BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Slider

pemerintahan

Second Slider

pemerintahan

BERITA BARU

pemerintahan/block-5

BERITA PILIHAN

pemerintahan/block-3

NEW UPDATE

pemerintahan/block-3

Latest Articles

Jaring Bibit Unggul Santri, PORSADIN Curug Libatkan 28 Madrasah Diniyah

 


SERANG – Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) tingkat Kecamatan Curug, Kota Serang, menjadi ajang bagi para santri untuk menunjukkan bakat, mengembangkan potensi, dan meraih prestasi di bidang keagamaan, olahraga, serta seni.

Kegiatan yang digelar setiap dua tahun sekali ini diikuti 28 Madrasah Diniyah di wilayah Kecamatan Curug. Selain menjadi ajang kompetisi, PORSADIN juga menjadi sarana untuk menjaring santri berbakat yang berpeluang mengikuti perlombaan di tingkat lebih tinggi.

Camat Curug, Eni Sudaryani, mengatakan PORSADIN memiliki peran penting dalam menggali kemampuan dan potensi santri dari setiap lembaga pendidikan diniyah. Melalui kegiatan ini, para santri mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan bakat yang mereka miliki.

“Di PORSADIN ini kita bisa melihat bakat-bakat yang ada di tiap sekolah. Nantinya, anak-anak yang memiliki prestasi bisa kita bina agar dapat maju ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Eni Sudaryani.

Menurut Eni, potensi santri yang muncul dalam PORSADIN perlu mendapatkan perhatian dan pembinaan berkelanjutan. Dengan begitu, prestasi yang diraih tidak berhenti pada tingkat kecamatan, tetapi dapat berkembang hingga tingkat kota dan kompetisi lainnya.

Ia mencontohkan, santri yang memiliki kemampuan di bidang keagamaan dapat dipersiapkan untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Sementara itu, santri yang menunjukkan bakat di bidang olahraga berpeluang mendapatkan pembinaan untuk mengikuti Pekan Olahraga Kota (Porkot).

Karena itu, ia berharap PORSADIN dapat menjadi salah satu langkah untuk menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing. Pembinaan sejak dini dinilai penting agar para santri memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan sesuai dengan bidang yang diminati.

Selain mengejar prestasi, Eni juga berharap para peserta dapat mengambil pelajaran dari setiap perlombaan. Kompetisi yang sehat dapat menumbuhkan kedisiplinan, sportivitas, kepercayaan diri, serta semangat untuk terus belajar dan memperbaiki kemampuan.

Keikutsertaan 28 Madrasah Diniyah dalam PORSADIN Kecamatan Curug juga menunjukkan pentingnya peran lembaga pendidikan keagamaan dalam mendukung perkembangan anak. Kolaborasi antarlembaga diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi para santri untuk mengasah kemampuan dan meraih prestasi.

PORSADIN tidak hanya menjadi ruang untuk berkompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarsantri dan lembaga pendidikan diniyah. Melalui kegiatan ini, para peserta dapat saling mengenal, belajar, dan membangun semangat kebersamaan.

Pemerintah Kecamatan Curug berharap PORSADIN terus menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda. Dengan penjaringan dan pembinaan yang berkelanjutan, para santri diharapkan mampu meraih prestasi sekaligus tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berdaya saing, dan memiliki keseimbangan antara kemampuan keagamaan, olahraga, serta seni. (ADV) 

Lepas Sambut Lurah Sukawana, Camat Curug Dorong Kerja Nyata dan Kolaborasi

 


SERANG – Camat Curug, Eni Sudaryani, menekankan pentingnya gerak cepat, adaptasi, dan sinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pesan tersebut disampaikan dalam acara lepas sambut Lurah Sukawana dari H. Armin kepada Saidah yang digelar di wilayah Kecamatan Curug, Selasa (13/10/2026).

Eni mengatakan, pergantian kepemimpinan di tingkat kelurahan merupakan momentum untuk melanjutkan roda pemerintahan sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, lurah memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pemerintahan yang berhadapan langsung dengan berbagai kebutuhan, aspirasi, dan persoalan warga.

“Secara pribadi dan atas nama keluarga besar Kecamatan Curug, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih kepada Bapak H. Armin atas dedikasi, loyalitas, dan kerja kerasnya selama kurang lebih satu tahun menjabat sebagai Lurah Sukawana,” ujar Eni.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat bertugas di tempat yang baru kepada H. Armin. Eni berharap pengalaman dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas dapat menjadi bekal untuk melanjutkan tugas pemerintahan serta memberikan kontribusi positif di tempat penugasan berikutnya.

Kepada Saidah yang kini mengemban amanah sebagai Lurah Sukawana, ia berpesan agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami karakteristik masyarakat, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen di wilayahnya.

Eni menegaskan, pejabat kelurahan tidak cukup hanya menjalankan rutinitas administrasi, tetapi juga harus aktif turun ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.

“Selamat datang dan selamat mengemban amanah baru kepada Ibu Saidah sebagai Lurah Sukawana. Tugas besar telah menanti. Saya berharap Ibu Saidah bisa cepat beradaptasi dengan karakteristik masyarakat setempat serta ritme kinerja di lingkungan Kecamatan Curug,” katanya.

“Mari langsung action, turun ke lapangan, dan hadirkan solusi nyata untuk masyarakat,” lanjutnya.

Lebih jauh, Eni mengajak seluruh jajaran kelurahan dan Kecamatan Curug untuk terus memperkuat koordinasi serta kolaborasi dalam menjalankan program pemerintahan dan pelayanan publik.

Menurutnya, sinergi antaraparatur pemerintahan menjadi salah satu kunci untuk memastikan berbagai kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara cepat, tepat, dan responsif.

Ia berharap, kepemimpinan Saidah dapat melanjutkan berbagai hal positif yang telah berjalan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan pembangunan di Kelurahan Sukawana.

“ Mari bersama-sama kita sinergikan tekad untuk membangun Curug yang lebih baik dan maju. Bersama kita bisa!” tegas Eni. (ADV) 

Lurah Baru Sukawana Diminta Cepat Beradaptasi dan Peka terhadap Persoalan Warga

 


SERANG – Camat Curug, Eni Sudaryani, menekankan pentingnya gerak cepat, adaptasi, dan sinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pesan tersebut disampaikan dalam acara lepas sambut Lurah Sukawana dari H. Armin kepada Saidah yang digelar di wilayah Kecamatan Curug, Selasa (13/10/2026).

Eni mengatakan, pergantian kepemimpinan di tingkat kelurahan merupakan momentum untuk melanjutkan roda pemerintahan sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, lurah memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pemerintahan yang berhadapan langsung dengan berbagai kebutuhan, aspirasi, dan persoalan warga.

“Secara pribadi dan atas nama keluarga besar Kecamatan Curug, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih kepada Bapak H. Armin atas dedikasi, loyalitas, dan kerja kerasnya selama kurang lebih satu tahun menjabat sebagai Lurah Sukawana,” ujar Eni.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat bertugas di tempat yang baru kepada H. Armin. Eni berharap pengalaman dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas dapat menjadi bekal untuk melanjutkan tugas pemerintahan serta memberikan kontribusi positif di tempat penugasan berikutnya.

Kepada Saidah yang kini mengemban amanah sebagai Lurah Sukawana, ia berpesan agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami karakteristik masyarakat, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen di wilayahnya.

Eni menegaskan, pejabat kelurahan tidak cukup hanya menjalankan rutinitas administrasi, tetapi juga harus aktif turun ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.

“Selamat datang dan selamat mengemban amanah baru kepada Ibu Saidah sebagai Lurah Sukawana. Tugas besar telah menanti. Saya berharap Ibu Saidah bisa cepat beradaptasi dengan karakteristik masyarakat setempat serta ritme kinerja di lingkungan Kecamatan Curug,” katanya.

“Mari langsung action, turun ke lapangan, dan hadirkan solusi nyata untuk masyarakat,” lanjutnya.

Lebih jauh, Eni mengajak seluruh jajaran kelurahan dan Kecamatan Curug untuk terus memperkuat koordinasi serta kolaborasi dalam menjalankan program pemerintahan dan pelayanan publik.

Menurutnya, sinergi antaraparatur pemerintahan menjadi salah satu kunci untuk memastikan berbagai kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara cepat, tepat, dan responsif.

Ia berharap, kepemimpinan Saidah dapat melanjutkan berbagai hal positif yang telah berjalan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan pembangunan di Kelurahan Sukawana.

“ Mari bersama-sama kita sinergikan tekad untuk membangun Curug yang lebih baik dan maju. Bersama kita bisa!” tegas Eni. (ADV) 

Pertumbuhan Ekonomi Banten Tren Positif, Sensus Ekonomi 2026 Jadi Tolok Ukur Kebijakan Baru

Acara"Insight Forum Membedah Langkah Ekonomi Banten Dan Penganugrahan Kontributor Data 2026, Digelar Di Hotel Aston, Kota Serang, Selasa, (13/10/2026).


Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi menegaskan bahwa Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki peranan penting. Sensus ini menjadi landasan utama dalam memetakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten.


​Pernyataan tersebut disampaikan Sekda Deden pada acara "Insights Forum: Membedah Langkah Ekonomi Banten dan Penganugerahan Kontributor Data 2026" di Hotel Aston, Kota Serang, Selasa (13/10/2026). Dalam acara yang mengusung tema "Membedah Lanskap Ekonomi Banten Era Industri 5.0 melalui Lensa Sensus Ekonomi 2026" tersebut, Sekda Deden bersama Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana turut menyerahkan penghargaan kepada sejumlah instansi dan pihak swasta yang berperan aktif menyukseskan SE 2026.


​Menurut Sekda Deden, hasil SE 2026 diharapkan menjadi fondasi untuk memetakan struktur dan karakteristik usaha, serta mengidentifikasi sektor-sektor unggulan. "Ini termasuk pemetaan sumber pertumbuhan ekonomi baru serta perumusan strategi transformasi ekonomi Banten yang makin produktif, inklusif, dan berkelanjutan," ujarnya.


​Ia juga menyoroti tren positif pertumbuhan ekonomi Banten yang meningkat dari 4,79 persen pada 2024 menjadi 5,37 persen pada 2025, dan mencapai 5,49 persen pada triwulan II-2026. Pencapaian ini dinilai perlu disyukuri sekaligus memicu optimisme terhadap prospek perekonomian daerah ke depan.


​"Semangat optimisme ini hendaknya senantiasa kita jaga dan perkuat melalui kolaborasi, inovasi, serta kebijakan pembangunan yang makin tepat sasaran," tambah Sekda Deden.


​Terlebih, Bank Indonesia memprakirakan ekonomi Banten pada 2026 tetap tumbuh kuat pada kisaran 5,1 hingga 5,9 persen. Oleh karena itu, optimisme ini harus diiringi upaya nyata agar pertumbuhan ekonomi membawa manfaat bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, penguatan UMKM, dan pemerataan di seluruh wilayah Banten.


​Pengembangan kawasan industri baru, investasi, dan pariwisata juga dinilai krusial untuk memacu pertumbuhan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten. Lebih lanjut, Sekda Deden menilai Insights Forum ini sangat strategis untuk memperkuat sinergi dan menyamakan pemahaman mengenai arah transformasi ekonomi daerah di era Industri 5.0.


​"Masukan dan rekomendasi dari forum ini akan menjadi landasan merumuskan kebijakan serta menyusun program pembangunan daerah yang terarah, terukur, dan berbasis bukti (evidence-based policy). Yang terpenting adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah secara berkelanjutan," paparnya.


​Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah menyukseskan pelaksanaan SE 2026, yang kini pendataannya telah mencapai 100 persen.


​"Data ini merupakan potret menyeluruh dari kondisi perekonomian masyarakat Banten berdasarkan fakta riil yang dikumpulkan oleh petugas di lapangan," kata Yusniar.


​Yusniar menegaskan bahwa validitas data yang terverifikasi akan sangat membantu kesuksesan berbagai program Pemerintah Daerah (Pemda). Hal ini sejalan dengan tema HUT ke-26 Provinsi Banten, yakni "Banten Bergerak, Maju Berdampak".


​"Kata kuncinya adalah berdampak. Data yang kami himpun dari masyarakat harus berdampak serta menjadi tolok ukur dalam setiap pengambilan kebijakan agar benar-benar tepat sasaran," pungkasnya. (Red).

Bapperida Petakan Sumber Emisi Kota Serang, Pembangunan Rendah Karbon Diperkuat


SERANG – Pemerintah Kota Serang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) memperkuat perencanaan pembangunan berbasis lingkungan melalui Kajian Gas Rumah Kaca (GRK) Kota Serang 2026. Kajian tersebut memetakan sumber emisi sekaligus mengidentifikasi sektor yang perlu menjadi prioritas dalam upaya menekan emisi di Kota Serang.


Kajian mencakup seluruh wilayah administratif Kota Serang seluas 266,18 kilometer persegi yang terdiri dari enam kecamatan dan 67 kelurahan. Inventarisasi dilakukan terhadap 5 sektor utama yaitu sektor energi, sektor proses industri dan penggunaan produk atau IPPU (Industrial Processes and Product Use), sektor pertanian, sektor kehutanan dan penggunaan lahan atau LULUCF (Land Use, Land-Use Change and Forestry), serta sektor limbah.


Kepala Bapperida Kota Serang W. Hari Pamungkas mengatakan kajian tersebut diperlukan untuk memberikan gambaran mengenai sumber dan besaran emisi gas rumah kaca di daerah. Hasil inventarisasi kemudian dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan program dan kebijakan pengurangan emisi.


“Melalui kajian ini, kita ingin mengidentifikasi, mengukur, dan menganalisis emisi gas rumah kaca di Kota Serang. Dari hasil tersebut kemudian dapat diketahui sumber emisi yang paling dominan dan menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi program maupun kebijakan daerah,” ujar Hari.


Kajian menggunakan pendekatan Tier 1 dalam menginventarisasi kelima sektor emisi. Data hasil inventarisasi juga diarahkan untuk mendukung pelaporan melalui SIGN-SMART dan pemantauan aksi penurunan emisi melalui AKSARA.


Hasil inventarisasi menunjukkan total emisi GRK Kota Serang pada 2025 mencapai 4.202,37 kilo ton CO₂e. Sektor energi menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 93,5 persen, disusul pertanian 2,87 persen, kehutanan 2,23 persen dan limbah 1,41 persen.


Hari mengatakan hasil kajian tidak berhenti pada penghitungan emisi, tetapi diarahkan untuk menentukan sektor yang membutuhkan intervensi kebijakan lebih lanjut.


“Data ini menjadi penting karena pemerintah daerah tidak hanya mengetahui berapa besar emisi yang dihasilkan, tetapi juga dapat melihat sektor mana yang paling dominan sehingga intervensi penurunannya dapat diarahkan secara lebih tepat,” ujar Hari.


Ia mengatakan, peningkatan kualitas data menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan inventarisasi GRK ke depan. Kajian mencatat masih terdapat sejumlah ketidakpastian, terutama pada data konsumsi bahan bakar transportasi, aktivitas industri, tutupan lahan, pengelolaan TPA dan air limbah domestik.


“Ke depan, integrasi data antarperangkat daerah dan para stakeholder terkait perlu terus diperkuat. Dengan data yang semakin lengkap dan akurat, inventarisasi dan perencanaan penurunan emisi dapat dilakukan dengan lebih baik,” katanya.


Sementara itu, Sekretaris Bapperida Kota Serang Desi Viratinia menjelaskan, hasil inventarisasi menunjukkan transportasi menjadi kategori emisi yang paling dominan. Emisi dari sektor transportasi mencapai 3.903,12 kilo ton CO₂e atau 92,88 persen dari total inventarisasi emisi Kota Serang.


“Hasil inventarisasi menunjukkan sektor energi berupa kategori transportasi merupakan kontributor terbesar emisi GRK Kota Serang. Karena itu, sektor ini menjadi salah satu perhatian utama dalam penyusunan strategi mitigasi dan pembangunan rendah karbon,” ujar Desi.


Besarnya emisi pada kategori transportasi dalam kajian berkaitan dengan dominasi kendaraan pribadi berbahan bakar fosil, pertumbuhan kendaraan yang tinggi serta keterbatasan layanan transportasi umum. 


Karena itu, sejumlah rekomendasi diarahkan pada peningkatan efisiensi lalu lintas, penguatan angkutan umum, peningkatan efisiensi bahan bakar, pengembangan kawasan rendah emisi (low emission zone), serta secara bertahap mendorong penggunaan kendaraan rendah emisi atau kendaraan listrik.


Desi mengatakan pengendalian emisi juga tidak hanya diarahkan pada sektor transportasi. Sektor pertanian, kehutanan dan limbah turut memiliki sumber emisi yang perlu ditangani melalui kebijakan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing sektor.


“Setiap sektor memiliki sumber dan karakteristik emisi yang berbeda. Karena itu, langkah mitigasi perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing sektor, mulai dari pengelolaan transportasi, limbah, penguatan praktik pertanian rendah emisi, maupun perlindungan dan peningkatan ruang terbuka hijau,,” katanya.


Untuk sektor limbah, kajian merekomendasikan penguatan pengelolaan sampah melalui pengembangan TPS3R, bank sampah, pengomposan, serta pengelolaan air limbah domestik melalui IPAL komunal. 


Sementara pada sektor kehutanan dan penggunaan lahan, upaya mitigasi diarahkan pada perlindungan ruang terbuka hijau, penanaman pohon, rehabilitasi sempadan sungai, pengembangan hutan kota dan koridor hijau.


Kajian GRK Kota Serang 2026 selanjutnya menjadi salah satu pijakan Bapperida dalam menghubungkan data lingkungan dengan arah perencanaan pembangunan. Penguatan integrasi data antarperangkat daerah dan peningkatan kualitas inventarisasi diharapkan membuat kebijakan penurunan emisi semakin terukur dan tepat sasaran. (Adv)

Sekda Banten Ajak ASN Hidup Sehat dan Peduli Sesama Lewat Gemilang Korpri Night Run 2026

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, Menyapa Ribuan Peserta Yang Mengikuti Ajang Gemilang Korpri Night Run 2026, Di Gading Serpong, Tangerang, Sabtu Malam, (10/10/2026).


Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian antarsesama. Pesan tersebut disampaikan Deden usai mendampingi Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Zudan Arif Fakhrullah membuka ajang Gemilang Korpri Night Run 2026 di Gading Serpong, Tangerang, Sabtu (10/10/2026) malam.


​Kegiatan yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat ini diikuti oleh ribuan peserta. Mereka terbagi ke dalam lima kategori, yakni ASN, TNI, Polri, masyarakat umum, dan pelajar. Turut hadir Bupati Tangerang Maesyal Rasyid selaku tuan rumah dan Sekda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja sebagai panitia pelaksana.


​Menurut Sekda Deden, Gemilang Korpri Night Run 2026 merupakan cerminan semangat ASN untuk terus bergerak dan menjaga kebugaran tubuh. Dengan tubuh yang sehat, semangat melayani dan mengabdi kepada masyarakat dinilai akan lebih maksimal tanpa mengenal waktu.


​"Kita ingin membangun ASN yang sehat, tangguh, dan solid," ujar Deden.


​Selain itu, ajang olahraga ini juga mengusung misi kemanusiaan melalui aksi amal bagi masyarakat yang terdampak bencana. Hal ini menandakan bahwa Korpri tidak hanya berfokus pada jalannya roda pemerintahan, tetapi juga membawa kepedulian dan harapan bagi sesama.


​"Meski pesertanya berasal dari berbagai daerah, di tempat ini kita memiliki tujuan yang sama, yakni mengabdi untuk Indonesia," tuturnya.


​Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional Zudan Arif Fakhrullah mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga kekompakan, khususnya demi kemajuan wilayah Kabupaten Tangerang. Ia menyebutkan, ASN merupakan motor penggerak terbaik pemerintah dengan jumlah mencapai sekitar tujuh juta orang di seluruh Indonesia.


​"Kalau kita kompak, insyaallah Indonesia akan cepat maju. Mari kita majukan Indonesia mulai dari Kabupaten Tangerang," papar Zudan.


​Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menambahkan, Gemilang Korpri Night Run 2026 digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang sekaligus HUT ke-26 Provinsi Banten. Ia menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat yang dinilai sangat luar biasa.


​Menurutnya, antusiasme tersebut menjadi sinyal positif bagi pergerakan ekonomi masyarakat di Kabupaten Tangerang.


​"Kegiatan ini melengkapi rangkaian peringatan HUT Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten. Semoga para pelaku UMKM semakin hidup, serta sektor kuliner hingga perhotelan juga ikut tumbuh," pungkasnya. (Red).

Apresiasi Karya Kreatif Banten, Gubernur Banten Andra Soni Targetkan UMKM dan Wastra Lokal Bersaing di Kancah Global

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni Hadiri Acara Peragaan Busanan (Fashion Show) Karya Kreatif Banten Yang Digelar Oleh Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten.


Gubernur Banten Andra Soni, menyatakan bahwa gelaran Karya Kreatif Banten secara efektif mampu mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Banten untuk naik kelas. Kegiatan ini dinilai sukses mengkurasi produk UMKM agar mampu bersaing dan tampil di panggung provinsi, nasional, bahkan internasional.


​“Kami mengapresiasi kegiatan Karya Kreatif Banten yang alhamdulillah rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten. Ini adalah salah satu upaya mengkurasi UMKM kita agar bisa tampil di ajang bergengsi seperti ini,” ungkap Gubernur Andra Soni usai menyaksikan peragaan busana (fashion show) Karya Kreatif Banten di Bintaro Jaya Xchange Mall, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (10/10/2026).


​Menurut Gubernur Andra Soni, ragam karya desain yang dipamerkan sangat menarik, terutama inovasi wastra tenun Baduy yang dikembangkan oleh para pelaku usaha. “Niat baik dari acara ini adalah bagaimana UMKM kita bisa naik kelas sekaligus mendukung pariwisata daerah, dengan menjadikan tenun Baduy sebagai ikon,” tambahnya.


​Hal senada disampaikan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni. Ia turut mengapresiasi perhelatan tersebut sebagai wadah unjuk gigi bagi talenta lokal.


​“Saya ikut serta dalam rangka memperkenalkan karya para desainer muda Banten. Banyak desainer muda kita yang kini turut menjadi aset daerah,” ujar Tinawati.


​Ia menegaskan, tenun Baduy merupakan salah satu kekayaan Provinsi Banten yang harus terus dilestarikan dan diperkenalkan. Ia berharap wastra khas ini semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. “Tadi banyak juga karya adibusana yang potensial untuk kita bawa ke mancanegara,” katanya.


​Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Sofwan Kurnia, menjelaskan bahwa kegiatan Karya Kreatif Banten rutin diselenggarakan dari tahun ke tahun melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Fokus utamanya adalah mendorong wastra Banten yang memiliki kekhasan etnik, seperti tenun Baduy, agar semakin menembus pasar global.


​“Tenun Baduy kini digandrungi oleh para eksekutif muda maupun senior karena tampilannya yang keren. Siapa pun bisa mengenakan wastra Banten, terutama tenun Baduy,” tutur Sofwan.


​Sebagai informasi, peragaan busana dalam gelaran tersebut menampilkan beragam karya desain pakaian, tas, topi, dan aksesori berbahan dasar tenun Baduy, teknik cetak ramah lingkungan (ecoprint), batik, hingga rajut. Di lokasi yang sama, dipamerkan pula berbagai produk unggulan UMKM Provinsi Banten lainnya, mulai dari jajanan pasar, produk herbal, kopi, hingga kerajinan khas daerah. (Red).