BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Slider

pemerintahan

Second Slider

pemerintahan

BERITA BARU

pemerintahan/block-5

BERITA PILIHAN

pemerintahan/block-3

NEW UPDATE

pemerintahan/block-3

Latest Articles

Jaga Anak dari Pergaulan Negatif, Ini Pesan Wakapolda Banten

 


SERANG – Wakapolda Banten Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, melaksanakan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) sekaligus menyampaikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Masjid Al Ikhlas, Perumahan Mandala Citra Indah, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Jumat (30/10).

Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat, sekaligus membangun komunikasi secara langsung untuk mendengarkan aspirasi, masukan, serta berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakapolda Banten menyampaikan bahwa keluarga memiliki peran penting sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter, sikap, dan kebiasaan anak. Oleh karena itu, perhatian, pengawasan, serta keteladanan orang tua sangat diperlukan untuk melindungi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan dan pergaulan.

Wakapolda mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, menyepakati batas waktu beraktivitas di luar rumah, serta mengarahkan mereka pada kegiatan positif seperti mengaji, remaja masjid, olahraga, dan kegiatan kepemudaan.

Menurutnya, pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba, minuman keras, judi online, maupun pengaruh negatif lainnya membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan. Anak-anak perlu mendapatkan pendampingan, perhatian, serta keteladanan agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan bertanggung jawab.

“Rumah harus menjadi tempat yang nyaman bagi anak untuk pulang dan bercerita. Luangkan waktu untuk mendengarkan mereka, berikan nasihat dengan kasih sayang, dan bangun kedekatan dalam keluarga. Anak yang merasa didengarkan dan dihargai akan lebih mudah meminta pertolongan kepada keluarganya ketika menghadapi masalah,” tambahnya.

Wakapolda Banten juga menegaskan bahwa menjaga kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat melalui kerja sama dengan tetangga, pengurus RT/RW, pengurus masjid, serta Bhabinkamtibmas. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau gangguan keamanan dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

“Semangat yang ingin kita wujudkan adalah Polisi Bersama Masyarakat. Polri hadir untuk melindungi dan melayani, sekaligus membangun kerja sama agar setiap keluarga dapat menjalani kehidupan dengan aman dan tenang. Kami juga terbuka terhadap keluhan, kritik, dan masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Banten turut menyampaikan bahwa masyarakat dapat menghubungi layanan Call Center Polri 110 secara gratis apabila membutuhkan bantuan kepolisian. Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan terkait gangguan kamtibmas maupun pelayanan anggota Polri melalui saluran pengaduan Kapolda Banten di nomor 0811-1123-9696.

Melalui kegiatan Jumat Keliling ini, Polda Banten berharap terjalin hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat serta tumbuh kesadaran bersama bahwa keamanan lingkungan berawal dari kepedulian keluarga. Dengan sinergi dan komunikasi yang baik, situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Banten dapat terus terpelihara. (Red) 

Program Serang Cerdas Bergulir, Walantaka Kawal Satu Kelurahan Satu Sarjana

 

Wali Kota Serang Budi Rustandi menyalurkan seragam sekolah gratis kepada siswa di Kecamatan Walantaka. 

SERANG – Pemerintah Kecamatan Walantaka, Kota Serang, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di wilayahnya melalui implementasi program unggulan "Serang Cerdas".

Program yang digagas oleh Pemerintah Kota Serang ini direalisasikan melalui dua fokus utama, yakni pendaftaran/pendataan program Satu Kelurahan Satu Sarjana serta pembagian seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP se-Kecamatan Walantaka.

Camat Walantaka, Muslim Sholeh, menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan kepemimpinan daerah demi menekan angka putus sekolah dan memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.

"Sesuai dengan instruksi Wali Kota Serang, Bapak Budi Rustandi, kami di Kecamatan Walantaka terus mengawal realisasi program Serang Cerdas secara bertahap. Salah satu prioritas kami adalah memastikan program Satu Kelurahan Satu Sarjana dapat menyasar keluarga yang tepat," kata Muslim Sholeh saat memberikan keterangan, Rabu (28/10).

Muslim menjelaskan, keberadaan program Satu Kelurahan Satu Sarjana diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan dan memunculkan generasi baru yang terdidik di setiap keluarga yang ada di Kecamatan Walantaka.

Selain program beasiswa perguruan tinggi, pihak kecamatan bersama dinas terkait juga telah merampungkan penyaluran seragam sekolah gratis untuk seluruh siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kecamatan Walantaka.

"Pembagian seragam gratis ini ditujukan untuk meringankan beban ekonomi para orang tua murid di awal tahun ajaran baru. Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak di Walantaka yang terkendala bersekolah hanya karena persoalan biaya seragam," tegasnya.

Ia menambahkan, pihak kecamatan terus bersinergi dengan seluruh pihak sekolah dan pemerintah kelurahan agar pendataan calon penerima bantuan pendidikan berjalan tepat sasaran.

"Sesuai penekanan Pak Wali Kota Budi Rustandi, pendidikan adalah investasi masa depan Kota Serang. Kami di tingkat kecamatan siap mengawal seluruh program Serang Cerdas agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh warga Walantaka," tutup Muslim. (ADV) 

Bukan Sekadar Mencuci, Laundry RSUD Kota Serang Jaga Kebersihan Linen dan Keselamatan Pasien

RSUD Kota Serang.


SERANG – Kebersihan rumah sakit tidak hanya bergantung pada ruang perawatan dan peralatan medis. Linen yang digunakan pasien, seperti seprai, sarung bantal, selimut, hingga pakaian pasien, juga harus mendapatkan penanganan khusus agar tetap bersih, higienis, dan nyaman digunakan.

Untuk memastikan kebutuhan tersebut terpenuhi, RSUD Kota Serang mengoptimalkan pelayanan Instalasi Laundry sebagai salah satu unit penunjang yang berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit. Pengelolaan linen dilakukan melalui tahapan terstruktur dengan memperhatikan prosedur kebersihan serta pencegahan dan pengendalian infeksi.

Direktur RSUD Kota Serang, dr. H. A. Humariadi, mengatakan Instalasi Laundry memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan. Sebab, linen yang bersih dan layak digunakan menjadi salah satu kebutuhan dasar pasien selama menjalani perawatan.

“Pengelolaan linen merupakan bagian penting dari pelayanan rumah sakit. Kami memastikan setiap proses dilakukan sesuai prosedur agar linen yang digunakan pasien dalam kondisi bersih, nyaman, dan layak pakai,” ujar Humariadi.

Pengelolaan Linen Melalui Tahapan Khusus

Humariadi menjelaskan, pengelolaan linen rumah sakit tidak dilakukan seperti pencucian pakaian pada umumnya. Setiap tahapan membutuhkan perhatian khusus karena linen yang berasal dari ruang perawatan berpotensi terkontaminasi kotoran maupun mikroorganisme.

Prosesnya dimulai dari penerimaan linen kotor dari berbagai unit pelayanan. Selanjutnya, petugas melakukan pemilahan berdasarkan jenis dan tingkat kontaminasi sebelum memasuki proses pencucian.

Setelah dicuci, linen dikeringkan, dilipat, dan disiapkan untuk didistribusikan kembali ke ruang perawatan maupun unit pelayanan yang membutuhkan. Seluruh proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan pemisahan linen kotor dan bersih untuk mengurangi risiko kontaminasi silang.

“Setiap tahapan harus diperhatikan, mulai dari penerimaan, pemilahan, pencucian sampai pendistribusian. Kami ingin memastikan linen bersih tidak tercampur dengan linen kotor sehingga kebersihan dan kualitasnya tetap terjaga,” katanya.

Dukung Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

Selain menjaga kenyamanan pasien, pengelolaan linen yang benar juga menjadi bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit.

Linen yang digunakan selama perawatan harus ditangani sesuai standar agar risiko penyebaran mikroorganisme dapat diminimalkan. Karena itu, petugas Instalasi Laundry dituntut menjalankan prosedur kerja secara disiplin dan memperhatikan aspek keselamatan dalam setiap proses.

Koordinasi dengan unit pelayanan juga diperlukan untuk memastikan ketersediaan linen bersih sesuai kebutuhan. Dengan pengelolaan yang teratur, ruang perawatan dapat memperoleh pasokan linen yang siap digunakan oleh pasien.

Humariadi menegaskan, kualitas pelayanan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh tindakan dokter dan tenaga medis. Dukungan unit penunjang, termasuk Instalasi Laundry, turut memberikan kontribusi terhadap kenyamanan dan keamanan pasien.

Sejalan dengan Arahan Wali Kota Serang

Optimalisasi pelayanan penunjang tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Serang, Haji Budi Rustandi, agar RSUD Kota Serang terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurut Humariadi, peningkatan mutu rumah sakit harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk memperhatikan kebersihan lingkungan dan fasilitas yang digunakan pasien selama menjalani perawatan.

Ia berharap seluruh petugas dapat menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur serta terus meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan.

Melalui dukungan Instalasi Laundry, RSUD Kota Serang berupaya menghadirkan lingkungan perawatan yang bersih, nyaman, dan higienis. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menjaga keselamatan pasien sekaligus mendukung proses pemulihan selama menjalani perawatan. (ADV)


Muslim Sholeh Pastikan Program Serang Sehat Berjalan hingga Tingkat Kelurahan

 

Wali Kota Serang Budi Rustandi bersama Camat Walantaka Muslim Sholeh bersama warga. 


SERANG – Pemerintah Kecamatan Walantaka, Kota Serang terus bergerak aktif memasyarakatkan pola hidup sehat melalui berbagai program layanan kesehatan masyarakat. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk realisasi program "Serang Sehat" yang digalakkan oleh Pemerintah Kota Serang.

Camat Walantaka, Muslim Sholeh, menyampaikan bahwa implementasi program Serang Sehat di wilayahnya berjalan secara konsisten dan terintegrasi melalui sejumlah kegiatan utama di tengah masyarakat.

"Sesuai dengan arahan dan instruksi Wali Kota Serang, Bapak Budi Rustandi, kami di tingkat kecamatan berkomitmen penuh untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang optimal dan langsung menyentuh masyarakat," ujar Muslim Sholeh saat ditemui, Rabu (28/10).

Muslim menjelaskan, salah satu agenda rutin yang mengikutsertakan partisipasi aktif warga dan aparatur kecamatan adalah kegiatan senam bersama setiap hari Jumat. Kegiatan senam segar ini bertujuan untuk menjaga kebugaran fisik sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Selain senam rutin bulanan/mingguan, Kecamatan Walantaka juga memaksimalkan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di setiap kelurahan. Melalui Posyandu, pemantauan tumbuh kembang anak, kesehatan ibu hamil, serta pemberian gizi seimbang terus dipantau secara berkala guna mencegah stunting.

Tak hanya pencegahan, pihak kecamatan bersama tenaga kesehatan setempat juga memberikan layanan pendampingan pengobatan bagi warga yang mengalami sakit kronis atau membutuhkan rujukan penanganan medis lebih lanjut.

"Kami memastikan hadir di tengah warga, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan pengobatan hingga tuntas. Sesuai intruksi Pak Wali Kota Budi Rustandi, kesehatan warga adalah prioritas utama demi mewujudkan Kota Serang yang sehat dan sejahtera," pungkasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, dan partisipasi warga, Kecamatan Walantaka optimistis program "Serang Sehat" dapat terwujud secara merata di seluruh pelosok wilayah. (ADV)

Camat Curug Pastikan Bantuan RTLH Menyasar Warga yang Membutuhkan

Wali Kota Serang Budi Rustandi bersama Camat Curug Eni Sudaryani menyalurkan bantuan RTLH.

SERANG – Pemerintah Kota Serang terus berupaya membantu masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang layak. Atas arahan Wali Kota Serang Budi Rustandi, Camat Curug Eni Sudaryani mengawal penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan.

Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Aminah, warga Lingkungan Kadaraha, RT 011/RW 004, Kelurahan Cipete, Kecamatan Curug, Kota Serang. Bantuan ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi rumah Aminah agar lebih aman dan nyaman untuk ditempati bersama keluarganya.

Eni Sudaryani mengatakan, program RTLH merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang masih tinggal di rumah dengan kondisi rusak dan membutuhkan perbaikan. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama Pemerintah Kota Serang dan Pemerintah Provinsi Banten.

Menurut Eni, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama warga yang kondisi rumahnya sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Rumah yang rusak dan bocor saat hujan tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi keamanan penghuni.

“Kalau hujan bocor di mana-mana, tentu untuk tidur saja susah. Dengan adanya bantuan ini, Pak Wali Kota berharap Ibu Aminah dan keluarganya bisa kembali tidur dengan nyenyak dan tinggal dengan lebih nyaman,” kata Eni, Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan RTLH dilakukan secara bertahap karena masih ada warga lain di Kecamatan Curug yang mengajukan bantuan serupa. Pemerintah perlu memproses pengajuan berdasarkan data yang masuk serta mempertimbangkan kondisi kerusakan rumah.

“Semua warga yang masuk dalam program RTLH akan mendapatkan bantuan. Hanya saja, pelaksanaannya harus bergiliran karena ada antrean. Data yang masuk lebih dahulu akan diproses terlebih dahulu, dengan mempertimbangkan kondisi rumah, terutama yang kerusakannya cukup parah,” ujarnya.

Eni berharap, bantuan yang diterima Aminah dapat membawa perubahan nyata bagi kehidupan keluarganya. Perbaikan rumah diharapkan membuat keluarga tersebut dapat beristirahat dengan lebih tenang dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

Ia menegaskan, Kecamatan Curug akan terus mengawal pelaksanaan program pemerintah agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Serang Budi Rustandi agar kebutuhan dasar masyarakat, termasuk tempat tinggal yang layak, mendapat perhatian.

“Pak Wali Kota tidak ingin lagi ada warga yang kesusahan di bawah kepemimpinannya. Karena itu, kami di kecamatan ikut mengawal agar program bantuan pemerintah bisa dirasakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Eni juga berharap program RTLH dapat terus berlanjut sehingga warga lain yang rumahnya belum layak huni memiliki kesempatan untuk mendapatkan bantuan perbaikan. Dengan demikian, semakin banyak keluarga yang dapat tinggal di rumah yang aman dan nyaman.

Pemerintah Kecamatan Curug turut mengimbau warga yang membutuhkan bantuan agar memastikan data pengajuan dan kondisi rumah tercatat dengan baik. Data tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam proses pengajuan bantuan berikutnya.

Melalui program RTLH, Pemerintah Kota Serang bersama Pemerintah Provinsi Banten diharapkan dapat terus mendorong peningkatan kualitas hunian masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan dukungan untuk memperbaiki rumahnya. (ADV)

Peduli Warga Miskin, Camat Curug Jemput Bola Bantu Perbaikan Rumah Tak Layak Huni

 


 

SERANG – Camat Curug, Eni Sudaryani, mengawal penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan. Pengawalan dilakukan sejak laporan diterima hingga proses perbaikan rumah selesai, guna memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat.

Salah satu penerima bantuan tersebut berada di Kampung Nagreg, Kelurahan Curug, Kecamatan Curug, Kota Serang, Jumat (23/10/2026). Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memperbaiki kondisi rumah agar menjadi lebih layak dan aman untuk ditempati.

Eni mengatakan, bantuan RTLH di Kecamatan Curug berasal dari berbagai sumber, mulai dari APBD Provinsi Banten, APBD Kota Serang, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), hingga bantuan pribadi Wali Kota Serang Budi Rustandi.

Menurutnya, besaran bantuan yang diterima setiap keluarga berbeda-beda, yakni mulai dari Rp5 juta, Rp10 juta, hingga Rp20 juta. Nilai tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah dan kebutuhan perbaikan.

“Besarannya berbeda-beda, ada yang Rp5 juta, Rp10 juta, sampai Rp20 juta, tergantung kerusakan yang ada,” ujar Eni.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan laporan yang masuk dari masyarakat. Pemerintah kecamatan bersama kelurahan menindaklanjuti laporan tersebut untuk disampaikan kepada Wali Kota Serang atau bagian kesejahteraan rakyat (Kesra).

Laporan dapat disampaikan melalui ketua RT, RW, maupun masyarakat yang mengetahui adanya warga dengan kondisi rumah memprihatinkan dan membutuhkan bantuan.

Eni menegaskan, proses pengajuan bantuan tidak selalu harus menunggu warga masuk dalam daftar usulan sebelumnya. Apabila ditemukan warga yang benar-benar membutuhkan, laporan akan ditindaklanjuti agar dapat memperoleh perhatian dan bantuan.

“Kalau memang perlu dibantu, Bapak Wali Kota akan membantu,” katanya.

Dalam menentukan penerima bantuan, kondisi rumah menjadi salah satu pertimbangan utama. Rumah yang diusulkan harus benar-benar tidak layak huni secara keseluruhan, bukan hanya mengalami kerusakan pada bagian tertentu, seperti dapur. Selain itu, rumah tersebut harus ditempati oleh warga yang membutuhkan bantuan, terutama keluarga yang sudah tidak mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Eni menyebut pihak kecamatan ikut mengawal prosesnya secara berkelanjutan. Pengawasan tidak berhenti ketika bantuan diberikan, tetapi juga dilakukan hingga rumah penerima selesai diperbaiki.

“Caranya tentu kita kawal mulai dari pelaporan, sampai mendapatkan bantuan, kemudian ketika rumahnya diperbaiki juga tetap kita kawal,” ungkapnya.

Terkait jumlah keseluruhan penerima bantuan RTLH sepanjang 2026, Eni belum merinci angka pasti. Namun, ia menyebut penyaluran bantuan telah menjangkau sejumlah kelurahan di Kecamatan Curug, di antaranya Curug Manis, Cipete, Curug, Cilaku, Pancalaksana, Kamanisan, Sukawana, dan Sukalaksana.

Eni mengakui, masih dimungkinkan terdapat rumah warga yang membutuhkan perbaikan tetapi belum tersentuh bantuan. Karena itu, peran masyarakat, RT, dan RW sangat diperlukan untuk membantu pemerintah mengidentifikasi warga yang membutuhkan.

“Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan bantuan masyarakat, RT, dan RW untuk memberikan laporan apabila ada warga yang rumahnya memang membutuhkan bantuan,” jelasnya.

Eni menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Serang Budi Rustandi atas perhatian terhadap warga yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah. Menurutnya, dukungan dari berbagai sumber sangat berarti bagi keluarga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.

“Dari mana pun sumber bantuannya, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Serang yang sudah sangat memperhatikan kebutuhan warganya, sehingga mereka bisa tersenyum bahagia,” ujarnya. *

Budi Rustandi: 200 Becak Listrik Diharapkan Tingkatkan Taraf Hidup Warga

 

Wali Kota Serang Budi Rustandi. 


KOTA SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus berupaya meningkatkan taraf hidup pekerja sektor informal melalui modernisasi transportasi yang inklusif.

Wali Kota Serang Budi Rustandi meninjau langsung pelaksanaan pelatihan teknis bagi 200 calon pengemudi becak listrik pada Senin 26 Oktober 2026 di Kantor Kelurahan Banjarsari Cipocok Jaya Kota Serang. 

Kegiatan peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional armada sekaligus memberikan edukasi terkait kelistrikan dasar kepada para penerima manfaat.

Kata Budi, bantuan armada ramah lingkungan ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengangkat derajat ekonomi masyarakat kecil.

Wali Kota Serang Budi Rustandi menyampaikan apresiasinya atas intervensi strategis dari Presiden Prabowo Subianto.

Dijelaskan Budi, program bantuan ini dirancang secara khusus untuk mempermudah masyarakat dalam mencari nafkah sehari-hari.

"Ini adalah program dari Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menyejahterakan rakyatnya," ujar Wali Kota Budi Rustandi.

"Semoga armada ini bisa bermanfaat dan mampu menaikkan taraf ekonomi warga yang selama ini berprofesi sebagai pengemudi becak," tambahnya.

Guna memastikan bantuan strategis ini tepat sasaran dan berkesinambungan, Pemkot Serang, lanjut Budi akan memberikan pembinaan khusus kepada para peserta.

Selain itu, kata Budi, seluruh penerima manfaat diarahkan untuk menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen dalam merawat dan tidak memindahtangankan unit armada kepada pihak lain.

Wali Kota Budi Rustandi juga memastikan pemerintah akan terus mengawal jalannya program ini hingga ke tahap implementasi di lapangan.

"Nanti ketika tahapan pelatihan dan verifikasi ini selesai, saya akan datang langsung untuk menyerahkan unitnya kepada masyarakat penerima manfaat," tegasnya.

Dikatakan Budi Rustandi rencananya, operasional 200 unit kendaraan bertenaga baterai ini akan dipusatkan di berbagai kawasan wisata strategis dan kompleks perumahan di Kota Serang.

Kehadiran armada modern ini diharapkan mampu menggantikan beban tenaga kayuh manual, sehingga warga dapat bekerja jauh lebih efisien tanpa harus menguras tenaga secara berlebihan.

Langkah inovatif ini sejalan dengan program prioritas Pemkot Serang dalam mewujudkan transisi energi ramah lingkungan di sektor transportasi publik perkotaan.

Inovasi teknologi hijau ini dinilai sebagai solusi strategis yang mampu menekan angka emisi gas buang daerah, tanpa harus mengorbankan budaya transportasi lokal yang telah menjadi ciri khas masyarakat.