BERITA BARU
pemerintahan/block-5
BERITA PILIHAN
pemerintahan/block-3
NEW UPDATE
pemerintahan/block-3
| Gubernur Banten Andra Soni, Hadiri Kegiatan Jaga Desa Dan Rapat Koordinasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Tangerang. |
Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi ditunjuknya Provinsi Banten sebagai proyek percontohan pelaksanaan optimalisasi program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia. Program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengawasan tata kelola keuangan di tingkat desa.
“Alhamdulillah, Provinsi Banten menjadi proyek percontohan dari kegiatan optimalisasi program Jaga Desa Kejagung RI,” ujar Andra Soni dalam kegiatan Jaga Desa dan Rapat Koordinasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Tangerang di Lemo Hotel Serpong, Kamis (12/3/2026).
Melalui program ini, Andra berharap Jaga Desa dapat dioptimalkan dengan melibatkan BPD melalui pendampingan kejaksaan. Sinergi tersebut dinilai krusial untuk memastikan pengawasan pembangunan dan keuangan desa berjalan efektif.
"Agar semua program, baik dari pemerintah pusat maupun daerah, bisa berjalan maksimal dan hasilnya bermanfaat bagi masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejagung Reda Manthovani menegaskan, Jaga Desa adalah wujud dukungan kejaksaan terhadap tata kelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel. Program ini menyinergikan peran BPD yang memang memiliki fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah desa.
"Agar para anggota BPD bisa lebih tajam dalam pengawasannya, maka disinergikan dengan program Jaga Desa. Ini bukan dalam rangka mencari kesalahan atau melakukan kriminalisasi," tegas Reda.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pertanggungjawaban keuangan desa saat ini telah menggunakan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) yang terintegrasi langsung dengan aplikasi Jaga Desa milik kejaksaan. Meski demikian, BPD diimbau untuk tetap turun langsung mengawasi jalannya kegiatan di lapangan.
"Sebab, pertanggungjawaban yang muncul dalam aplikasi Jaga Desa itu hanya berupa angka," pungkasnya.
(Red).
| Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi, Menyerahkan Bantuan Kepada Dalam Agenda Buka Puasa Bersama Dan Aksi Sosial Bulan Suci Ramadhan. |
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi mengapresiasi peningkatan kinerja PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat jajaran manajemen terlena dan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Memang kinerja Bank Banten lambat laun, pelan tapi pasti semakin baik. Kita harus bisa membuktikan bahwa Bank Banten bisa lebih baik dari hari ini,” ungkap Deden saat menghadiri agenda Buka Puasa Bersama dan Aksi Sosial Bulan Suci Ramadan di Graha Bank Banten, Kota Serang, Kamis (12/3/2026).
Sejauh ini, kinerja Bank Banten menurutnya terus menunjukkan perbaikan dan patut diapresiasi. Meski demikian, sebagai bank pembangunan daerah, Bank Banten dituntut untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar mampu bersaing di industri perbankan.
Deden juga menekankan pentingnya penguatan layanan berbasis digital. Perkembangan teknologi telah mengubah pola transaksi masyarakat sehingga bank harus mampu menyediakan layanan yang mudah diakses secara digital.
“Sekarang masyarakat menggunakan gadget dan alat telekomunikasi untuk bertransaksi. Karena itu pelayanan digital harus terus ditingkatkan agar masyarakat semakin nyaman menyimpan dan mengelola keuangannya di Bank Banten,” katanya.
Selain digitalisasi, Deden juga menyoroti pentingnya penguatan identitas korporat sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan publik. Identitas perusahaan harus semakin tampak di ruang publik sehingga masyarakat semakin mengenal Bank Banten.
“Identitas perusahaan itu penting agar masyarakat semakin mengenal Bank Banten. Kalau sudah kenal, maka kepercayaan masyarakat juga akan tumbuh,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar fasilitas kantor cabang terus diperhatikan agar memberikan kenyamanan dan kepercayaan bagi nasabah. Dengan begitu, Bank Banten dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat.
“Performa kantor juga harus meyakinkan masyarakat agar mereka percaya menitipkan sesuatu yang berharga di Bank Banten,” tambahnya.
Sementara itu, Komisaris Utama Bank Banten Hoiruddin Hasibuan mengatakan kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan semangat seluruh karyawan dalam mengembangkan Bank Banten ke depannya.
“Kegiatan buka bersama ini sebenarnya adalah kebersamaan kita seluruh karyawan. Di samping melaksanakan kegiatan keagamaan, kita berharap dengan adanya kegiatan ini semangat teman-teman dalam mengembangkan Bank Banten semakin besar,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong peningkatan pelayanan kepada nasabah. Termasuk memperkuat sistem teknologi informasi melalui kerja sama dengan Bank Jatim.
“Dengan adanya kerja sama KUB dengan Bank Jatim, peningkatan terhadap IT kita terus didiskusikan agar pelayanan terhadap nasabah bisa semakin baik dan komplain-komplain bisa berkurang,” katanya.
Di tempat yang sama, Direktur Utama Muhammad Busthami menuturkan peningkatan pelayanan menjadi komitmen utama manajemen Bank Banten. Utamanya dalam mencapai target perusahaan pada tahun 2026 dan di tahun yang akan datang.
“Peningkatan pelayanan sudah menjadi bagian dari komitmen kami. Salah satu strategi pencapaian target tahun 2026 adalah penguatan service excellence dan operational excellence,” ujarnya.
Selanjutnya, ia menegaskan Bank Banten juga telah membentuk unit kerja khusus yang menangani informasi nasabah serta penyelesaian keluhan secara lebih cepat dan terintegrasi. Hal itu sebagai langkah dalam meningkatkan pelayanan.
“Kita sudah membuat unit kerja khusus untuk melayani customer information dan penyelesaian customer complaint, sehingga permasalahan yang muncul bisa segera dicarikan solusi,” jelasnya.
Busthami menambahkan, Bank Banten juga tengah melakukan penguatan identitas korporat melalui proses rebranding agar masyarakat semakin mengenal jati diri Bank Banten sehingga dapat memberikan kepercayaan kepada Bank Banten.
“Melalui proses rebranding ini kita ingin menyajikan kepada masyarakat luas warna dan jati diri Bank Banten, termasuk penguatan identitas perusahaan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bank Banten menyalurkan sejumlah bantuan kepada anak yatim. Bantuan tersebut juga dilaksanakan di seluruh kantor cabang dan kantor cabang pembantu Bank Banten.
(Red).
| Gubernur Banten Andra Soni, Bersama Istri Tinawati Andra Soni, Secara Langsung Menunaikan Zakat Melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZANAS). |
Gubernur Banten Andra Soni, mengajak para amil atau pengelola zakat, infak, dan sedekah untuk mengarahkan penyaluran dana zakat pada program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kurang mampu, zakat memiliki potensi besar sebagai modal usaha produktif guna meningkatkan kesejahteraan penerimanya secara berkelanjutan.
“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berharap BAZNAS terus mengembangkan program zakat produktif. Kita ingin pemberian zakat ini dapat membuat penerimanya menghasilkan sesuatu secara mandiri dan terus-menerus,” ujar Andra Soni dalam acara Peringatan Nuzulul Qur'an dan Gebyar Zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten di Masjid Raya Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Selasa (10/3/2026).
Andra meyakini bahwa potensi zakat di Provinsi Banten masih dapat dimaksimalkan melalui berbagai inovasi dan kolaborasi lintas sektor. Berdasarkan data BAZNAS Banten, sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, total zakat yang terhimpun mencapai Rp29,308 miliar dan telah disalurkan kepada 56.629 penerima manfaat.
Selain sektor ekonomi, Gubernur juga memberikan apresiasi atas alokasi zakat untuk bantuan pendidikan. Hal ini dinilai sejalan dengan fokus Pemprov Banten dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Zakat yang diberikan sebaiknya tidak langsung habis, tetapi dikembangkan untuk membantu usaha yang bisa memenuhi kebutuhan hidup jangka panjang,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Prof. Wawan Wahyuddin, menjelaskan bahwa seluruh penyaluran zakat telah dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat, yakni kepada delapan golongan (asnaf). Melalui momentum Gebyar Zakat ini, BAZNAS menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar untuk disalurkan kepada yang berhak.
"Sesuai firman Allah, dana ini akan disalurkan diantaranya kepada fakir miskin, mualaf, gharimin, ibnu sabil, dan fisabilillah agar memberikan keberkahan bagi semua," ungkap Wawan.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Andra Soni bersama istrinya, Tinawati, turut menunaikan zakat melalui BAZNAS secara langsung. Ia juga menyerahkan santunan kepada para pramukantor di lingkungan Pemprov Banten serta masyarakat kurang mampu yang tinggal di sekitar kawasan KP3B.
Syenal (29), salah seorang pramukantor yang menerima bantuan, menyatakan rasa syukur dan terima kasihnya atas kepedulian tersebut. Ia mengaku bantuan ini sangat membantu keluarganya menjelang hari raya. “Sangat bersyukur, bantuan ini bisa digunakan untuk keperluan hari raya anak dan istri,” pungkasnya.
(Red).
| Camat Curug Eni Sudaryani Memberikan Bantuan Untuk Anak Yatim. |
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Curug Eni Sudaryani, serta para lurah se-Kecamatan Curug.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan Safari Ramadan juga diisi dengan penyaluran berbagai bantuan dan santunan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut disalurkan melalui Baznas Kota Serang sebagai bentuk kepedulian sosial pemerintah kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Serang menyalurkan santunan kepada berbagai kelompok masyarakat. Di antaranya santunan untuk lima lansia dhuafa sebesar Rp500 ribu per orang, santunan untuk lima anak yatim dhuafa sebesar Rp500 ribu per orang, serta santunan bagi lima pemandi jenazah masing-masing Rp500 ribu.
Santunan juga diberikan kepada lima marbot masjid dan lima guru ngaji yang masing-masing menerima Rp500 ribu. Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan kesejahteraan kegiatan keagamaan kepada masjid sebesar Rp2,5 juta dan musala sebesar Rp2 juta.
Selain santunan dan beasiswa, Pemkot Serang juga menyalurkan bantuan paket Ramadan Bahagia bagi mustahik sebanyak 150 paket, bantuan Al-Qur’an sebanyak 40 buah, serta bantuan kurma untuk masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan kegiatan Safari Ngabuburit Ramadan yang digelar di setiap kecamatan merupakan upaya pemerintah untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi pembangunan daerah.
“Harapan kami Pemerintah Kota Serang, dengan adanya Safari Ngabuburit Ramadan ke setiap kecamatan ini akan menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat Kota Serang. Kami juga memohon maaf karena tidak setiap sudut Kota Serang dapat kami singgahi,” ujar Nanang.
Ia menjelaskan, meskipun tidak semua wilayah dapat dikunjungi secara langsung, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi perwakilan silaturahmi pemerintah dengan masyarakat di setiap kecamatan.
“Kami bersama Forkopimda, kepala OPD, serta berbagai organisasi kemasyarakatan hadir dalam rombongan safari ini. Mudah-mudahan dari kegiatan ini kami juga mendapatkan banyak masukan dari masyarakat yang menjadi bekal dalam pembangunan Kota Serang, baik secara fisik maupun rohani,” ujarnya.
Nanang menambahkan, Pemerintah Kota Serang memiliki komitmen untuk terus membangun daerah agar menjadi kota yang lebih baik dan penuh keberkahan.
“Kami berharap Kota Serang dapat menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Momentum Ramadan ini juga kita jadikan sebagai bulan untuk membersihkan jiwa, memperkuat ibadah, serta meningkatkan silaturahmi dan amal kebaikan,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Curug Eni Sudaryani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Serang yang telah menjadikan Kecamatan Curug sebagai salah satu lokasi kegiatan Safari Ramadan sekaligus menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di bulan suci Ramadan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Serang dan Baznas Kota Serang atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kecamatan Curug. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi para lansia, anak yatim, marbot, guru ngaji, serta para mustahik,” ujar Eni.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena selain membantu masyarakat juga mempererat hubungan antara pemerintah dengan warga.
“Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membawa keberkahan dan semakin menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi bantuan yang telah disalurkan. Diharapkan santunan tersebut dapat menjadi amal kebaikan bagi semua pihak sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat di bulan suci Ramadan. (Adv)
| Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, Bersama Wakil Gubernur Lemhanas Madya Laksamana TNI Edwin. |
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah memaparkan berbagai strategi penguatan ketahanan pangan saat menyambut peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX 2026 di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (9/3/2026). Ia juga menegaskan soal pentingnya kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Forkopimda.
Wagub mengungkapkan, wilayah Provinsi Banten terbagi menjadi wilayah Utara dan Selatan. Wilayah Utara meliputi Tangerang Raya yang didominasi oleh daerah industri. Sementara wilayah Selatan yang meliputi Kabupaten Pandeglang, Lebak, dan Serang masuk daerah pertanian dan perkebunan.
Perkembangan di wilayah utara dengan daerah industrinya menurutnya cukup signifikan. Sementara untuk wilayah selatan menjadi penyumbang lumbung pangan nasional ke-8.
Dari tiga wilayah itu, pada tahun 2025, Provinsi Banten mengalami lonjakan signifikan produksi padi sebesar 14,41 persen atau dari 1,55 juta ton menjadi 1,77 juta ton, dengan penambahan perluasan lahan dari 299.000 hektare menjadi 349.288 hektare.
“Hal itu sesuai dengan tema SSDN P4N LXIX tahun 2026 ini yakni kebijakan pangan nasional, menuju ketahanan pangan dan kesejahteraan Indonesia,” katanya.
Untuk mendukung swasembada padi yang berkelanjutan, Pemprov Banten telah menerapkan berbagai kebijakan seperti optimalisasi irigasi, memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani serta mempercepat masa tanam.
“Kemudian secara kekuatan finansial APBD, Banten menjadi peringkat pertama secara nasional dengan kemandirian fiskalnya mencapai 80 persen. Artinya, untuk menunjang berbagai pembangunan yang dilakukan, sebagian besar tertumpu pada PAD,” katanya.
Selain padi, komoditas pangan lainnya juga terus dikembangkan. Salah satunya yang menjadi konsen Pemprov Banten adalah produksi jagung. Untuk mendorong swasembada jagung, Pemprov Banten berkolaborasi dengan Polda Banten.
Pada tahun 2025, luas tanam jagung yang sudah terealisasi mencapai 2.498,5 hektare atau 99,94 persen dari target yang telah ditetapkan oleh Mabes Polri seluas 2.500 hektare dengan hasil produksi mencapai 2.997,1 ton.
“Di tahun 2026 ini, Polda Banten menargetkan perluasan lahan tanam jagung seluas 3.775,42 hektare dengan total yang sudah ditanam pada kuartal I mencapai 406,27 hektare,” kata Kapolda Banten Irjen Hengki menambahkan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lemhanas Laksamana Madya TNI Edwin menambahkan, P4N ini merupakan program pemantapan pimpinan tingkat nasional. Mereka adalah calon pemimpin yang menjunjung moralitas, beretika, dan bermental negarawan serta berpikir strategis, terampil dalam memecahkan masalah dalam lingkup nasional, regional, dan global. Pendidikan diikuti oleh 54 peserta yang terdiri dari jajaran TNI 25, Polri 14, ASN 12, dan non-ASN serta negara sahabat 3 orang.
“Ini adalah kelompok A, di mana Banten dipilih sebagai wilayah kunjungan strategis dengan orientasi peningkatan kemampuan analisis berbagai permasalahan di daerah,” katanya.
(Red).
| Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, Mengintruksikan Seluruh OPD Di Pemerintahan Provinsi Banten Bergerak Cepat Menangani Banjir Yang Melanda Sejumlah Wilayah Di Banten. |
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah. Instruksi disampaikan Dimyati menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir dan menyebabkan 62 desa dan kelurahan terendam banjir.
“Saya minta kepada semua OPD harus segera tanggap darurat untuk mengantisipasi banjir. Hujannya sangat deras, dari pagi sampai malam,” ujar Dimyati di Kota Serang, Minggu (8/3/2026).
Wagub mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat yang terdampak banjir di berbagai wilayah. Menurutnya, pemerintah harus hadir dengan cepat memberikan penanganan dan bantuan kepada warga.
“Karena itu semua dinas harus bergerak,” katanya.
Dimyati secara khusus meminta sejumlah perangkat daerah yang berkaitan langsung dengan penanganan bencana segera turun ke lapangan. Mulai dari dinas teknis penanganan bencana hingga ke penanganan sosial.
“Pertama Dinas Sosial, BPBD, PUPR, Perkim, dan semua dinas terkait saya minta aktif,” tegasnya.
Ia menambahkan, banjir yang terjadi di beberapa wilayah menunjukkan bahwa sejumlah kawasan di Banten memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap cuaca ekstrem. Oleh karena itu, Dimyati menegaskan seluruh jajaran harus memiliki kepekaan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat seperti banjir.
“Kita harus punya sense of crisis terhadap kondisi ini,” kata Dimyati.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), banjir yang terjadi pada 6–8 Maret 2026 telah berdampak pada 62 desa dan kelurahan di sejumlah wilayah Banten. Wilayah terdampak tersebar di Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Serang, serta Kota Cilegon.
(Red).
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyalurkan bantuan renovasi pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Amsiah (76) seorang lansia yang hidup seorang diri di Kampung Cicayur, Desa Pagedangan, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (4/3/2026).
Bantuan yang diberikan bersumber dari BAZNAS Provinsi Banten sebesar Rp 25 juta. Wagub Dimyati berpesan kepada Amsiah agar uang tersebut digunakan seluruhnya untuk kebutuhan renovasi rumah.
Kemudian kepada kepala desa dan perangkatnya, Dimyati berpesan agar ikut membantu selama proses pembangunannya sampai selesai. "Tolong nanti diawasi juga dibantu. Bergotong rotong," katanya.
Selain untuk renovasi rumah Amsiah, di lokasi tersebut Dimyati juga memberikan bantuan untuk anak Amsiah, Ahmad Rizal (38) sebesar Rp 5 juta untuk modal usaha, masjid Rp 10 juta dan musala Rp 5 juta.
Amsiah tinggal di sebuah rumah berukuran sekitar 3X4. Ketua RT setempat Bajuri mengatakan, rumah yang ditempati Amsiah itu merupakan hasil gotong royong dan swadaya warga.
Pasalnya, setelah tidak lagi tinggal bersama anak-anaknya, Amsiah hanya dibekali uang Rp 20 juta dari pembagian waris. Berdasarkan hasil musyawarah bersama, uang itu kemudian dibelikan sepetak tanah.
"Sementara rumahnya kita bangun swadaya," ujarnya.
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Amsiah berjualan minyak keliling dari kampung ke kampung sambil mencari barang-barang rongsok. "Kadang warga juga ngirim makanan ke rumah bu Amsiah, ada yang harian, ada juga yang mingguan," imbuhnya.
Sementara itu, Ahmad Rizal mengaku bersyukur kondisi ibunya mendapat perhatian dari pemerintah. Menurutnya, selama ini ibunya hidup seorang diri setelah anak-anaknya berkeluarga. "Rata-rata memang tinggalnya jauh, hanya saya yang cukup dekat," katanya.
Selain itu, penghasilan Rizal yang hanya cukup untuk kebutuhan keluarga, hanya sekali-kali bisa membantu ibunya. "Kadang seminggu sekali nengok ibu," katanya.
(Red).
COPYRIGHT © BeritaMarcusuar.com