival Al-A'zhom. Tidak hanya memperkuat nilai-nilai religius, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," tutur Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman, saat hadir menutup festival tahunan yang telah terselenggara dari tanggal 15-27 Juni 2026 di halaman Masjid Raya Al-A'zhom Kota Tangerang, Sabtu malam, (27/06/2026).
"Karena kita semua meyakini bahwa kemajuan kota tidak hanya sebatas dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui masyarakat yang religius, rukun, produktif, dan saling menguatkan," imbuhnya.
Herman menambahkan bahwaFestival Al-A'zhom juga membuktikan bahwa kegiatan keagamaan mampu berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Kehadiran ratusan pelaku UMKM menjadi bukti bahwa syiar Islam dapat menghadirkan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Mulai dari kuliner, kriya, fesyen, hingga berbagai produk kreatif lainnya menunjukkan bahwa UMKM Kota Tangerang memiliki potensi yang luar biasa," jabarnya.
Untuk itu, Herman menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan terus berkomitmen untuk mendukung dan memperkuat pengembangan UMKM melalui pendampingan usaha, kemudahan perizinan, peningkatan kapasitas, perluasan promosi, serta penguatan akses pasar.
"Harapannya, semakin banyak masyarakat yang berani memulai usaha, semakin banyak UMKM yang naik kelas, dan semakin kuat pula perekonomian Kota Tangerang," tandas Herman.
Tak lupa, Herman turut mengapresiasi seluruh panitia, aparat keamanan, para sponsor dan mitra, para pengisi acara, pelaku UMKM, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi sehingga Festival Al-A'zhom dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan penuh kebersamaan.
"Keberhasilan sebuah festival bukan hanya diukur dari ramainya pengunjung, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat serta nilai-nilai kebersamaan yang terus tumbuh setelah acara ini berakhir," tutup Sekda seraya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk terus menghidupkan semangat silaturahmi, memperkuat syiar Islam, mencintai produk lokal, mengembangkan UMKM, dan menjaga kebersamaan sebagai modal utama membangun Kota Tangerang. (Red)
Tangerang - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, bersama Gubernur Banten, Andra Soni, dalam agenda kunjungan kerja di PT. Terang Dunia Internusa Tbk (Pabrik UNITED E-Motor Plant 3) yang berlokasi di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Jumat (26/6/2026).
Kunjungan kerja ini berfokus pada peninjauan langsung infrastruktur dan perkembangan industri kendaraan listrik (EV) di dalam negeri.
Dalam agenda tersebut, Wapres bersama Gubernur Banten, Sekda Kabupaten Tangerang, dan rombongan jajaran terkait meninjau tiga gedung utama di kawasan pabrik guna melihat secara detail seluruh proses perakitan kendaraan listrik UNITED E-Motor.
Untuk memastikan kualitas serta performa dari hasil produksi industri lokal tersebut, Wapres Gibran Rakabuming Raka juga berkesempatan melakukan uji coba dengan mengendarai langsung salah satu unit motor listrik di area fasilitas pabrik.
Di sela-sela peninjauan di kawasan industri tersebut, Wapres turut menyambangi masyarakat yang berada di sekitar lokasi pabrik. Kehadiran wakil presiden ini disambut antusias oleh warga sekitar, di mana dia juga membagikan buku secara langsung kepada anak-anak.
Rangkaian agenda kunjungan kerja kemudian ditutup dengan pelaksanaan ibadah sholat Jumat berjamaah. Wapres, Gubernur Banten, Sekda Kabupaten Tangerang, beserta seluruh jajaran instansi dan manajemen melaksanakan ibadah bersama masyarakat setempat di masjid terdekat dari kawasan pabrik sebelum rombongan kembali melanjutkan agenda selanjutnya. (Red)
| Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davine Saat Menghadiri Pemberian Apresiasi Kepada Kader Kesehatan Dan Petugas Ngider Sehat. |
CIPUTAT - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), kader kesehatan, dan layanan kesehatan berbasis masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat menghadiri pemberian apresiasi kepada kader kesehatan dan petugas Ngider Sehat yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel, Senin (22/6/2026).
Benyamin mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional menjadi kesempatan untuk mengevaluasi berbagai program kesehatan yang telah dijalankan sekaligus memperkuat upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.
"Hari Anak Nasional ini menjadi momentum untuk mengevaluasi apa saja yang sudah kita kerjakan. Ada dua pilar penting, yakni Ngider Sehat Premium dan kader kesehatan Posyandu yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam meningkatkan berbagai indikator kesehatan masyarakat," ujar Benyamin.
Menurut Benyamin, Hari Anak Nasional tidak sekadar menjadi peringatan tahunan, tetapi juga pengingat bagi seluruh pihak untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak atas kesehatan, gizi yang baik, pelayanan kesehatan yang berkualitas, serta lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembangnya.
"Anak-anak adalah aset bangsa yang paling berharga. Masa depan Tangerang Selatan ada di tangan mereka. Karena itu, kita harus memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki daya saing untuk masa depan," katanya.
Ia menjelaskan, Tim Ngider Sehat Premium bersama kader Posyandu akan terus melakukan pendampingan dan identifikasi kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan kesehatan anak.
"Kedua tim ini kita dorong untuk terus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat. Misalnya pemberian makanan tambahan (PMT), pemeriksaan kesehatan anak, dan berbagai kebutuhan lain yang mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Seluruh infrastruktur yang menunjang penurunan stunting, termasuk ketersediaan pangan, gizi, hingga lingkungan yang sehat harus terus diperkuat," jelasnya.
Benyamin juga menyampaikan apresiasi kepada kader kesehatan dan Tim Ngider Sehat Premium yang selama ini berperan aktif mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya, kedua kelompok tersebut menjadi ujung tombak pemerintah dalam memberikan edukasi kesehatan, memantau tumbuh kembang anak, mendampingi ibu hamil, mendukung pelaksanaan Posyandu, serta menjalankan berbagai upaya promotif dan preventif di tengah masyarakat.
"Keberhasilan program kesehatan tidak mungkin dicapai pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, terutama kader kesehatan dan Tim Ngider Sehat Premium yang selama ini bekerja langsung di lapangan," ungkapnya. (Red)
Kota Tangerang kembali menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu daerah dengan pembinaan olahraga pelajar terbaik di Provinsi Banten. Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum pada POPDA XII sekaligus PEPARPEDA IX Banten 2026 menjadi bukti bahwa prestasi tersebut lahir dari proses pembinaan yang berkelanjutan, bukan keberuntungan sesaat.
Pada ajang POPDA XII, kontingen Kota Tangerang tampil dominan dengan mengoleksi 106 medali emas dan total 256 medali. Capaian tersebut mengantarkan Kota Tangerang kembali meraih gelar juara umum untuk kedua kalinya secara beruntun, sekaligus mempertegas kualitas pembinaan atlet usia pelajar yang terus dijaga dari tahun ke tahun.
Kesuksesan itu kemudian dilengkapi dengan keberhasilan mempertahankan gelar juara umum PEPARPEDA IX Banten 2026. Raihan tersebut menunjukkan bahwa perhatian Pemerintah Kota Tangerang terhadap pengembangan atlet tidak hanya menyasar olahraga umum, tetapi juga atlet pelajar penyandang disabilitas melalui pembinaan yang inklusif dan berkesinambungan.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari atlet, pelatih, orang tua, sekolah, hingga organisasi olahraga yang terus bersinergi membangun ekosistem pembinaan yang kuat. Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan prestasi hingga level nasional.
Dengan keberhasilan mempertahankan dua gelar juara umum sekaligus, Kota Tangerang tidak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga memperlihatkan bahwa investasi pada pembinaan atlet muda mampu melahirkan prestasi yang konsisten sekaligus menjadi fondasi bagi lahirnya atlet-atlet berprestasi di masa depan. (Red)
| Gubernur Banten Andra Soni, Menerima Audiensi Dari Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNUS) Banten, Pada Kamis (25/06/2026). |
Gubernur Andra Soni menyampaikan bahwa pembentukan badan usaha untuk pengelolaan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) belum bisa dilaksanakan sampai keluar pedoman teknis dan tahapan persyaratan lainnya. Termasuk petunjuk dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Penegasan itu disampaikan menyusul keluhan berapa pihak di lokasi sekitar tambang di Banten Selatan yang diharuskan membentuk badan usaha koperasi oleh pihak-pihak tertentu. Menurut Andra Soni, jika informasi itu tidak diluruskan, akan berdampak pada stabilitas keamanan masyarakat di sekitar tambang.
“Ini perlu diluruskan. Dari provinsi sendiri belum ada imbauan kepada masyarakat membentuk badan usaha itu untuk pengelolaan WPR sebelum keluarnya pedoman teknis dari Kementerian ESDM,” kata Andra Soni saat menerima audiensi pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNUS), Kamis (25/6/2026).
Andra Soni yang juga didampingi oleh Kapolda Banten Irjen Hengki, Kepala Dinas ESDM Provinsi Banten Ari James Faraddy serta beberapa kepala OPD terkait memberi imbauan agar masyarakat yang tinggal di sekitar tambang diminta untuk tetap tenang. Yang terpenting, masyarakat tidak terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum valid kebenarannya.
Gubernur juga menekankan, kebijakan Presiden Prabowo Subianto tujuannya adalah agar masyarakat di sekitar tambang bisa mendapatkan pemerataan ekonomi yang berkeadilan dengan terlibat langsung dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) di wilayah masing-masing.
“Masyarakat di sekitar tambang itu prioritasnya bukan kaya dan mempunyai banyak uang. Mereka hanya ingin bisa bertahan hidup dan mempunyai mata pencaharian tetap dari alam yang mereka tinggali,” jelasnya.
Menurut Andra Soni, ia berkomitmen untuk mengawal kebijakan pertambangan agar benar-benar tepat sasaran sebagaimana tujuan Presiden Prabowo. Selain itu, segala masukan yang disampaikan oleh BEMNUS berdasarkan kondisi riil menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaannya nanti.
“Terkait adanya kewajiban membentuk koperasi itu, kita akan cek ke lapangan. Termasuk mungkin ke depan kita akan membuat desk khusus untuk memberikan informasi dan pusat pengaduan masyarakat terkait dengan WPR,” jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas ESDM Ari James menambahkan, Pemprov Banten pada saat pengajuan WPR, mengajukan lebih dari 1.000 hektare ke dalam 32 titik. Setelah dilakukan verifikasi tim dari kementerian, yang disetujui hanya 11 titik yang terdiri dari sekitar 528 hektare WPR di Kabupaten Lebak dan 26 hektare WPR di Kabupaten Pandeglang.
“Itu sudah clear and clean. Tidak di atas izin pertambangan perusahaan lainnya maupun wilayah konservasi dan dilindungi,” katanya.
Meski demikian, untuk pelaksanaannya masih menunggu pedoman teknis dari kementerian yang diharapkan keluar pada akhir tahun ini. Setelah itu, diperkuat dengan Peraturan Daerah (Perda) yang saat ini prosesnya masih dalam pembuatan Naskah Akademik (NA), FGD dengan pemangku kepentingan terkait, kemudian pembentukan jenis badan usaha.
“Jadi kalau ada yang mendorong masyarakat untuk membentuk badan usaha koperasi untuk WPR ini, saya pastikan itu bukan dari kami, karena kami juga masih menunggu pedoman teknisnya dari kementerian,” jelasnya.
Pengurus BEMNUS Banten Qolbi mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan bersama masyarakat Banten Selatan, ia menemukan adanya dorongan pembentukan badan usaha koperasi dalam rangka persiapan pengelolaan WPR.
“Namun, sampai sekarang kejelasan blok pengelolaan WPR itu belum tahu. Mereka diminta segera membuat legalitas tapi tidak mengetahui lokasi tepatnya. Masyarakat pada saat BEMNUS melakukan temu pikir, berharap persoalan ini bisa diperjelas informasinya,” jelasnya.
(Red).
Gubernur Banten Andra Soni meninjau pelaksanaan proyek pengendalian banjir sekaligus pengerukan sedimentasi sepanjang 1,5 kilometer di aliran Sungai Cibanten, tepatnya jalur nelayan di Pelabuhan Karangantu, Kota Serang, Rabu (24/6/2026). Upaya pengendalian dan pengerukan tersebut adalah tindaklanjut dari berbagai keluhan masyarakat jika terjadi banjir.
Peninjauan dilakukan bersama Wali Kota Serang Budi Rustandi, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) Dedy Yudha Lesmana, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan serta jajaran dinas terkait.
"Alhamdulillah, melalui koordinasi yang baik antara Pemprov Banten, Pemkot Serang dan Balai C3, program ini bisa dilaksanakan dengan cepat,” kata Andra Soni.
Ia mengungkapkan, proyek ini dilaksanakan setelah menerima berbagai aspirasi dari para nelayan Karangantu saat melakukan audiensi beberapa waktu lalu. Termasuk aspirasi dari masyarakat Kota Serang berkenaan dengan banjir saat musim penghujan.
Andra Soni menjelaskan, pada tahap pertama, penanganan banjir dan normalisasi Cibanten dilakukan sepanjang 1,5 kilometer yang meliputi wilayah muara dan kali di Sukadana yang menjadi titik krusial penyebab banjir di Kota Serang.
“Sedimentasi di jalur nelayan Karangantu ini cukup tebal, diperkirakan mencapai 190 ribu kubik yang akan ditangani. Itu belum termasuk penanganan 80 bangkai kapal nelayan yang sudah puluhan tahun tidak ditangani,” ujarnya.
Di tahap selanjutnya, progres pekerjaan akan lebih ditingkatkan. Berdasarkan proposal yang sudah diajukan ke pemerintah pusat, ada berbagai penanganan lainnya seperti penataan kawasan sepanjang jalur sungai Cibanten, pengoptimalan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sebagainya.
Untuk memperlancar semua itu, Andra Soni meminta dukungan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan menjaga Cibanten ini. Paling tidak masyarakat tidak membuang sampah di sepanjang aliran sungai.
"Karena itu dampaknya akan menyebabkan banjir,” imbuhnya.
Kepala BBWS C3 Dedy Yudha Lesmana menambahkan, selama ini komunikasi antara balai dengan seluruh pemerintah daerah sangat baik. Pihaknya terus melakukan koordinasi secara intens berkaitan penanganan yang akan dilakukan di sepanjang aliran Cibanten.
“Selain melakukan pengerukan sedimentasi dan penataan RTH, Balai C3 juga akan melakukan penguatan di dua sisi tebing sungai agar tidak terjadi longsor,” paparnya.
(Red).
COPYRIGHT © BeritaMarcusuar.com