BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Slider

pemerintahan

Second Slider

pemerintahan

BERITA BARU

pemerintahan/block-5

BERITA PILIHAN

pemerintahan/block-3

NEW UPDATE

pemerintahan/block-3

Latest Articles

Ini Empat Sekolah Unggul Garuda Transformasi Kemdiktisaintek di Provinsi Banten

Gubernur Banten Andra Soni, Bersama Siswa-Siswi SMA Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS).


Empat sekolah di Provinsi Banten termasuk dalam 30 Sekolah Menengah Atas Unggul (SMA) Garuda Transformasi 2026 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia. Empat sekolah itu adalah SMA Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS), SMA Kharisma Bangsa, SMA Labschool Cirendeu, dan Madrasah Aliyah (MA) Ibad Ar Rahman.


Gubernur Banten Andra Soni mengaku bersyukur atas ditetapkannya empat sekolah di Provinsi Banten termasuk dalam 30 Sekolah Menengah Atas Unggul (SMA) Garuda Transformasi 2026 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia. “Alhamdulillah, SMA Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) yang di bawah naungan Pemerintah Provinsi Banten juga ditetapkan menjadi SMA Garuda,” ungkapnya, di Kota Serang, Sabtu (13/6/2026).


“Kita berharap, anak-anak potensial yang ada di Provinsi Banten bisa bersekolah di sana. Kita akan tingkatkan terus kesempatan anak-anak di Provinsi Banten terutama dari keluarga kurang mampu bisa bersekolah di SMA Garuda,” tambah Andra Soni.


Hal senada juga diungkap oleh Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah. “Sekolah Garuda sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Banten,” ucapnya.


“Alhamdulillah sudah ditetapkan empat sekolah yang terintegrasi dan menjadi sekolah Garuda. Sekolah unggulan itu menjadi percontohan dan dibantu oleh pusat maupun daerah,” tambahnya.


Seperti diungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaluddin, Pemerintah Provinsi Banten secara resmi menegaskan kesiapan dan partisipasi aktif dalam agenda strategis nasional melalui program SMA Unggul Garuda Transformasi (SUGT).


“Langkah besar ini merupakan manifestasi visi Pemerintah Provinsi untuk mengakselerasi transformasi pendidikan di "Tanah Jawara", sekaligus menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi pemimpin masa depan yang kompetitif di kancah global demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” ungkap Jamaluddin.


Menurut Jamaluddin, Program SMA Unggul Garuda Transformasi bukan sekadar inisiatif biasa, melainkan program pengayaan prestisius yang dirancang bagi sekolah dengan rekam jejak akademik unggul. “Program ini bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan berkualitas tinggi yang mampu membimbing putra-putri daerah menembus berbagai perguruan tinggi terbaik dunia,” tegasnya.


“Untuk memastikan kualitas kurikulum dan pembinaan, program ini melibatkan Tim Pakar dari institusi pendidikan ternama seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Nama-nama besar seperti Prof. Dr. Awaluddin Tjalla, M.Pd., M.Psi. dan Prof. Dr. Fatimah Arofiati Noor, S.Si., M.Si. turut mengawal pengembangan program ini guna memastikan standar internasional tetap terjaga,” papar Jamaluddin.


Secara nasional, lanjutnya, pemerintah menargetkan sebanyak 80 sekolah akan bertransformasi menjadi SMA Unggul Garuda dalam kurun waktu lima tahun (2025-2029). Untuk Provinsi Banten, sebanyak empat (4) satuan pendidikan yang tersebar di Kabupaten Pandeglang dan Kota Tangsel telah ditetapkan, untuk memulai implementasi pada tahun 2026.


Sebagai informasi, SMA Unggul Garuda Transformasi dirancang untuk mendorong perubahan bagi Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) melalui program-program pengimbasan. Penetapan dilakukan berdasarkan penilaian potensi akademik sebagai parameter utama, selain pemerataan wilayah untuk membuka akses lebih luas. Sekolah model ini menghadirkan ekosistem pendidikan yang mendorong lahirnya generasi muda berkarakter, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan masa depan melalui penguatan sains dan teknologi.


SMA Negeri CMBBS berlokasi di Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Sekolah yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten ini diproyeksikan sebagai sekolah unggulan Provinsi Banten. Sekolah yang dilengkapi asrama dan lingkungan pendidikan terpadu ini memadukan pendidikan akademik, kepemimpinan, dan nilai-nilai islami.


SMA Kharisma Bangsa berlokasi di Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Sekolah yang berdiri sejak tahun 2006 ini fokus pada STEM (sain, teknologi, engineering, dan matematika), mempersiapkan siswa ke jenjang perguruan tinggi, dan pendidikan karakter. Sebagian besar siswanya melanjutkan ke perguruan tinggi.


SMA Labschool Cirendeu berlokasi di Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Sekolah yang berdiri pada tahun 2020 ini, sistem, standar, dan budaya merupakan bagian dari SMA Labschool di bawah Yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta. Dengan misi mewujudkan layanan pendidikan yang unggul, berkarakter, inovatif, ramah lingkungan, berdaya saing nasional dan internasional.


Madrasah Aliyah (MA) Ibad Ar Rahman berlokasi di Batubantar, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. Madrasah ini berada dalam lingkungan Pondok Pesantren Ibad Ar Rahman. Madrasah ini menerapkan kurikulum nasional yang terintegrasi dengan kepondokan.


Penyelenggaraan Sekolah Unggul Garuda berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 116 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 20 November 2025. SMA Unggul Garuda sebagai komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penyiapan sumber daya manusia unggul.


Penyelenggaraan sekolah ini dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Dalam penyelenggaraannya, SMA Unggul Garuda terdiri atas SMA Unggul Garuda Baru dan SMA Unggul Garuda transformasi. SMA Unggul Garuda baru adalah SMA Unggul Garuda yang dibangun baru dan dikelola oleh pemerintah pusat dengan kriteria khusus dalam rangka mempersiapkan lulusan dengan kompetensi unggul di bidang sains dan teknologi untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik. SMA Unggul Garuda Transformasi adalah SMA Unggul Garuda yang meliputi SMA atau MA yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau masyarakat dengan pengayaan sehingga peserta didiknya dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik.


SMA Unggul Garuda bertumpu pada tiga pilar. Pertama, penyeimbang akses dengan memberikan akses bagi peserta didik dari berbagai latar belakang daerah dan sosial ekonomi untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kedua, inkubator pemimpin, melalui pembentukan dan penguatan karakter kepemimpinan masa depan Indonesia. Ketiga, prestasi akademik dan pengabdian kepada masyarakat, melalui penyediaan pendidikan berkualitas tinggi dan pembinaan peserta didik untuk memiliki jiwa pelayanan dan pengabdian terhadap masyarakat.


SMA Unggul Garuda Transformasi dipilih dari SMA dan MA yang memenuhi kriteria, memiliki akreditasi A, dan memiliki prestasi di tingkat regional, nasional, dan/atau internasional. SMA dan MA ini diberikan pengayaan oleh Kemendiktisaintek meliputi setidaknya program pelatihan manajemen sekolah, pelatihan guru dan tenaga kependidikan, dan pembinaan peserta didik SMA Unggul Garuda Transformasi. (Red).

Kuota Sekolah Gratis Diperluas hingga Kelas XI, Lama Sekolah Anak Banten Ikut Meningkat


SERANG - ‎Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatatkan sejumlah pertumbuhan positif berbagai sektor selama tahun 2025 dari sejumlah indikator. Misalnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan rata-rata lama sekolah yang mengalami pertumbuhan positif.

‎Indikator pertumbuhan itu salah satunya didukung oleh perluasan Program Sekolah Gratis yang menyasar sekolah swasta yang dijalankan sejak 2025. Di tahun pertama penerapan kebijakan itu, ada sekitar 801 sekolah swasta tingkat SMA, SMK dan SKh dengan jumlah sasaran penerima manfaat mencapai 60.705 siswa.

‎Berdasarkan catatan BPS, rata-rata lama sekolah di Provinsi Banten pada tahun 2025 mencapai 9,56 poin atau meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 9,23 poin. Angka itu berbanding lurus dengan peningkatan IPM pada tahun yang sama dari 76,35 poin pada tahun 2024 meningkat menjadi 77,25 pada tahun 2025.

‎Di tahun kedua ini, Program Sekolah Gratis bagi swasta ditingkatkan selain untuk kelas X, tetapi juga menyasar kelas XI dengan jumlah kuota yang sama. Tidak sampai di situ, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten juga akan menggratiskan sekolah Madrasah Aliyah (MA) di tahun ajaran 2026-2027 ini untuk seluruh kelas dengan total penerima manfaat mencapai 10.000 siswa.

‎Program yang digagas Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah itu memperluas kesempatan anak-anak mendapatkan akses pendidikan yang adil dan merata. Program ini juga berhasil meningkatkan daya saing sekolah swasta di tengah besarnya animo masyarakat terhadap sekolah negeri.

‎"Sebelum adanya program itu, jumlah siswa yang mendaftar di sini lebih sedikit, di angka 60 siswa. Namun, setelah adanya Program Sekolah Gratis tahun lalu, jumlahnya meningkat menjadi 90 siswa untuk kelas X. Total siswa kami saat ini mencapai 146 orang," kata Kepala SMA PGRI 56 Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Buyung Tarmidzi.

‎Tambahan siswa tersebut, merupakan limpahan calon peserta didik yang tidak tertampung di SMAN 1 dan SMAN 5 Ciputat. Ia optimistis pengembangan Program Sekolah Gratis pada tahun kedua yang kini menyasar kelas XI akan memotivasi para tenaga pendidik untuk meningkatkan profesionalisme mengajar.

‎"Sehingga kualitas sekolah swasta ke depan akan setara dengan sekolah negeri," ujarnya.

‎Zikri (17), penerima manfaat program sekolah geratis ini yang duduk di bangku kelas X mengaku sangat terbantu proses pendidikannya. Menurutnya, kebijakan ini membantu meringankan beban orang tuanya yang telah bertahun-tahun membiayai sekolah sejak dirinya duduk di bangku SD.

‎"Biaya sekolah itu merupakan pengeluaran rutin setiap bulan yang cukup besar bagi kami. Apalagi pekerjaan ibu hanya sebagai penjual ayam potong dan ayah sebagai satpam," katanya.

‎Melihat kondisi orang tuanya, ia merasa iba dan mencari alternatif yang memudahkan biaya sekolah. Salah satunya dengan mengikuti Program Sekolah Gratis.

‎Menurutnya, ketika ada kesempatan mengikuti program tersebut, orang tuanya langsung memilih opsi tersebut agar pengeluaran pendidikan dapat berkurang.

‎"Ya senang, terus kayak enggak ngeluh mulu bayaran terus-terusan," kata dia.

‎Terpisah, Kalita (17), siswa kelas X Jurusan Perkantoran Yayasan Pendidikan (YP) SMKS 17 Kota Cilegon mengaku sempat ada rasa kecewa ketika namanya tidak tercantum dalam database siswa baru di SMAN I Cilegon. Namun kekecewaan itu tak berlangsung lama, karena ternyata ia bisa menikmati Program Sekolah Gratis di sekolah swasta.

‎“Semula yang terpikir itu kalau sekolah di swasta saya harus membayar ini dan itu, belum lagi ada SPP setiap bulannya yang harus dibayar. Berat, dengan kondisi perekonomian orang tua yang hanya pas-pasan. Biaya sekolah di SMK swasta itu akan menjadi beban yang berkelanjutan selama tiga tahun. Alhamdulillah ternyata ada program sekolah gratis dari Bapak Gubernur untuk SMK swasta,” katanya.

‎Siswi lain bernama Syeril (16) siswa kelas X Jurusan Pemasaran justru lebih memilih sekolah di swasta. Syeril menilai, adanya program tersebut menjadikan setiap siswa lulusan SMP bisa lebih banyak pilihan, tidak harus melulu ke sekolah negeri.

‎“Toh sama-sama gratis. Kalaupun bicara kualitas lulusan, saya rasa dari swasta juga banyak yang bagus dan berhasil. Tinggal bagaimana kita tekun belajar saja,” katanya.

‎Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, melalui program ini, sekolah swasta tidak lagi mengalami kendala terkait kuota siswa dan biaya iuran. Sekolah-sekolah yang telah bekerja sama kini mendapatkan kepastian pembiayaan dari Pemprov Banten.

‎Selain itu, bertambahnya jumlah siswa otomatis akan meningkatkan jumlah Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima. Andra berharap dana tersebut dapat digunakan untuk melengkapi sarana dan prasarana sekolah.

‎"Termasuk juga untuk meningkatkan kesejahteraan para gurunya," kata Andra Soni.

‎Andra Soni menegaskan, Program Sekolah Gratis merupakan upaya Pemprov Banten dalam memberikan layanan dasar pendidikan yang berkeadilan dan merata bagi seluruh masyarakat. Ia menyadari pendidikan merupakan kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah demi mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.

‎"Program Sekolah Gratis ini hadir untuk memberikan pelayanan dasar pendidikan yang berkeadilan dan merata bagi masyarakat Banten," ujarnya.

‎Meski demikian, tidak seluruh siswa mendapatkan fasilitas sekolah gratis. Bagi orang tua yang memiliki kemampuan ekonomi, pembiayaan pendidikan anak tetap menjadi tanggung jawab keluarga.

‎"Ini bentuk gotong royong. Pemerintah mengurusi anak-anak yang berlatar belakang keluarga tidak mampu, agar tercapai pemerataan akses pendidikan," ujarnya.

‎Andra Soni menilai, dengan semakin tingginya rata-rata lama sekolah anak di Provinsi Banten, dengan serta merta akan berdampak pada peningkatan daya saing daerah. Sebab, pendidikan menurutnya merupakan investasi jangka panjang yang harus terus dikuatkan. Ini juga akan membentuk generasi bangsa yang unggul dan berdaya saing tinggi.

‎"Itu hanya bisa dilakukan melalui dunia pendidikan," katanya menegaskan. (Adv)

Polda Banten Berikan Edukasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kampung Sukadana

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Banten AKBP Irene Missy, Mengedukasi Masyarakat Untuk Memahami Bentuk Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak Serta Tindak Pidana Perdagangan Orang.


Serang - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan perempuan dan anak, Polda Banten melalui Ditreskrimum Polda Banten menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kampung Sukadana, Kecamatan Kasemen, Kota Serang pada Kamis (11/06).


Hadir dalam kegiatan tersebut Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Banten AKBP Irene Missy, Kapolsek Kasemen Iptu Ahmad Nasihin, perwakilan BP3MI, Komnas Anak, serta masyarakat Kampung Sukadana.


Dalam kesempatan tersebut, Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Banten AKBP Irene Missy menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak dari berbagai bentuk kejahatan.


"Melalui kegiatan ini kami memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan ikut berperan dalam pencegahannya," ujarnya. 


Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Banten AKBP Irene Missy menjelaskan bahwa perempuan dan anak masih menjadi kelompok yang rentan menjadi korban tindak kejahatan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 


"Peran keluarga dan lingkungan sangat penting dalam memberikan perlindungan. Pengawasan dan perhatian terhadap anak harus terus ditingkatkan agar mereka tidak mudah menjadi korban maupun sasaran pelaku kejahatan," jelasnya. 


Diakhir, AKBP Irene Missy berharap masyarakat semakin paham pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak. 


"Sehingga dapat meminimalisir terjadinya tindak pidana kekerasan maupun perdagangan orang di lingkungan masyarakat," tutupnya (Bidhumas).


(Red).

Program Bang Andra Perkuat Konektivitas Desa dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Banten

Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) Menjadi Prioritas Pembangunan Daerah Untuk Meningkatkan Konektivitas Antar Wilayah Dan Membuka Akses Ekonomi Masyarakat.


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus memperkuat komitmennya dalam membangun dari desa melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra). Program yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah ini hadir untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, membuka akses ekonomi masyarakat, serta mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.


Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pembangunan jalan desa melalui Program Bang Andra merupakan salah satu upaya nyata dalam mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah perdesaan. Program tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan desa sebagai salah satu fokus utama pembangunan nasional.


“Saat ini kita memiliki pemimpin yang fokus membangun dari desa. Ini sejalan dengan Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi,” ungkap Andra Soni.


Menurut Andra Soni, selama ini pembangunan di desa masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam penyediaan infrastruktur dasar. Kebutuhan pembangunan jalan yang terus meningkat sering kali belum dapat sepenuhnya dipenuhi apabila hanya mengandalkan dana desa.


“Dengan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, apalagi di wilayah yang dekat dengan pusat keramaian, tentu pembangunan jalan desa menjadi tantangan tersendiri jika hanya mengandalkan dana desa,” katanya.


Berangkat dari kondisi tersebut, Pemprov Banten menurut Andra Soni menghadirkan Program Bang Andra sebagai bentuk intervensi pemerintah provinsi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur desa sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.


Pada tahun 2025, Pemprov Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) berhasil merealisasikan Program Bang Andra dengan penanganan 62 ruas jalan dan 1 jembatan yang tersebar di berbagai daerah. Penanganan tersebut meliputi 30 ruas dan 1 jembatan di Kabupaten Pandeglang, 17 ruas di Kabupaten Lebak, 8 ruas di Kabupaten Serang, 5 ruas di Kota Serang, dan 2 ruas di Kabupaten Tangerang.


Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp184 miliar dengan total panjang jalan yang ditangani mencapai 71 kilometer. Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak menjadi wilayah dengan jumlah penanganan terbanyak sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan membuka akses ekonomi masyarakat di wilayah selatan Banten.


Andra Soni mengatakan, capaian pembangunan pada tahun 2025 telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sebanyak 62 ruas jalan desa berhasil dibangun. Dengan pembangunan tersebut juga turut mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan mobilitas warga.


“Melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra, kita perlahan memangkas disparitas ekonomi antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Fokus utama program ini adalah memperbaiki perekonomian masyarakat di daerah yang memiliki kapasitas fiskal terbatas,” ujarnya.


Pembangunan jalan desa juga bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, melainkan membuka akses terhadap berbagai peluang ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


“Ketika jalan desa menjadi lebih baik, biaya transportasi masyarakat bisa ditekan, hasil pertanian lebih mudah dipasarkan, dan aktivitas ekonomi tumbuh lebih cepat. Karena itu, pembangunan jalan desa memiliki dampak yang sangat besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Andra Soni.


Komitmen tersebut terus berlanjut pada tahun 2026. Melalui Program Bang Andra, Pemprov Banten kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp164 miliar untuk penanganan 33 ruas jalan desa dengan total panjang mencapai 46,71 kilometer.


Penanganan jalan pada tahun 2026 melalui program Bang Andra tersebar di Kabupaten Lebak sebanyak 11 ruas, Kabupaten Pandeglang 9 ruas, Kabupaten Serang 4 ruas, Kabupaten Tangerang 4 ruas, Kota Serang 4 ruas dan Kota Cilegon 1 ruas. Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang kembali menjadi wilayah prioritas.


“Di tahun 2026 ini, jangkauan pembangunan ruas jalan desa terus diperluas untuk memastikan pemerataan konektivitas di seluruh pelosok Banten,” paparnya.


Andra Soni menegaskan, Program Bang Andra dirancang sebagai program pembangunan yang berkelanjutan. Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, program ini juga diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal, memperkuat sektor pertanian dan UMKM, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.


“Filosofi pembangunan adalah keberlanjutan. Kita kerjakan secara bertahap, terukur, dan tepat sasaran. Yang terpenting, masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung," imbuhnya.


"Jalan yang terbangun hari ini harus menjadi penghubung bagi tumbuhnya ekonomi, meningkatnya investasi, dan terbukanya kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat desa,” katanya menambahkan.


Orang nomor satu di Banten itu juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, hingga masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah.


Tidak hanya itu, Andra Soni juga menilai setiap ruas jalan yang dibangun diharapkan tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi jalan menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah secara berkelanjutan.


“Membangun Banten tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi semua pihak," jelasnya.


Sementara, Kepala DPUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menyampaikan, ruas jalan yang masuk dalam program Bang Andra merupakan usulan dari kepala desa atau kelurahan melalui pemerintah kabupaten dan kota yang kemudian diusulkan kepada Pemprov Banten.


"Kita menerima usulan dari pemerintah kabupaten/kota untuk ruas jalan yang masuk dalam program Bang Andra, kemudian kami juga melakukan survei dan memastikan jalan tersebut tepat untuk dibangun melalui program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Banten," katanya.


Selanjutnya, terdapat sejumlah kriteria agar ruas jalan tersebut masuk dalam program Bang Andra. Di antaranya jalan tersebut menjadi penunjang aktivitas masyarakat, seperti untuk akses menuju sekolah, pelayanan kesehatan, pasar atau pusat perdagangan hingga pendukung sektor pertanian.


"Karena tujuan program ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat," jelasnya.


Program Bang Andra Berdampak Bagi Masyarakat


Salah satu tokoh masyarakat Desa Majau, Kholilullah menyampaikan rasa syukur atas pembangunan jalan Majau-Mekarwangi sepanjang 1,3 kilometer di Kecamatan Saketi yang telah lama dinantikan warga. Ia menggambarkan kondisi sebelumnya yang sangat memprihatinkan.


“Dulu jalannya becek, penuh kerikil tajam, dan sangat sulit dilalui. Anak-anak sekolah kesulitan, warga bawa hasil panen juga susah. Sekarang alhamdulillah sudah bagus, biaya angkut jadi lebih murah,” ujarnya.


Ia menambahkan, sejak jalan tersebut rampung, akses masyarakat menuju sekolah, puskesmas, pasar, dan pusat aktivitas lainnya menjadi jauh lebih lancar


Sementara, Ketua RT Kampung Ranca, Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Uswani (50) mengatakan, kondisi jalan Luwuk–Grewel sebelumnya rusak parah. Petani harus menggunakan jasa panggul untuk mengangkut hasil panen. Namun dengan program Bang Andra Jalan sepanjang 2,9 kilometer dengan lebar tiga meter membantu masyarakat, terutama para petani untuk mengangkut hasil taninya.


“Sekarang jalannya sudah bagus, petani tidak lagi dibebani biaya angkut. Semua bisa dibawa sendiri,” ujarnya.


Program Bang Andra juga memberikan dampak bagi masyarakat Desa Sukadame, Kabupaten Pandeglang. Epan salah satu masyarakat Desa Sukadame menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Banten yang telah membangun jalan di desanya. Ia mengaku, masyarakat diuntungkan karena semakin mudahnya akses.


"Terima kasih Pak Andra Soni sudah dibangun jalan kami, jadi nyaman dan lancar. Kami berharap jalannya awet agar masyarakat tidak kesusahan lagi kalau kemana-mana," ujarnya.


Selain itu, Siti, salah satu masyarakat Desa Sukadame juga menyampaikan rasa syukur lantaran jalan di desanya telah dibangun. Jalan ini katanya dulu rusak dan membuat masyarakat kesulitan saat hujan.


"Alhamdulillah sekarang sudah di bangun, terima kasih sudah benerin jalan ini, ini sudah lama di tunggu-tunggu," katanya.


Dengan hadirnya jalan desa yang mulus melalui program Bang Andra juga memangkas waktu tempuh, dimana sebelum diperbaiki masyarakat harus menempuh waktu yang cukup lama. Namun, dengan jalan yang baru tersebut dapat mempercepat masyarakat menuju pusat-pusat layanan kesehatan, pendidikan serta pusat perekonomian (pasar).


Pendukung Laju Pertumbuhan Ekonomi dan Sektor Pertanian


Program Bang Andra juga mampu mendukung terhadap laju pertumbuhan ekonomi di masyarakat perdesaaan dan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten, pertumbuhan Ekonomi Provinsi Banten tahun 2025 tumbuh sebesar 5,37 persen, meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di angka 4,79 persen. Pertumbuhan tersebut melampaui rata-rata nasional yang tercatat sebesar 5,11 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 9,60 persen.


Sedangkan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Banten triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,64 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 17,88 persen.


Tidak hanya itu, program Bang Andra juga mampu memberikan dampak signifikan pada sektor pertanian. Diantaranya dapat membantu para petani untuk memudahkan mengangkut hasil panen. 


Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Banten pada akhir tahun 2025 tercatat sebesar 111,81 pada bulan Desember, yang menunjukkan peningkatan daya beli petani. Selain itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Banten pada periode yang sama mencapai angka 117,43. Mencerminkan peningkatan kemampuan usaha petani untuk menutup biaya produksi dan menambah modal. (Red).

​BNN Bongkar Jaringan Narkoba Internasional WNA Rusia di Bali, Sita 7,8 Kg Hashis Asal Thailand

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Komjen Pol Suyudi Ario Seto. (Ist)


Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI berhasil membongkar jaringan narkotika internasional asal Rusia di Bali dengan menyita barang bukti berupa narkotika jenis hashish seberat 7,8 kilogram bruto. Narkoba tersebut diketahui berasal dari Thailand.


​Dalam operasi tersebut, tim gabungan BNN RI (Direktorat Interdiksi) bersama Bea Cukai berhasil mengamankan dua orang warga negara asing (WNA) asal Rusia, yakni seorang wanita berinisial KK (51) dan seorang pria berinisial SK (39).


​Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. Ia menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari informasi intelijen mengenai adanya penyelundupan narkotika melalui jalur udara.


​“Tim gabungan BNN bersama Bea Cukai Soekarno-Hatta menerima informasi mengenai adanya sebuah koper mencurigakan yang dibawa oleh seorang penumpang dari Thailand dengan tujuan Jakarta,” ujar Komjen Suyudi, Sabtu (6/6/2026).


​Setelah dilakukan pemeriksaan, koper yang dibawa oleh penumpang wanita berinisial KK tersebut ternyata berisi narkotika jenis hashish seberat 7,8 kg. Mengetahui barang tersebut akan didistribusikan ke wilayah Bali, petugas kemudian melakukan strategi controlled delivery (penyerahan di bawah pengawasan) untuk memantau pergerakan pelaku.


​Pelaku KK terpantau melanjutkan perjalanan menuju Bali menggunakan mobil rental. Ia menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Setibanya di Bali, KK kemudian bertemu dengan seorang pria sesama WN Rusia, yakni SK, yang bertindak sebagai penjemput atau pengendali di lapangan.


​Namun, saat menyadari aksi mereka telah diendus oleh petugas, pelaku SK sempat mencoba melarikan diri dengan kendaraannya dan menurunkan KK beserta koper narkoba tersebut di kawasan Jalan Raya Bangli. Aksi kejar-kejaran antara petugas dan pelaku pun sempat terjadi sebelum akhirnya SK berhasil dibekuk di daerah Dusun Cingang, Bangli.


​Saat ini kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan oleh pihak berwajib untuk pemeriksaan lebih lanjut. BNN menegaskan akan terus melakukan pengembangan guna membongkar jaringan narkotika internasional ini hingga ke akar-akarnya, termasuk memburu pelaku lain yang diduga masih bersembunyi di Bali. (Red)

Tinjau Sekolah Rakyat Pandeglang, Gubernur Andra Soni Pastikan Pembangunan Sesuai Target

Gubernur Banten Andra Soni, Meninjau Langsung Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Banten, Di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Senin, (08/06/2026).


Gubernur Andra Soni memastikan pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Banten di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, berjalan sesuai target. Saat meninjau lokasi pada Senin (08/6/2026), Gubernur mengatakan bahwa sekolah yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis itu ditargetkan selesai akhir Juni dan mulai beroperasi pada Juli 2026.


Berdasarkan laporan Kementerian PU, progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat Pandeglang telah mencapai 67,71 persen. Sejumlah bangunan utama sudah memasuki tahap pemasangan atap sehingga pekerjaan arsitektur dan penyelesaian interior dapat dipercepat.


“Progresnya sesuai dengan yang ditargetkan. Target operasional di Juli,” kata Andra Soni.


Ia menilai, Sekolah Rakyat menjadi peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas. Program ini merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.


Menurut Andra Soni, pada tahun ajaran 2026-2027 Sekolah Rakyat Pandeglang akan menampung sekirar 500 siswa dari berbagai daerah di Banten dengan prioritas warga Kabupaten Pandeglang. Fasilitas yang dibangun juga cukup lengkap, meliputi gedung pendidikan, asrama, gedung serbaguna, dapur, kantin, rumah ibadah, serta sarana pendukung lainnya.


Sementara itu, Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Strategis Kementerian PU, Nabil Muhammad mengatakan, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Lebak juga telah mencapai 66,42 persen.


“Untuk Pandeglang sudah 67,71 persen, sementara Lebak sekitar 66,42 persen,” ujarnya.


Ia menegaskan, percepatan pembangunan terus dilakukan melalui penambahan tenaga kerja, peralatan, material, serta pekerjaan arsitektur yang dikerjakan secara paralel. Pihaknya optimistis seluruh pekerjaan, termasuk jalan kawasan, dapat selesai pada akhir Juni dan difungsikan pada Juli 2026.


Di sisi lain, proses verifikasi calon siswa masih berlangsung. Koordinator Wilayah Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Banten, Farhah Syibli mengatakan, verifikasi dilakukan secara door to door di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten dengan memprioritaskan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk Desil 1 dan Desil 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).


Sekolah Rakyat Pandeglang akan membuka masing-masing tiga rombongan belajar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas 30 siswa per rombongan. Farhah menyebut kuota siswa SMA telah terpenuhi, sementara proses verifikasi untuk SD dan SMP masih berjalan karena masih terdapat kuota yang belum terisi.


Dengan progres pembangunan yang terus meningkat dan proses seleksi peserta didik yang berlangsung, Sekolah Rakyat Pandeglang diharapkan mulai beroperasi pada Juli 2026 sebagai pusat pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Banten.

(Red).

Wagub Dimyati Apresiasi Iwapi Banten Beri Kontribusi Bidang Ketenagakerjaan

Pelantikan Dan Pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPD Iwapi) Provinsi Banten.


Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengapresiasi peran Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) yang ikut membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Ia juga bersyukur ada wanita yang jadi pengusaha sehingga membantu pemerintah membuka lapangan pekerjaan.


Hal itu diungkapnya Dimyati saat pelantikan dan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPD Iwapi) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Senin (8/6/2026).


"Iwapi itu kalau kita lihat adalah kumpulan para pengusaha wanita, tidak semua wanita seperti ibu-ibu yang ada di dalam Iwapi yang menjadi pengusaha," katanya.


Dimyati mengatakan, para wanita yang tergabung dalam Iwapi sangat menginspirasi, menjadi role model, menjadi contoh bagi wanita-wanita lain dan yang paling utama adalah menciptakan lapangan pekerjaan.


"Kalau Iwapi ini adalah kumpulan wanita-wanita pengusaha yang memberikan bantuan sosial bagi yang lain dan memberikan manfaat, intinya Iwapi is the best," katanya.


Sementara itu, Ketua DPD Iwapi Provinsi Banten Renny Fonda mengatakan, anggota yang tergabung dalam organisasi ini adalah semua wanita yang memiliki usaha. Organisasi ingin bersinergi tidak hanya sesama pengusaha, tetapi juga dengan pemerintah daerah.


"Sinergi untuk memajukan ekonomi masyarakat, ekonomi keluarga. Semuanya komplit ada di situ," katanya.


Renny menerangkan, Iwapi bukan hanya organisasi yang sekedar kumpul-kumpul. Iwapi membuka lapangan pekerjaan bagi ibu rumah tangga atau perempuan di seluruh Provinsi Banten. Salah satunya mengumpulkan sampah plastik yang dipotong kecil-kecil kemudian dijadikan paving block.


Ia menambahkan, untuk program kerja hingga akhir tahun, Iwapi Banten telah menyiapkan sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya kerja sama dengan Kementerian untuk sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.


Selain itu, Iwapi juga mendorong pengembangan sektor pariwisata melalui kampanye digital dan lokakarya. Tujuannya mengangkat potensi lokal serta mempromosikan destinasi wisata di Provinsi Banten.


“Ini menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan potensi pariwisata di Banten sekaligus memberdayakan pelaku usaha perempuan yang bergerak di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Umum DPP Iwapi Nita Yudi mengatakan, organisasi saat ini sudah berusia 51 tahun dan dipercaya menjadi mitra strategis pemerintah. Ia berharap, organisasi ini menjadi mitra pemerintah daerah termasuk di Provinsi Banten.


"Semakin banyak perempuan menjadi pengusaha, maka ketahanan ekonomi keluarga akan dapat didukung artinya berdaya," katanya.

(Red).