BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Slider

pemerintahan

Second Slider

pemerintahan

BERITA BARU

pemerintahan/block-5

BERITA PILIHAN

pemerintahan/block-3

NEW UPDATE

pemerintahan/block-3

Latest Articles

Lepas Gowes Merdeka 2026, Gubernur Banten: Bersepeda Rawat Silaturahmi dan Kebahagiaan

Gubernur Banten Andra Soni, Memberikan Sambutan Pada Kegiatan Gowes Merdeka 2026, Di Halaman Kantor Wali Kota Tangerang Selatan, Minggu, (23/08/2026).


Gubernur Banten Andra Soni melepas ratusan peserta Gowes Merdeka 2026 di halaman Kantor Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (23/8/2026). Ia menilai komunitas sepeda tidak hanya menjadi wadah menjaga kebugaran fisik, melainkan juga ruang strategis untuk mempererat silaturahmi dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.


​Acara yang diinisiasi oleh Indonesia Cycling Federation (ICF) Kota Tangsel ini menghadirkan pesepeda dari sekitar 200 komunitas. Sejumlah pejabat turut hadir mendampingi, antara lain Wakil Ketua DPRD Banten Yudi Budi Wibowo, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan, serta Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni.


​Andra Soni mengapresiasi antusiasme para peserta lintas usia yang telah memadati lokasi sejak pagi. Menurutnya, bersepeda merupakan olahraga inklusif yang dinikmati mulai dari anak-anak hingga kelompok lanjut usia (lansia).


​"Gowes Merdeka, pegowes yang selalu bahagia. Saya melihat ada peserta yang sudah sangat senior, tetapi posturnya tetap tegap," ujar Andra Soni.


​Ia menambahkan, kebiasaan positif seperti bangun pagi, rutin berolahraga, dan berbaur di dalam komunitas mampu mendongkrak kualitas hidup. Melalui kegiatan ini, ia berharap kebersamaan lintas daerah dan budaya hidup sehat terus tumbuh secara berkelanjutan di Provinsi Banten.


​Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. Menurut Pilar, Pemerintah Kota Tangsel terus mendorong budaya bersepeda, terlebih pasca terbentuknya kepengurusan baru Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Tangsel.


​Pilar juga menyebut ajang ini berfungsi sebagai pemantik semangat publik menyongsong agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten mendatang.


​"Ke depan kami harap agenda serupa makin sering digelar bersama kepengurusan baru ISSI, sekaligus membawa semangat dalam menyukseskan Porprov Banten pada November 2026," tutur Pilar.


​Pilar menegaskan bahwa esensi kegiatan tersebut bukan pada jarak yang ditempuh, melainkan nilai kebersamaan dan gaya hidup sehat antarpencinta sepeda. 


(Red).

Hadiri Pagelaran Seni Nusantara, Gubernur Banten Andra Soni Ajak Generasi Muda Rawat Budaya

Gubernur Banten Andra Soni, Memainkan Alat Musik Angklung, Dalam Acara Pembukaan Pagelaran Seni Budaya Alam Nusantara (Aspara).


Gubernur Banten Andra Soni mengatakan kekayaan seni budaya adalah identitas dan jati diri daerah. Pagelaran seni budaya nusantara menjadi ruang untuk melestarikan dan mengapresiasi kekayaan budaya Nusantara, khususnya kekayaan seni budaya yang tumbuh dan berkembang di Provinsi Banten.


“Apresiasi kepada seniman dan pelaku seni dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten yang tampil dalam Pagelaran Seni Budaya Alam Nusantara (Apsara),” ungkap Andra Soni pada pembukaan Apsara oleh Pusat Budaya Alam Nusantara (Pusbatara) di Nafiri Living World (NLW), Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (22/7/2026).


“Apresiasi kepada Pusbatara yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan ini,” tambahnya.


Andra Soni berharap pagelaran seni budaya dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Khususnya, melalui penguatan seni budaya sebagai bagian dari atraksi pada setiap destinasi wisata unggulan di Provinsi Banten.


“Kepada generasi muda Banten, saya berpesan: kenalilah budaya daerah, cintailah, dan wariskan kepada generasi berikutnya. Jangan sampai kemajuan zaman membuat kita kehilangan jati diri,” pesannya.


“Budaya merupakan identitas yang membentuk siapa kita hari ini dan menentukan karakter kita di masa depan. Karena itu, jadilah generasi yang tidak hanya bangga menggunakan karya budaya bangsa, tetapi juga mau mempelajari, mengembangkan, dan meneruskannya dengan kreativitas sesuai perkembangan zaman,” ujarnya menambahkan.


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, lanjutnya, telah memiliki Peraturan Daerah tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah sebagai landasan dalam melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina kebudayaan daerah.


“Pusbatara diharapkan menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Banten dalam mengimplementasikan pemajuan kebudayaan, khususnya melalui penguatan ruang-ruang ekspresi seni, pelestarian budaya, pemberdayaan seniman, serta regenerasi pelaku budaya,” ungkapnya.


Sementara, Perwakilan Pusbatara Suwandy Tasmadi mengatakan, pagelaran seni budaya ini bertema alam Nusantara. Tujuannya mengajak anak-anak muda kembali mencintai budaya Nusantara.


“Terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Banten khususnya Bapak Gubernur Andra Soni dan Ibu Gubernur yang memberikan perhatian pada kegiatan pelestarian budaya Nusantara melalui Pusbatara,” paparnya.


Seperti diungkap Ketua Panitia Arif Sanjaya, Apsara diselenggarakan oleh Pusat Budaya Alam Nusantara. Apsara adalah wadah untuk merawat budaya Nusantara dan memastikan warisan leluhur tetap dicintai.


“Semoga pagelaran ini menumbuhkan rasa bangga kepada generasi muda untuk menjaga alam dan budaya Nusantara,” kata Arif Sanjaya.

(Red).

Gubernur Banten Andra Soni Dorong Kompetisi Diperbanyak untuk Cetak Atlet Berprestasi

Gubernur Banten Andra Soni, Hadiri Pembukaan Lomba Futsal Porseni Piala Gubernur Banten Tahun 2026, Di Lapangan LJ Futsal, Legok, Kota Serang, Sabtu, (22/08/2026).


Di antara para pelajar yang berlaga dalam Lomba Futsal Porseni Piala Gubernur Banten 2026, tersimpan potensi atlet muda yang kelak dapat membawa nama Banten hingga tingkat nasional dan internasional. Dari lapangan futsal, semangat pembinaan itu diharapkan tumbuh menjadi bagian dari upaya membangun prestasi olahraga secara lebih luas. Karena itu, Gubernur Banten Andra Soni mendorong kompetisi futsal dan berbagai cabang olahraga lainnya diperbanyak sebagai ruang bagi atlet muda untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman, dan membentuk mental juara.


Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat membuka Lomba Futsal Porseni Piala Gubernur Banten Tahun 2026 di Lapangan LJ Futsal, Legok, Kota Serang, Sabtu (22/8/2026).


Andra Soni mengatakan latihan rutin harus diimbangi pengalaman bertanding. Kompetisi menjadi ruang bagi atlet untuk menguji kemampuan, membangun mental, sekaligus belajar menghadapi tekanan dan persaingan.


“Latihan tiap hari, tetapi kalau tidak pernah bertanding, tidak terjadi peningkatan. Oleh karena itu saya minta kepada PSSI dan Pengurus Federasi Futsal Banten untuk sebanyak-banyaknya membuat pertandingan atau memberikan event kepada atlet-atlet muda kita,” kata Andra Soni.


Ia mencontohkan Brasil yang memiliki tradisi kuat dalam pembinaan sepak bola melalui banyaknya kesempatan bertanding bagi pemain muda. Menurut Andra, semakin banyak pengalaman kompetisi akan semakin matang kemampuan dan mental seorang atlet.


Pesan tersebut diperkuat dengan keberadaan talenta muda Banten yang mampu menembus level nasional. Salah satunya Ibnu Alan, atlet futsal asal Labuan, Kabupaten Pandeglang, yang kini dipercaya sebagai kapten Tim Nasional Futsal U-17 Indonesia pada turnamen internasional U-17 VI Nations di Spanyol.


Sebelumnya, Ibnu sukses membawa Timnas Futsal U-16 Indonesia menjuarai ASEAN Cup Futsal 2025 dan meraih penghargaan Pemain Terbaik (Best Player). Bagi Andra, capaian tersebut menunjukkan bahwa atlet dari daerah memiliki peluang besar untuk berprestasi apabila memperoleh pembinaan dan kesempatan bertanding yang cukup.


“Ibnu adalah contoh anak muda yang memiliki prestasi. Saya yakin masih banyak anak-anak Banten yang punya peluang maju ke tingkat nasional, asal kesempatan bertandingnya diberikan,” katanya.


Andra Soni juga mendorong dukungan terhadap atlet tidak berhenti pada pembinaan olahraga. Pelajar yang memiliki prestasi olahraga secara berjenjang dan dapat divalidasi perlu mendapat kemudahan dalam mengakses pendidikan di sekolah. Ia juga meminta atlet berprestasi mendapat peluang beasiswa agar pendidikan dan prestasi olahraga dapat berjalan beriringan.


“Pemain-pemain yang berprestasi juga tolong dicarikan beasiswa, supaya mereka bisa olahraga,” katanya.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaludin mengatakan Lomba Futsal Porseni Piala Gubernur Banten 2026 diharapkan menjadi agenda tahunan untuk memberikan ruang bagi siswa menyalurkan bakat, minat, kreativitas, dan sportivitas.


Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana menemukan talenta terbaik yang dapat mewakili Banten di tingkat nasional maupun internasional.


Tahun ini, kompetisi diikuti 16 tim, masing-masing merupakan dua tim terbaik dari setiap kabupaten/kota se-Banten. Total kegiatan melibatkan 312 orang, terdiri atas 224 peserta, 48 ofisial, delapan ketua kontingen, 12 wasit, dan 20 petugas pertandingan.


Para pemenang mendapatkan trofi dan piagam penghargaan dari Gubernur Banten. Juara pertama memperoleh hadiah Rp30 juta, juara kedua Rp25 juta, dan juara ketiga Rp15 juta.


Pembukaan turut dihadiri Ketua KONI Banten Agus Rasyid, Ketua Asosiasi Futsal Provinsi Banten Awal Pasenggong, serta sejumlah organisasi dan unsur pembinaan olahraga.


Di sela pertandingan, Andra Soni berpesan agar pertandingan dijalani dengan menjunjung sportivitas dan persahabatan. Menurutnya, olahraga bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter, mental, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda Banten.


“Bertandinglah secara sportif, jaga persaudaraan, jaga persahabatan, gunakan teknik kalian sebaik-baiknya dan jangan pernah berpikir mencederai kawan maupun lawan. Karena inti dari olahraga adalah sportivitas,” paparnya. (Red).

SMAN CMBBS Raih Tiga Gold Medal dan Satu Silver Medal di WSEEC 2026

SMAN CMBBS Raih Tiga Mendali Emas Dan Satu Perak Dalam Ajang World Science, Environment And Engineering Competition (WSEEC) 2026.


PANDEGLANG-SMAN Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) meraih tiga medali emas dan satu medali perak dalam ajang World Science, Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2026. Kompetisi tersebut digelar Universitas Pancasila, Jakarta, pada 11-14 Agustus 2026.


Empat tim riset SMAN CMBBS yang mengikuti kompetisi tersebut berhasil meraih medali pada kategori berbeda. WSEEC 2026 diikuti 256 tim yang terdiri atas 182 tim daring dan 74 tim luring dari Indonesia, Vietnam, dan Korea Selatan.


Medali emas pertama diraih Tim MATRAS (Madanian Technology for Resilient Agriculture and Sustainability) pada kategori Technology melalui penelitian berjudul "AI-Powered Solar Smart Irrigation System Utilizing Water Hyacinth Biochar".


Medali emas berikutnya diraih Tim AERION (Atmospheric Energy Recovery through Ionic-Engineered Cellulose) pada kategori Energy and Engineering melalui penelitian "Engineering Waste Cellulose into a Sustainable Humidity Energy Harvester for Circular Resource Utilization".


Tim MANIS (Madanian Inclusive Innovation Squad) juga meraih Gold Medal pada kategori Social Science melalui penelitian "MORNING (Money Learning) Storybook: A Visual-Kinesthetic Pedagogical Approach for Financial Literacy Among Deaf Children as an Implementation of SDG-4 toward Inclusive Education".


Sementara itu, Tim ATLANTIS (Algae Technology for Low-Carbon Alternative and Natural Transformation Innovation System) meraih Silver Medal pada kategori Environment melalui penelitian "Valorization of Coastal Sargassum Biomass for Bioethanol Production Via Alginate Extraction and Mixed-Acid Hydrolysis".



Kepala SMAN CMBBS Edi Supriyanto mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk memperkuat pembinaan talenta peserta didik di bidang riset.


"Prestasi ini memberikan motivasi tersendiri bagi SMAN CMBBS yang saat ini sedang memperkuat pembinaan talenta peserta didik di bidang riset melalui pembentukan Riset Kolaboratif sebagai ekosistem baru di sekolah. Ekosistem ini diharapkan mampu melahirkan semakin banyak inovasi yang berdampak serta mempersiapkan generasi muda yang unggul, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat global," kata Edi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/8/2026).


Menurut Edi, prestasi tersebut juga menjadi hasil kerja sama antara peserta didik, guru pembimbing, komite sekolah, dan warga SMAN CMBBS.


"Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim peserta, para guru pembimbing, Komite Sekolah, serta seluruh warga SMAN CMBBS atas dedikasi, kerja keras, doa, dan dukungan yang diberikan. Prestasi ini merupakan hasil kolaborasi yang luar biasa dan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan budaya riset yang berkualitas," ucapnya.


Edi mengatakan capaian tersebut memperkuat komitmen SMAN CMBBS sebagai Sekolah Unggul Garuda Transformasi dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis riset, inovasi, dan pengembangan talenta peserta didik.


Melalui Riset Kolaboratif, sekolah mendorong peserta didik menghasilkan karya ilmiah yang dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing di kompetisi nasional dan internasional. (Red).

Bancakan Bareng Relawan dari Jepang, Tinawati Andra Soni Kenalkan Kuliner dan Budaya Banten

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni Mengajak Rombongan Relawan Dari Jepang Yang Tergabung Dalam The Global Organization Of Dreamers (GOOD!), Berkeliling Area Persawahan.


Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni bersilaturahmi dengan 20 relawan dari Jepang yang tergabung dalam The Global Organization of Dreamers (GOOD!) di Kampung Ciseke, Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Kamis (20/8/2026).Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab sambil menikmati kuliner khas Banten. 


Tinawati bersama para relawan menikmati makan bersama dengan tradisi bancakan menggunakan alas daun pisang. Sambil menyantap hidangan, mereka berbincang dan saling bertukar cerita serta mengenalkan budaya masing-masing.


Usai makan bersama, suasana semakin cair ketika rombongan berkeliling di area persawahan. Tinawati juga mengenalkan sejumlah kuliner tradisional Banten kepada para relawan, mulai dari rujak buah sebagai hidangan penutup hingga jajanan seperti jojorong, kelepon, arem-arem dan tahu baso.


Tinawati mengatakan, kehadiran relawan Jepang di Ciseke merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial yang tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang interaksi dan pertukaran budaya.


“Saya bersama GOOD! dan Fesbuk Banten News sebagai penghubung melihat ini sebagai langkah yang baik dan luar biasa. Selain kegiatan bakti sosial dan pembangunan jembatan, ini menjadi ruang bagi masyarakat luar untuk mengenal Banten secara langsung,” ujar Tinawati.


Menurutnya, keterlibatan relawan asing menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Banten merupakan daerah yang aman dan ramah bagi wisatawan maupun masyarakat dari berbagai negara.


“Adanya warga Jepang di sini menjadi publikasi terbaik untuk menunjukkan Banten yang aman dan ramah. Mereka bertukar budaya, pengalaman dan saling mengenal,” katanya.


Tinawati juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan GOOD! serta Fesbuk Banten News yang telah mendampingi kegiatan tersebut.


“Terima kasih Koji dan teman-teman yang sudah membantu warga Ciseke. Semoga kunjungannya berkesan. Terima kasih Fesbuk Banten News yang telah mempersiapkan dan terus membersamai seluruh kegiatan yang dilakukan sejak awal,” ujarnya.



Koordinator GOOD! Jepang Koji Isoda mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat sejak hari pertama kedatangan mereka di Banten.


“Sejak kami datang, kami disambut dengan ramah oleh warga Indonesia. Kami sangat berterima kasih. Kami mendapat pengalaman berharga mengenal kehidupan pedesaan di Banten,” kata Koji.


Menurutnya, keramahan warga menjadi pengalaman yang berkesan. Para relawan juga mendapat kesempatan mencicipi berbagai makanan dan buah-buahan tradisional yang sebelumnya belum pernah mereka temui.


“Warga sangat ramah dan menawarkan berbagai makanan tradisional serta buah-buahan yang belum pernah kami lihat sebelumnya,” ujarnya.


Direktur Fesbuk Banten News Lulu Jamaludin mengatakan, pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pendampingan relawan Jepang selama berada di Batukuwung.


“Sejak pertama datang, mereka sudah disambut warga. Hari ini mereka kembali mendapat sambutan dari Ibu Tinawati. Kami makan bersama dengan tradisi bancakan dan berbagi cerita,” kata Lulu.


Lulu berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi contoh semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat.


“Kami berkolaborasi memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Batukuwung Serang. Semoga semangat gotong royong dan kemandirian ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat sekitar,” ujarnya. (Red).

Pernah Jadi Ketua Karang Taruna RW dan Kini Gubernur Banten, Andra Soni Ajak Pemuda Terus Mengabdi

Gubernur Banten Andra Soni, Memberikan Sambutan Pada Pengukuhan Pengurus Provinsi Karang Taruna Banten Masa Bakti 2026-2031, Yang Digelar Di KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (20/08/2026).


Gubernur Banten Andra Soni mengaku ia pernah menjadi Ketua Karang Taruna tingkat RW. Itu terjadi pada 1996-1998 di RW 09 Kelurahan Tajur, Kecamatan Cileduk, Kota Tangerang, yang pada waktu itu masih Provinsi Jawa Barat.


Cerita itu ia sampaikan saat melakukan pengukuhan Pengurus Provinsi Karang Taruna Banten masa bakti 2026-2031 di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang. Kamis (20/8/2026). Ia bersyukur, pengukuhan ini mengingatkan dirinya saat menjadi anggota dan dapat berkontribusi pada masyarakat.


"Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengucapkan selamat atas pengukuhan pengurus Karang Taruna. Karang Taruna sebagai wadah generasi muda untuk tumbuh, berkarya, dan mengabdi," katanya.


Andra Soni berharap, pengukuhan Karang Taruna menjadi momentum penting untuk menghidupkan gerakan kesetiakawanan sosial di seluruh wilayah Banten. Ia mengajak Karang Taruna menjadikan nilai-nilai kepedulian, gotong royong sebagai kekuatan, dan pengabdian sebagai karakter pemuda.


"Dengan semangat tersebut, Karang Taruna diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kesejahteraan sosial sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat, ujarnya.


Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) Abdul Malik Haramain mengatakan, pengukuhan ini merupakan agenda reguler. Salah satu programnya adalah untuk memastikan struktur mulai dari pusat sampai ke desa.


"Intinya, Karang Taruna harus terus bergerak untuk melakukan pemberdayaan sosial, membantu dan menjadi pendukung pemerintah daerah, provinsi, kabupaten, kota sampai ke tingkat paling bawah di desa," ujarnya.



Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia Agus Jabo Priyono mengucapkan selamat atas pengukuhan pengurus. Ia berharap Karang Taruna berjuang untuk ikut mengamankan program prioritas presiden.


"Kita meminta supaya Karang Taruna bersinergi dengan pemerintah sebagai pilar sosial untuk menyukseskan program-program presiden," katanya.


Ketua Karang Taruna Banten, Yudi Wibowo, menegaskan bahwa lembaganya hadir sebagai "anak kandung" pemerintah yang berakar dari regulasi Kementerian Sosial serta Surat Keputusan (SK) Pengurus Nasional. 


Menurutnya, fokus utama organisasi setelah pengukuhan ini adalah memastikan kehadiran Karang Taruna dirasakan langsung melalui sinergi nyata dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta visi-misi kepala daerah.


"Sejatinya Karang Taruna dibentuk untuk membantu pemerintah dalam bidang sosial dan kepemudaan. Kami berkomitmen setelah dikukuhkan ini untuk melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten guna menyelesaikan berbagai target pembangunan,"  Kata Yudi.



Sebagai informasi, dalam acara pengukuhan juga diberikan Karang Taruna Awards dan Tokoh Peduli Karang Taruna. Penghargaan diberikan kepada Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Gubernur Banten Andra Soni, Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten Herry Hermanus Horo, dan Ketua Karang Taruna Provinsi Banten masa bakti 2020–2025 Andika Hazrumy.


Penghargaan Tokoh Peduli Karang Taruna diberikan kepada Ayu Irti Batul Qolby asal Karang Taruna Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang, Achmad Syafe’i asal Karang Taruna Kecamatan Karawaci Kota Tangerang, Iding Gunadi asal Karang Taruna Kecamatan Pagelarang Kabupaten Pandeglang. (Red).

Wamenkes Apresiasi Kecekatan Gubernur Banten Andra Soni, Program CKG Tembus 5,9 Juta Warga

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia, Benyamin Paulus Oktavianus Memberikan Sambutan Saat Meninjau Kegiatan Cek Keshatan Gratis (CKG), Di Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Kamis, (20/08/2026).


Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benyamin Paulus Oktavianus mengapresiasi kecekatan Gubernur Banten Andra Soni terhadap kesehatan warganya. Hal itu terlihat dari capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang sudah jauh melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat dan termasuk yang tertinggi secara nasional.


Tidak hanya Program CKG, capaian temuan dan penanganan tuberkulosis (TBC) di Provinsi Banten juga termasuk yang tertinggi secara nasional. TBC menjadi fokus utama penanganan kesehatan pemerintah pusat karena dampaknya sangat buruk terhadap tingkat produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.


"Ini tahun kedua saya datang ke Provinsi Banten, dan ternyata progresnya begitu cepat dari tahun lalu. Maka dari itu saya sangat mengapresiasi atas kecekatan dan kepedulian Gubernur Banten Andra Soni terhadap kondisi kesehatan warganya," katanya seusai meninjau pelaksanaan Program CKG di Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Kamis (20/8/2026).


Sebanyak 450 warga melakukan cek kesehatan dari sembilan kecamatan di Kabupaten Tangerang yang meliputi Kecamatan Sindang Jaya, Gunung Kaler, Kresek, Sukamulya, Jayanti, Balaraja, Cikuya, Cisoka, dan Tigaraksa. Berdasarkan catatan, capaian Program CKG di Provinsi Banten sampai 19 Agustus 2026 mencapai 5.934.010 atau 100,60 persen atau masuk tiga besar capaian tertinggi nasional. Sementara untuk capaian penanganan TBC tertinggi secara nasional mencapai 62,4 persen di atas Provinsi Jawa Barat yang mencapai 57,9 persen, dengan keberhasilan pengobatan mencapai 91 persen.


Pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran fisik dan status gizi, cek tekanan darah, serta pemeriksaan laboratorium seperti gula darah dan rontgen. Selain itu, Benyamin melihat kesadaran masyarakat Banten untuk mengikuti Program CKG cukup tinggi. Pemahaman seperti ini, katanya, menjadi modal dasar yang harus terus dipelihara karena tidak semua daerah kondisinya seperti di Provinsi Banten.


"Saya dari kemarin meninjau berbagai kegiatan CKG dan penanganan TBC di Kabupaten Tangerang, ternyata memang antusiasme warganya begitu tinggi, termasuk pelayanan dari nakes-nya juga cukup baik," imbuhnya.


Dikatakan Benyamin, program prioritas Presiden Prabowo ini sebagai bentuk pencegahan yang dilakukan pemerintah agar kualitas kesehatan masyarakat tetap terjaga. Sebagaimana diketahui, saat ini kasus cuci darah, stroke, dan jantung yang begitu tinggi. Hal itu salah satu penyebabnya adalah hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol.


"Dengan mengikuti CKG, masyarakat yang mempunyai riwayat hipertensi dan diabetes bisa langsung ditangani dan diberikan obat, untuk kemudian bisa melakukan pengobatan ke Puskesmas terdekat, jika perlu tindakan lebih lanjut akan ditangani di rumah sakit. Di Banten ini rumah sakitnya sudah bagus-bagus, lengkap, serta gratis," ujarnya.


Di tempat yang sama, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, dirinya bersama seluruh Bupati dan Wali Kota selalu terus mengajak masyarakat Banten untuk melakukan Program CKG. Pasalnya, ia meyakini dengan cek kesehatan standar harapan hidup masyarakat bisa meningkat, salah satunya melalui pengetahuan terhadap kondisi kesehatannya.


"Alhamdulillah, Provinsi Banten sudah melampaui target nasional untuk capaian CKG, yakni mendekati 6 juta warga. Meski demikian, kami akan terus bekerja keras karena kami ingin lebih dari 50 persen warga Banten mengikuti CKG," jelasnya.


Menurut Andra Soni, paradigma pembangunan kesehatan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pengobatan setelah sakit, tetapi lebih menekankan pada promotif dan preventif. Yaitu menjaga masyarakat tetap sehat melalui pola hidup sehat, deteksi dini, serta pengendalian faktor risiko penyakit.


"Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama," katanya. (Red).