BERITA BARU
pemerintahan/block-5
BERITA PILIHAN
pemerintahan/block-3
NEW UPDATE
pemerintahan/block-3
| Gubernur Banten Andra Soni, Bersama BPK RI Provinsi Banten, Pada Kegiatan Entry Meeting Pemeriksaan Interim Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah LKPD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025. |
Gubernur Banten Andra Soni memerintahkan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk kooperatif dan memberikan data untuk pemeriksaan keuangan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Para aparatur diminta siap untuk mempertahankan opini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sebagai daerah dengan pemeriksaan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
"Baru saja kami menyelesaikan kegiatan bersama dengan BPK RI Perwakilan Provinsi Banten untuk kegiatan entry meeting pemeriksaan interim atas laporan keuangan Pemerintah Daerah LKPD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025," kata Andra Soni di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Kamis (19/2/2026).
Gubernur mengucapkan terima kasih atas kerja sama dengan BPK pada proses pemeriksaan keuangan. Ia berharap opini WTP kembali diperoleh pada pemeriksaan keuangan tahun 2025.
“Saya telah sampaikan tadi beberapa poin terkait proses pemeriksaan ini. Intinya adalah bagaimana pemeriksaan ini bisa berjalan dengan lancar dan maksimal," ujarnya.
Sementara, Kepala BPK Perwakilan Banten Firman Nurcahyadi mengatakan, pemeriksaan interim dimulai hari ini hingga tanggal 13 Maret 2026. Pemeriksaan berkala ini dapat diperpanjang waktunya hingga akhir Mei 2026.
Firman menjelaskan, Pemprov Banten akan menyerahkan laporan keuangan yang telah diaudit pada tanggal 30 Maret. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemeriksaan terperinci dan diserahkan kembali dari BPK ke Pemprov Banten pada sekitar tanggal 29 sampai tanggal 31 Mei 2026.
"Ini kegiatan rutin kami melakukan pemeriksaan laporan keuangan Pemerintah Provinsi Banten," paparnya.
(Red).
| Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Serang, Menggelar Kirab Dan Pentas Seni Budaya Lintas Etnis, Suku, Dan Agama, Yang Berlangsung Di Royal Baroe, Kota Serang, Minggu (15/02/2026). |
Mengusung tema “Merawat Kebhinekaan, Meneguhkan Persaudaraan Lintas Agama Melalui Budaya”, kegiatan ini menjadi momentum istimewa dalam menyambut Ramadan 1447 H yang beriringan dengan Tahun Baru Imlek 2577/2026.
Lebih dari sekadar agenda budaya, perhelatan ini menjadi cerminan nyata satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang, Budi–Agis, dalam menjaga harmoni dan toleransi di Kota Serang.
Kirab berlangsung meriah. Perwakilan umat Islam, Hindu, Buddha, Kristen, dan Khonghucu tampil memukau dalam parade budaya lintas iman. Aneka busana adat, pertunjukan seni tradisional, hingga atraksi budaya memperlihatkan keberagaman yang hidup berdampingan secara damai di Kota Serang.
Ia mengingatkan, sejarah panjang Kesultanan Banten telah membuktikan keterbukaan masyarakat Banten terhadap perbedaan sejak masa lampau. Kejayaan Pelabuhan Karangantu sebagai pelabuhan internasional menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Banten telah lama hidup dalam harmoni dan interaksi lintas budaya.
“Sejak dahulu kala di Kesultanan Banten ini sudah hidup harmoni, saling memahami, dan saling mendukung. Itu bukti masyarakat Banten sangat terbuka,” ujarnya.
Menurutnya, keberagaman di Kota Serang bukan hanya realitas sosial, melainkan modal besar dalam membangun daerah yang maju dan berdaya saing. “Berbeda itu indah. Perbedaan justru menjadi potensi untuk kita bersatu,” ujarnya.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, keberagaman suku dan agama di Kota Serang sudah ada sejak dulu. Melalui kegiatan ini, menunjukkan sekaligus membuktikan bahwa masyarakat Kota Serang memiliki toleransi yang tinggi serta saling menghormati antar umat beragama.
"Alhamdulillah, acara ini lancar dan semua masyarakat dari berbagai suku dan agama ikut merayakan. Kita semua sama, warga Kota Serang, dan tidak memandang suku maupun agama, semua toleransi dan saling menghormati," katanya.
Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia menegaskan kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen kepemimpinan Budi–Agis dalam melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan agama, budaya, maupun ras.
“Ini adalah bukti nyata bahwa Pemkot melayani seluruh agama, seluruh budaya, seluruh ras. Kita tidak akan membedakan. Kita akan terus menjaga toleransi dan hubungan umat beragama di Kota Serang,” ujarnya.
Selama satu tahun kepemimpinan Budi–Agis, Pemerintah Kota Serang konsisten memfasilitasi aktivitas keagamaan dan budaya. Mulai dari dukungan penyediaan venue kegiatan, fasilitasi rumah ibadah, hingga penguatan komunikasi lintas iman melalui FKUB dan Badan Kesbangpol.
Tak hanya itu, wacana politik anggaran untuk mendukung program kerukunan umat beragama pun menjadi perhatian serius. Pemerintah Kota Serang berkomitmen mendorong dukungan anggaran agar kegiatan-kegiatan lintas iman dan budaya dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Lebih jauh, kegiatan kirab budaya ini juga menjadi bagian dari visi besar menjadikan Kota Serang sebagai kota event dan destinasi wisata religi serta budaya.
Ia berkomitmen merapikan dan meningkatkan kualitas venue-venue publik agar dapat menjadi pusat kegiatan seni, budaya, musik, fashion, dan religi. Dengan penataan yang lebih baik, Kota Serang diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
"Semangat ini sejalan dengan misi kepemimpinan Budi–Agis untuk membangun Kota Serang yang inklusif, toleran, dan berdaya saing. Harmoni bukan hanya slogan, tetapi diwujudkan melalui kebijakan dan dukungan nyata," ujarnya.
Menurutnya Kirab dan Pentas Seni Budaya Lintas Iman ini menjadi simbol bahwa di tengah keberagaman, masyarakat Kota Serang tetap bersatu dalam semangat persaudaraan. Momentum Ramadan dan Imlek yang beriringan semakin mempertegas indahnya kebersamaan dalam perbedaan.
"Dengan fondasi sejarah yang kuat dan komitmen kepemimpinan yang inklusif, Kota Serang optimistis menjadi contoh praktik toleransi dan harmoni di Indonesia, kota yang merawat kebhinekaan untuk masa depan yang lebih maju," ujarnya.
(Adv).
| Gubernur Banten Andra Soni, Hadiri Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Untuk Memperkuat Tali Silaturahmi, Dan Memastikan Kerukunan Antarumat Beragama Di Provinsi Banten. |
Gubernur Banten Andra Soni menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang diselenggarakan di HS Residence, Situ Gadung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (17/2/2026). Kehadiran orang nomor satu di Banten ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memastikan kerukunan antarumat beragama di Provinsi Banten senantiasa terjaga.
“Selamat merayakan Imlek bagi saudara-saudara kita yang merayakan. Tradisi silaturahmi pada hari raya ini telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari identitas masyarakat Banten sejak lama,” ujar Andra Soni di sela-sela acara.
Warisan Harmoni Kesultanan Banten
Andra Soni menekankan bahwa semangat toleransi di Banten memiliki akar sejarah yang kuat sejak masa Kesultanan Banten. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan bangunan ikonik di Kawasan Banten Lama yang masih lestari hingga kini.
“Di Banten Lama, kita bisa melihat bukti nyata sejarah, ada masjid dan vihara yang berdiri berdampingan. Tradisi harmoni ini harus terus kita rawat sebagai fondasi pembangunan daerah,” paparnya.
Beliau juga mengapresiasi kontribusi komunitas Tionghoa, khususnya masyarakat Cina Benteng di Tangerang, yang selama ini telah berkolaborasi dengan sangat baik dalam mendukung program pemerintah dan menjaga kohesi sosial.
Apresiasi dari Pemerintah Kabupaten dan Tokoh Masyarakat
Senada dengan Gubernur, Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, turut memberikan ucapan selamat kepada masyarakat Tionghoa di wilayahnya. Ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan langsung Gubernur yang dinilai memberikan suntikan moral bagi warga.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur atas kehadirannya yang menyejukkan,” tutur Maesyal.
Sementara itu, tokoh masyarakat Tionghoa, Andi Surya, menilai kehadiran para pemimpin daerah ini sebagai wujud nyata praktik pluralisme. Ia berharap semangat kolaborasi ini tidak hanya muncul saat Imlek, tetapi juga pada hari besar agama lainnya.
“Ini adalah ciri pluralisme yang sangat baik. Kami berharap kerukunan ini menjadi modal utama agar kita bisa saling berkolaborasi menyongsong masa depan,” pungkas Andi.
Sekilas Tentang Imlek 2577 Kongzili
Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili merupakan Tahun Kuda Api. Dalam filosofi Tionghoa, Kuda Api melambangkan Semangat Keberanian, Energi untuk menghadapi tantangan,Tekad kuat dalam melangkah maju. Dorongan untuk terus bertumbuh dan berinovasi.
(Red).
| Gubernur Banten Andra Soni, Resmikan Pos Kesehatan Merah Putih Di Kawasan Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin, (16/02/2026). |
Gubernur Banten Andra Soni, meresmikan Pos Kesehatan Merah Putih yang berlokasi di kawasan Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Senin (16/2/2026). Kehadiran pos kesehatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat upaya preventif dan promotif kesehatan bagi masyarakat Banten.
Dalam sambutannya, Gubernur Andra Soni menyampaikan bahwa Pos Kesehatan Merah Putih difokuskan untuk membantu pemerintah dalam mendeteksi dini berbagai penyakit tidak menular (PTM) yang umum di masyarakat.
"Pos ini bertujuan mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan. Fokus utamanya adalah penanganan serta deteksi dini penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes," ujar Andra Soni.
Selain layanan pemeriksaan dasar, ke depannya pos ini akan dilengkapi dengan perangkat deteksi penyakit paru. Operasional pos kesehatan ini dikelola oleh relawan Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) yang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Banten serta Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak.
Aset Milik Masyarakat
Gubernur menegaskan bahwa meskipun pembangunan dan pengelolaan diinisiasi oleh relawan, fasilitas ini sepenuhnya merupakan aset publik. Ia berharap masyarakat Lebak dapat memanfaatkan serta menjaga fasilitas tersebut dengan baik.
"Ini bukanlah aset kelompok atau organisasi tertentu, melainkan aset masyarakat Banten, khususnya warga Lebak. Kami berharap kehadiran pos ini dapat memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan yang optimal dan mudah dijangkau," pungkasnya.
Perluasan Jangkauan Layanan
Pos Kesehatan Merah Putih kini telah tersebar di beberapa titik strategis di Provinsi Banten guna mendekatkan pelayanan kepada pusat aktivitas masyarakat. Hingga saat ini, sebaran pos meliputi Kabupaten Lebak 1 titik, Kabupaten Tangerang 1 titik, Kota Tangerang Selatan 1 titik, Kota Tangerang 2 titik, Kota Serang 1 titik.
Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif kolaboratif yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
(Red).
| Gubernur Banten Andra Soni, Pimpin Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Lebaran Tahun 2026, Yang Dihadiri Langsung Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi. |
Gubernur Banten Andra Soni, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Angkutan Lebaran Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, pada Senin (16/2/2026). Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, guna memastikan kesiapan infrastruktur dan manajemen arus mudik di wilayah Banten.
Gubernur Andra Soni menyatakan bahwa Rakor ini merupakan langkah awal untuk menyelaraskan persepsi dan tindakan antarpemangku kepentingan (stakeholders). “Kunjungan kerja Pak Menteri Perhubungan hari ini fokus pada penyelenggaraan angkutan lebaran tahun 2026. Seluruh pemangku kepentingan terlibat dalam rapat ini sebagai langkah awal koordinasi yang akan terus kami intensifkan ke depannya,” tutur Andra Soni.
Dalam kesempatan yang sama, Menhub Dudy Purwagandhi menekankan bahwa Provinsi Banten memegang peranan krusial dalam peta mudik nasional, khususnya pada sektor penyeberangan. Berbeda dengan arus mudik ke arah timur yang titik tujuannya terpecah ke berbagai kota, arus mudik ke arah barat dari wilayah Jabodetabek akan terkonsentrasi di ujung barat Pulau Jawa untuk menyeberang ke Sumatra.
“Melalui rakor ini, kami berharap penyelenggaraan angkutan lebaran tahun ini berjalan lancar dan terkoordinasi dengan baik. Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya menilai penyelenggaraan tahun 2025 berhasil dengan baik, dan kami menargetkan pengelolaan tahun 2026 ini harus jauh lebih optimal,” ujar Menhub Dudy.
Strategi Empat Pelabuhan untuk Urai Kemacetan
Sebagai langkah mitigasi kemacetan, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan skema optimalisasi empat pelabuhan di wilayah Banten Pelabuhan Pelindo Ciwandan Difokuskan untuk angkutan kendaraan roda dua dan truk kecil. Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera Disiapkan sebagai jalur alternatif dengan tujuan Pelabuhan Panjang, Lampung. Pelabuhan Penyeberangan Merak Diperuntukkan khusus bagi kendaraan pribadi dan bus. Pelabuhan Bakau Bandar Jaya (BBJ) Bojonegara Melayani kendaraan truk besar.
“Penyediaan empat pelabuhan ini adalah bentuk optimalisasi untuk memecah kepadatan. Dalam kondisi normal, hanya Pelabuhan Merak yang beroperasi secara penuh untuk penyeberangan utama. Pengaturan ini diharapkan dapat menjaga kelancaran lalu lintas di wilayah Provinsi Banten,” tambah Dudy.
Infrastruktur Jalan dan Proyeksi Arus Mudik
Terkait infrastruktur darat, Menhub mengungkapkan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum tengah melakukan perbaikan pada sejumlah jalan arteri. Perbaikan jalan tersebut ditargetkan selesai paling lambat pada H-10 Lebaran agar kondisi jalan sudah mulus saat dilalui pemudik. Menhub juga mengapresiasi koordinasi dengan Polda Banten dan Polres Cilegon dalam mengatur alur kendaraan selama masa perbaikan.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, diperkirakan sebanyak 143.915.953 orang akan melakukan perjalanan pada musim Lebaran 2026. Angka ini mendekati data riil pergerakan pada Lebaran 2025 yang mencapai 154.623.632 orang berdasarkan Mobile Positioning Data (MPD).
Khusus untuk wilayah keluar Jakarta, diprediksi terdapat 3,67 juta kendaraan atau naik 14 persen dari kondisi normal. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,96 juta kendaraan diperkirakan akan melintasi Gerbang Tol Cikupa menuju arah barat (Merak).
Pemerintah juga telah menetapkan masa operasional Posko Angkutan Lebaran 2026 selama 18 hari, yang dimulai pada 13 Maret 2026 (H-8) hingga 30 Maret 2026 (H+9).
(Red).
| Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, Memastikan Pemerintah Provinsi Banten Akan Hadir Langsung Dalam Menjaga Keamanan Dan Ketertiban Selama Bulan Suci Ramadan 2026. |
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan akan hadir langsung menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci Ramadan 2026. Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, ia akan turun langsung memantau kondisi masyarakat termasuk mengantisipasi balap liar yang kerap meresahkan.
“Kita tidak diam. Kita hadir. Kita akan keliling memastikan stabilitas keamanan selama Ramadan, termasuk melakukan monitor dan tarawih keliling,” ujar Dimyati di Pandeglang, Minggu (15/2/2026).
Pemantauan tersebut mencakup kegiatan menyerap aspirasi masyarakat, kebersihan lingkungan, keamanan, ketertiban umum, hingga kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah. Ia mengimbau masyarakat, segala bentuk aktivitas yang mengganggu Ramadan, harus segera dilaporkan termasuk balapan liar yang sering terjadi di berbagai daerah.
“Kalau ada yang mengganggu kekhidmatan bulan Ramadan, sampaikan kepada kami,” ucapnya dengan tegas.
Selain itu, Pemprov Banten juga meminta penyesuaian operasional tempat hiburan selama Ramadan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat yang berpuasa. Upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman, serta mencegah potensi gangguan seperti balap liar maupun aktivitas lain yang meresahkan.
“Intinya, kita ingin Ramadan berjalan tertib, aman, dan penuh keberkahan,” ujarnya.
(Red).
| Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, Menjawab Pertanyaan Awak Media Usai Menghadiri Kegiatan Tausiyah, Di Masjid Raya Al-Adzom, Kota Tangerang, Pada Minggu (15/02/2026). |
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengajak masyarakat Banten untuk memanfaatkan bulan Ramadan yang sebentar lagi tiba. Menurutnya, dengan segala kemuliaannya, bulan Ramadan harus bisa menjadikan manusia lebih baik.
Hal itu diungkapkan Dimyati usai menghadiri program tausiyah dengan tema, "Menjernihkan Hati, Menguatkan Negeri", yang disiarkan langsung oleh iNewsTV dari Masjid Raya Al-Adzom, Kota Tangerang, Minggu (15/2/2026) malam.
Menurut Dimyati, tujuan utama puasa Ramadan sebagaimana tertuang dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183 adalah untuk mencapai ketakwaan bagi orang-orang yang beriman. Maka dari itu, berbagai amalan ibadah harus kita tingkatkan selama bulan Ramadan.
"Apalagi seluruh amal baik, akan dilipatkan pahalanya," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Dimyati memberikan contoh amalan-amalan yang bisa dilaksanakan di bulan Ramadan seperti sabar, disiplin, meningkatkan kepedulian sosial serta senantiasa menjaga kebersihan baik kebersihan diri maupun lingkungan.
"Di bulan Ramadan itu kita harus banyak berbagi. Banyak berempati antarsesama," katanya.
Terakhir, Wagub mengingatkan adanya Nuzululquran yang terjadi pada malam ke-17 Ramadan dan malam Lailatul Qadar khususnya pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
"Ibadah pada malam ini bernilai lebih baik daripada seribu bulan," pungkasnya.
Acara yang dipandu oleh David Kholik itu menghadirkan beberapa penceramah yang dibagi pada beberapa segmen. Pada segmen pertama materi ceramah disampaikan oleh pemimpin Majelis Rasulullah Habib Nabiel Al Musawa tentang kewajiban puasa dan tujuan takwa.
Kemudian di segmen kedua, ceramah agama disampaikan oleh Ustazah Yati Priyati dengan tema besar kasih sayang Allah SWT dalam segala kemudahannya. Terakhir dari Abdul Kahfi yang menyampaikan bahwa bulan Ramadan adalah bulan Al-Qur'an. Selain ceramah agama, acara menyambut Ramadan itu juga diselingi oleh beberapa selawat.
(Red).
COPYRIGHT © BeritaMarcusuar.com