BERITA BARU
pemerintahan/block-5
BERITA PILIHAN
pemerintahan/block-3
NEW UPDATE
pemerintahan/block-3
| Gubernur Banten, Andra Soni Meninjau Langsung Penanganan Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (02/07/2026). |
Gubernur Banten Andra Soni meninjau penanganan kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (2/7/2026). Gubernur melakukan rapat bersama Tim Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin yang dipimpin Bupati Tangerang Maesyal Rasyid.
“Kebakaran ini terjadi beberapa hari yang lalu. Tumpukan sampah ini dalam kondisi cuaca yang berdasarkan perkiraan BMKG, 30 tahun terakhir ini yang paling panas dan paling panjang panasnya,” ungkap Andra Soni kepada wartawan.
“Sehingga salah satunya menyebabkan kebakaran sampah di TPA Jatiwaringin. Kemudian kebakaran ini menyebar karena faktor angin,” tambahnya.
Menurut Andra Soni, yang perlu diantisipasi saat ini adalah gas metana yang berada di bawah tumpukan. “Dari diskusi pihak terkait, untuk antisipasi ada pembatasan orang ke sana dan terkoordinasi. Karena pemerintah kabupaten dan kota turut turun membantu,” jelasnya.
Pemprov Banten juga sudah menurunkan tim dan membuat laporan pemantauan dan antisipasi. Karena sebetulnya, kebakaran seperti ini bukan yang pertama kali dan pernah terjadi di TPA Rawa Kucing.
Andra Soni juga menekankan para pengelola TPA untuk waspada terhadap kebakaran di musim kemarau yang panas ini. “Nanti setiap TPA di Provinsi Banten harus memiliki alat pemadam dan sumber atau tampungan air,” tegasnya.
Sebagai informasi, kebakaran TPA Jatiwaringin berstatus Tanggap Bencana. Penanganan kebakaran turut dibantu oleh helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemadaman melibatkan 16 unit armada kebakaran. Selain melakukan pemadaman di titik api, tim juga melakukan pembasahan untuk menghambat meluasnya kebakaran. (Red).
| Gubernur Banten, Andra Soni Menghadiri Kegiatan Internasional Grand Imams Conference (IGIC) Yang Berlangsung Di Masjid Baitul Muhktar, BSD, Kabupaten Tangerang, Jumat (03/07/2026). |
Gubernur Banten Andra Soni berharap kegiatan International Grand Imams Conference (IGIC) yang akan dilaksanakan pada tanggal 25–30 September 2026 di Jakarta dan Palembang dapat menghasilkan keputusan yang dapat mendamaikan dunia. Apalagi, saat ini kondisi geopolitik tengah dihadapkan pada perang di beberapa negara.
Hal itu dikatakan Andra Soni saat menghadiri rangkaian kegiatan IGIC yang dilaksanakan di Masjid Baitul Mukhtar, BSD, Kabupaten Tangerang, Jumat (3/7/2026). Kegiatan itu meliputi MTQ Imam Masjid se-Provinsi Banten dan pengukuhan Pengurus Wilayah dan Daerah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Banten oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Andra Soni mengungkapkan, forum IGIC ini mempunyai peranan strategis dalam mengimplementasikan nilai-nilai ajaran Islam yang menjadi rahmat bagi semua. Islam membawa pesan sebagai kekuatan moral yang mampu membangun perdamaian, memperkuat solidaritas kemanusiaan, dan menghadirkan harapan bagi masa depan dunia.
"Eskalasi geopolitik dunia yang semakin tinggi akibat perang antarnegara, polarisasi sosial yang begitu tinggi, perubahan iklim sampai degradasi moral menjadi tantangan yang memerlukan solusi lintas sektor, lintas bangsa serta pendekatan agama," katanya.
Ia menilai, dalam kondisi seperti itu, dunia membutuhkan lebih banyak ruang dialog, membutuhkan lebih banyak tokoh yang menyerukan kasih sayang, dan membutuhkan lebih banyak imam yang menjadi teladan persatuan.
Maka dari itu, Andra Soni sangat menyambut baik pelaksanaan IGIC 2026 sebagai salah satu jalan menuju perdamaian dunia melalui diplomasi keagamaan dari masjid ke masjid.
"Masjid menjadi pusat pendidikan, pelayanan sosial, pusat ekonomi, dan dari masjid pula lahir pemimpin-pemimpin hebat," jelasnya.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, melalui IGIC yang diikuti oleh para ulama dunia itu, dirinya berkomitmen untuk memperkuat diplomasi perdamaian atas segala konflik yang terjadi. Kendatipun upaya itu sudah dilakukan oleh lembaga-lembaga internasional, namun sampai saat ini belum menemukan titik temu.
"Makanya kita akan coba melalui pendekatan agama, pendekatan spiritual," paparnya.
Pada kesempatan itu, Nasaruddin, yang merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal dan juga Ketua Umum IPIM, menyambut baik pelaksanaan MTQ yang dikhususkan bagi imam-imam masjid di Provinsi Banten. Menurutnya, kegiatan itu merupakan terobosan baru dan patut diadopsi oleh daerah lainnya agar kefasihan membaca Al-Qur'an para imam masjid bisa terasah dengan baik.
"Saya juga kaget, ternyata peserta yang mendaftar begitu banyak, sudah lebih dari 200 orang. Ini artinya, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan seperti ini begitu tinggi," ujarnya. (Red).
| Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah Menyerahkan Bantuan Pada Kegiatan Lebaran 1.000 Yatim Dan Duafa Bersama BAZNAS Provinsi Banten, Di Masjid Ats Tsauroh, Kota Serang. |
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengajak seluruh masyarakat Banten untuk memuliakan anak-anak yatim. Menurut Dimyati, memuliakan anak-anak yatim merupakan anjuran dari Rasulullah yang jaminannya adalah surga.
Hal itu dikatakan Dimyati di sela-sela kegiatan Lebaran 1.000 Yatim dan Duafa bersama BAZNAS Provinsi Banten yang dilaksanakan di Masjid Agung Ats Tsauroh, Kota Serang, Kamis (2/7/2026). Hadir dalam kesempatan itu Ketua BAZNAS Provinsi Banten Wawan Wahyudin yang didampingi Wakil Ketua II Fery Hasanudin.
Dimyati menjelaskan, hakikatnya dari sekian harta yang kita miliki ada hak bagi anak-anak yatim dan duafa. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita sebagai umat muslim yang taat untuk menyalurkan sebagian dari harta yang dimiliki kepada mereka, salah satunya melalui pembayaran zakat ke BAZNAS.
“Kenapa harus ke BAZNAS? Karena pasti akan tepat sasaran dan tepat guna. Semuanya mendapatkan secara adil dan merata. Kalau sendiri-sendiri bisa saja ada tumpang tindih,” katanya.
Selain itu, zakat juga merupakan tabungan kita di akhirat nanti. Berbeda dengan tabungan di dunia yang sifatnya sementara, tabungan akhirat akan selamanya kita rasakan karena sifatnya abadi.
“Ada tiga amalan yang akan terus mengalir kepada kita ketika sudah meninggal, pertama ilmu yang bermanfaat, doa dari anak saleh dan amal jariyah. Poin ketiga inilah yang sekarang sedang kita laksanakan,” ujarnya.
Di momen ini, Dimyati mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh BAZNAS Banten. Hal ini membuktikan jika ZIS yang kita titipkan di Baznas benar-benar disalurkan kepada mereka yang berkah menerima.
“Dan saya minta membantu anak-anak yatim dan duafa itu bisa dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya di momen-momen seperti ini saja,” ujarnya.
Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Banten Fery Hasanudin menambahkan, sesuai dengan tema dari program ini, BAZNAS Provinsi Banten memberikan bantuan kepada 1.000 anak yatim dan duafa yang berasal dari delapan kabupaten dan kota.
Adapun bantuan yang diberikan berupa uang tunai, makanan serta satu paket Alat Tulis Kantor (ATK) berikut dengan tasnya, termasuk juga bantuan Al-Qur'an. "Bantuan juga diberikan kepada para pendamping dari masing-masing daerah," katanya.
Menurut Fery, kegiatan Lebaran anak yatim dan duafa dilaksanakan dalam rangka memaksimalkan momentum tanggal 10 Muharam atau yang dikenal dengan Hari Asyura, di mana sangat identik dengan tradisi menyantuni anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan kasih sayang.
“Selain dianjurkan puasa sunah, di tanggal itu juga kita dianjurkan untuk menyantuni anak yatim,” katanya. (Red).
Gubernur Banten menegaskan Pemerintah Provinsi Banten komitmen menciptakan iklim usaha yang baik. Melalui Banten Melayani, bermitra dengan investor atau pengusaha yang telah berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten.
“Pemprov Banten sesuai komitmennya, Banten Melayani, kita akan menjadi bagian atau mitra investor dan pengusaha yang selama ini telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan menyediakan lapangan pekerjaan,” tegas Andra Soni usai menghadiri CEO Gathering dan Economy Outlook Bersama Gubernur Banten dan Rakerkonprov DPP APINDO Banten 2026 di PT Adis Dimension Footwear Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (2/7/2026).
“Alhamdulillah hari ini bersama Pengurus Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Banten hadir dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Apindo. Tadi juga melakukan dialog bersama dengan para pengusaha terkait outlook perekonomian Provinsi Banten tahun 2026 dan 2027 ke depan,” tambahnya.
Menurut Andra Soni, anggota APINDO merupakan para pelaku ekonomi sektor riil. “Selama ini berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten dan menyediakan lapangan pekerjaan,” ucapnya.
“Saya melihat optimisme anggota APINDO terlihat dukungan yang dilakukan kepada pemerintah melalui APINDO Daya,” tambahnya.
Andra Soni mengungkapkan, ada tiga program APINDO Daya dalam memberikan dukungan kepada pemerintah. Pertama pendidikan vokasi. APINDO akan membentuk lembaga pendidikan vokasi di Provinsi Banten bekerjasama dengan kawasan industri. “Menampung anak-anak kita untuk mendapatkan pendidikan vokasi atau keterampilan yang siap bekerja di industri,” jelasnya.
“Kedua adalah affiliator. Mengajarkan atau mendidik anak-anak Banten untuk melek digital. Salah satunya menjadi marketing, pemasaran digital. Dan ketiga bina desa,” tambah Andra Soni
“Terima kasih atas dukungan para pelaku usaha yang selama ini menjadi bagian penting perekonomian daerah,” tambahnya.
Masih menurut Andra Soni, seorang pengusaha akan selalu mencari jalan dan selalu optimis. Dirinya juga meyakini para pengusaha Banten adalah pengusaha-pengusaha tangguh. “Pengusaha-pengusaha patriot. Pemprov Banten berkomitmen menciptakan iklim usaha yang baik,” ucap Andra Soni kembali menegaskan.
Dalam sambutannya, Ketua DPN APINDO Shinta Widjaja Kamdani menyampaikan, DPP APINDO Banten adalah DPP APINDO besar. “Banten itu sangat besar. Perusahaannya besar-besar, banyak pekerjanya. Tentunya banten harus lebih maju lagi,” ucapnya.
Dikatakan, Rakerkonprov DPP APINDO Banten merupakan forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan, menyelaraskan program kerja, serta memperkuat peran dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita membangun kesepahaman antara pelaku usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan,” ungkap Shinta.
Menurut Shinta, memasuki tahun 2026, ketidakpastian perekonomian global semakin meningkat. “Tekanan global saat ini mulai meningkatkan biaya produksi dan menekan biaya hidup masyarakat. Biaya logistik, biaya energi, dan biaya tenaga kerja meningkat,” ucapnya.
Menurutnya, dibutuhkan dukungan iklim usaha yang baik untuk meningkatkan daya saing. Wilayah Provinsi Banten tumbuh menjadi kawasan-kawasan industri strategis. Pusat aktivitas manufaktur mulai industri baja, petrokimia, otomotif, elektronik, hingga industri pangan. “Provinsi Banten juga dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa” ucapnya.
“Saya yakin Pak Gubernur selama ini sudah membantu dengan berbagai kebijakan pembangunan ekosistem. Tapi tentunya Pemerintah Pusat juga sangat dibutuhkan,” tambah Shinta.
Keunggulan Provinsi Banten, menurut Shinta, didukung oleh jumlah penduduknya nomor lima terbesar di Indonesia. Kontribusi PDRB Provinsi Banten terhadap nasional pada tahun 2025 di posisi ketujuh. “Kontribusi sektor industri pengolahan mencapai 30 persen,” ucapnya.
Hal senada juga diungkap oleh Ketua DPP APINDO Banten Tomy Rachmatullah. Tahun 2026, tahun tidak mudah. “Tantangan kondisi global, energi, dan perlambatan ekonomi dunia,” ucapnya.
“Bagaimana kita menjaga keberlangsungan usaha tanpa menghilangkan daya saing, tetap bertumbuh, dan tetap menjaga tenaga kerja sebagai aset usaha,” tambahnya.
Sejarah menunjukkan, lanjut Tomy optimis, para pengusaha Indonesia memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan-tangan itu. Ketiadakpastian semakin memperkuat para pengusaha untuk berkolaborasi dan bersinergi.
“Kita harus adaptif terhadap perubahan tetapi harus kokoh pada prinsip dan tujuan,” tegas Tomy.
Sebagai informasi, CEO Gathering dan Economy Outlook Bersama Gubernur Banten dan Rakerkonprov DPP APINDO Banten 2026 mengusung tema Memperkuat daya saing Provinsi Banten melalui sinergi investasi, SDM, dan transformasi berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dalam kegiatan itu juga ditandatangani Perjanjian kerjasama antara APINDO Daya dengan PT Kawasan Industri Modern untuk pengadaan lahan sekolah vokasi. (Red).
| Bunda Literasi Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, Hadiri Pembukaan Capacity Building Pustakawan Se-Banten, Di Hotel Novotel BSD Kabupaten Tangerang, Senin (29/06/2026). |
Bunda Literasi Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengajak seluruh pemangku kepentingan bersinergi meningkat budaya baca (literasi) masyarakat. Literasi harus menjadi gerakan masyarakat dan ditanamkan sejak dini. Demikian disampaikan Tinawati Andra Soni usai menjadi keynote speaker dan membuka Capacity Building Pustakawan se-Banten di Hotel Novotel BSD Kabupaten Tangerang, Senin (29/6/2026).
Tinawati mengatakan, perpustakaan bukan lagi sekedar tempat menyimpan buku. Perpustakaan telah menjadi ruang belajar, ruang berkarya, ruang berkolaborasi, bahkan ruang tumbuhnya inovasi. Untuk itu, Tinawati mengajak semua pihak bersinergi membangun perpustakaan untuk menumbuhkan literasi dalam masyarakat. "Menumbuhkan minat-minat baca sejak dini, terutama dalam keluarga," katanya.
Tinawati juga mendorong, pustakawan terus bertransformasi menjadi pembelajar sepanjang hayat, fasilitator pengetahuan, sekaligus inspirator bagi masyarakat. "Pustakawan dituntut meningkatkan kapasitas dirinya dalam memberikan layanan kepada masyarakat," tuturnya.
Kepala Divisi Sistem Pembelajaran dan Perpustakaan Bank Indonesia (BI) Institut Senorita Pritaningrum mengatakan, perkembangan teknologi digital yang cepat menuntut peningkatan kapabilitas pustakawan. "Kami menyadari bahwa di era disrupsi digital saat ini, perpustakaan tidak lagi hanya sekadar menjadi ruang koleksi buku atau tempat membaca yang nyaman yang harus kita siapkan, tapi juga dituntut untuk bisa bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, inovasi, dan juga sumber ilmu pengetahuan yang mengikuti perkembangan zaman dan kemajuan teknologi," katanya.
Dan kemudian, lanjut Senorita, meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi yang cepat dan akurat. "Capacity building mengintegrasikan pengetahuan mengenai teknologi artificial intelligence," tandasnya.
Namun tentunya secanggih apapun teknologi, faktor manusia tetaplah menjadi yang utama. "Itulah mengapa penguatan growth mindset menjadi krusial. Kita membutuhkan para pustakawan yang tidak hanya ahli dalam mengelola sistem, tapi juga memiliki mentalitas yang terbuka terhadap perubahan, kreatif dalam memecahkan masalah, dan memiliki semangat untuk bisa terus belajar," kata Senorita.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Rawindra Ardiansyah menjelaskan, Capacity Building Pustakawan berlangsung selama dua hari, 29 - 30 Juni 2026 dengan menggunakan sistem hybrid, online dan offline. Pesertanya berasal dari seluruh instansi perpustakaan di Provinsi Banten. Tujuannya, meningkatkan kompetensi pustakawan.
"Kemajuan teknologi seperti AI atau Artificial Intelligence itu sudah harus kita manfaatkan untuk kita bisa lebih meningkatkan kualitas pelayanan kita, kemudian juga akses informasinya. Kemudian, kita ciptakan layanan-layanan perpustakaan yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat," kata Rawindra. (Red).
| Gubernur Banten Andra Soni, Melakukan Peninjauan PT. Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Feedmill Balaraja, Kabupaten Tangerang, Senin (29/06/2026). |
Gubernur Andra Soni memperkuat sinergi dengan industri untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor peternakan. Masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan Andra Soni saat melakukan kunjungan kerja ke PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Feedmill Balaraja, Kabupaten Tangerang, Senin (29/6/2026). Ia bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Banten meninjau langsung tahapan proses produksi pakan ternak. Peninjauan diawali dengan lokasi safety induction, dilanjutkan ke lokasi sampling bahan baku, discipline area sebagai pusat pengendalian proses produksi, hingga area finished product sebelum didistribusikan ke berbagai daerah.
Andra Soni mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Banten mempelajari ekosistem industri peternakan yang telah terbangun secara terintegrasi. Menurutnya, pengalaman dan praktik baik dari dunia industri dapat menjadi referensi dalam menyusun program pemberdayaan masyarakat yang lebih efektif.
“Kami ingin menumbuhkan jiwa entrepreneur masyarakat, khususnya kelompok keluarga kurang mampu, agar bisa keluar dari kemiskinan melalui usaha peternakan,” ujar Andra Soni.
Ia menjelaskan, Provinsi Banten memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor peternakan karena didukung sedikitnya 14 pabrik pakan ternak yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri perunggasan nasional. Keberadaan industri tersebut tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari petani jagung, petani padi sebagai pemasok dedak, hingga peternak unggas.
Menurutnya, potensi tersebut harus dimanfaatkan melalui kemitraan yang saling menguntungkan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Harusnya warga Banten tidak boleh gagal beternak. Ahlinya ada di sini, pakannya diproduksi di sini, bahkan pasarnya juga sudah tersedia. Tinggal bagaimana kita membangun kolaborasi agar masyarakat bisa ikut tumbuh bersama industri,” katanya.
Ia menegaskan, Pemprov Banten tengah merancang program pemberdayaan masyarakat yang tidak lagi berorientasi pada bantuan sosial semata, melainkan mendorong lahirnya pelaku usaha baru di sektor peternakan. Melalui pola kemitraan, masyarakat akan memperoleh pendampingan, akses bibit ayam (day old chick/DOC), pakan, hingga kepastian pasar sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Selain itu, Andra Soni mengajak seluruh pelaku industri untuk membangun komunikasi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik guna menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus memperluas manfaat industri bagi masyarakat.
“Kalau ada kendala pelayanan dari pemerintah, jangan ragu untuk menyampaikan kepada kami. Kami ingin industri terus berkembang karena industri merupakan salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Pimpinan PT Charoen Pokphand Indonesia Feedmill Balaraja Suparman menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Andra Soni beserta jajaran. Ia menjelaskan pabrik Balaraja mulai dibangun pada 1992 dan beroperasi sejak 1994. Selama lebih dari tiga dekade beroperasi, perusahaan terus berkembang dengan dukungan Pemerintah Provinsi Banten.
Menurut Suparman, Provinsi Banten menjadi salah satu wilayah strategis bagi perusahaan karena memiliki rantai industri perunggasan yang lengkap, mulai dari pembibitan (breeding farm), produksi DOC, pabrik pakan ternak, budidaya ayam, rumah potong hewan unggas (RPHU), hingga industri makanan olahan yang seluruhnya berada di wilayah Banten.
“Banten merupakan daerah yang paling lengkap bagi kami. Rantai industri kami sudah terintegrasi dari hulu hingga hilir sehingga siap mendukung pengembangan sektor peternakan di daerah,” ujarnya.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir, mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha diharapkan mampu memperkuat program pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi petani dan peternak. Melalui kemitraan tersebut, kebutuhan bahan baku industri seperti jagung dan dedak diharapkan semakin banyak dipenuhi oleh petani lokal.
Selain memperkuat sektor hulu, program tersebut juga diarahkan untuk mengembangkan peternakan ayam petelur berbasis kemitraan sehingga masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi memperoleh pendampingan usaha secara berkelanjutan.
“Ke depan kami ingin membangun pola pemberdayaan bersama dunia usaha sehingga masyarakat benar-benar dibina. Harapannya, tingkat keberhasilan program semakin tinggi dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” kata Nasir. (RED).
TANGERANG – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka secara resmi kegiatan Bakti Sosial Kesehatan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Pusrehabkkeshan Kemhan RI) yang digelar di Pos AL Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Sabtu (27/6/2026).
Dalam sambutannya, Wabup Intan menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertahanan RI melalui Pusrehabkkeshan yang telah memilih Kabupaten Tangerang sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, bakti sosial tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pertahanan RI melalui Pusrehabkkeshan yang telah memilih wilayah Kabupaten Tangerang sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan bakti sosial ini yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sebagai bentuk nyata pengabdian kepada bangsa dan negara, sekaligus wujud sinergi yang baik antara pemerintah pusat, TNI, dan Pemerintah Daerah," ujar Wabup Intan.
Berbagai rangkaian kegiatan turut dilaksanakan, mulai dari pelayanan kesehatan, khitanan massal, pemberian bantuan sosial, penanaman mangrove hingga aksi kebersihan lingkungan. Wabup Intan mengatakan, kegiatan bakti sosial juga memiliki nilai strategis karena tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini sangat selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing. Menurutnya, kegiatan penanaman mangrove dan pembersihan pantai memiliki nilai strategis sebagai investasi jangka panjang bagi keberlangsungan ekosistem di kawasan pesisir.
"Penanaman mangrove dan kegiatan kebersihan pantai ini memiliki arti penting. Selain menjaga kelestarian lingkungan, langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi wilayah pantai dari abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir bagi generasi mendatang," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan juga mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia dengan sebaik-baiknya. Ia menekankan pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat agar tercipta keluarga yang produktif dan sejahtera.
Ia berharap, melalui momentum HUT ke-58 ini, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dunia kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat. Ia meyakini bahwa tantangan pembangunan di bidang kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama.
"Mari kita jadikan kegiatan bakti sosial ini sebagai pengingat, bahwa pembangunan yang terbaik adalah pembangunan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketika kepedulian sosial, pelayanan kesehatan, dan pelestarian lingkungan berjalan beriringan, maka kita sedang mewariskan masa depan yang lebih baik bagi generasi Kabupaten Tangerang dan untuk Indonesia," tutupnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Rehabilitasi Kesehatan Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI dr. Sunaryo Kusumo, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Tangerang atas dukungan dan izin pelaksanaan Bakti Sosial Kesehatan HUT ke-58 Pusrehabkkeshan Kemhan RI. Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan layanan Pusrehabkkeshan kepada masyarakat pesisir, sekaligus memperluas jangkauan pengabdian.
"Melalui momentum HUT ke-58 ini, kami ingin lebih memperkenalkan Pusrehabkkeshan kepada masyarakat. Selama ini kegiatan kami lebih banyak di daerah pegunungan, sedangkan tahun ini kami mulai menjangkau kawasan pesisir agar masyarakat Kabupaten Tangerang semakin mengenal layanan rehabilitasi yang kami miliki," ujarnya.
Ia menjelaskan, Pusrehabkkeshan Kemhan RI tidak hanya memberikan layanan rehabilitasi bagi prajurit TNI dan PNS Kementerian Pertahanan, tetapi kini juga melayani masyarakat umum, khususnya penyandang disabilitas. Selain itu, Pusrehabkkeshan juga memberikan pembinaan mental, rehabilitasi sosial, serta pelatihan keterampilan agar penyandang disabilitas lebih mandiri.
Menurutnya, kegiatan bakti sosial, penanaman mangrove, dan aksi bersih pantai juga diharapkan mampu menumbuhkan budaya hidup sehat dan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan pesisir.
"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Penanaman mangrove dan gerakan menjaga kebersihan pantai harus menjadi budaya bersama, karena kebersihan lingkungan merupakan fondasi utama kesehatan. Dengan begitu, masyarakat Tanjung Pasir dapat terus menjaga lingkungan pesisir tetap bersih, sehat, dan lestari," tutupnya.
Ketua Panitia, Kolonel Senohadi, menjelaskan bahwa bakti sosial yang digelar mencakup berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut meliputi pengecatan masjid, pelayanan pengobatan umum, pemeriksaan gigi dan mata, pemberian kacamata gratis bagi warga berusia di atas 40 tahun, penyaluran 100 paket alat tulis bagi siswa Rumah Kita, pembagian sekitar 500 paket sembako, penanaman sekitar 1.000 bibit mangrove, serta aksi bersih-bersih pantai. (Zik/Red)
COPYRIGHT © BeritaMarcusuar.com