BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Slider

pemerintahan

Second Slider

pemerintahan

BERITA BARU

pemerintahan/block-5

BERITA PILIHAN

pemerintahan/block-3

NEW UPDATE

pemerintahan/block-3

Latest Articles

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Banten Wujudkan Harapan 25 Anak Melalui Operasi Bibir Sumbing

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Menyapa Orang Tua 25 Anak Penderita Bibir Sumbing, Yang Terdaftar Mendapatkan Layanan Operasi Gratis, Pada Kegiatan Bakti Kesehatan Operasi Bibir Sumbing, Di Rumah Sakit Bhayangkara TK IV Banten.


Serang – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara Tahun 2026, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki meninjau langsung pelaksanaan Bakti Kesehatan Operasi Bibir Sumbing yang digelar di Rumah Sakit Bhayangkara TK IV Banten, Jalan Raya Serang–Pandeglang KM 2, Kota Serang, Kamis (18/06).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, para Pejabat Utama Polda Banten, serta Ketua Bhayangkari Daerah Banten dan pengurus Bhayangkari Daerah Banten. 


Sebanyak 25 anak penderita bibir sumbing dari berbagai wilayah di Provinsi Banten yang telah terdaftar mendapatkan layanan operasi secara gratis. Program ini merupakan bagian dari rangkaian bakti kesehatan yang diselenggarakan Polda Banten sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat.


Saat meninjau pelaksanaan operasi, Kapolda Banten menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat dalam momentum peringatan HUT ke-80 Bhayangkara.


“Dalam rangka 80 tahun pengabdian Polri untuk masyarakat pada HUT Bhayangkara ke-80, hari ini Polda Banten melalui Bidokkes Polda Banten melaksanakan operasi bibir sumbing kepada anak-anak yang telah datang ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten sebanyak 25 orang,” ujar Kapolda Banten.


Menurutnya, operasi bibir sumbing tidak hanya bertujuan memberikan bantuan kesehatan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi anak-anak untuk tumbuh lebih percaya diri dan meraih masa depan yang lebih baik.


“Mudah-mudahan pelaksanaan operasi ini dapat memberikan manfaat bagi keluarga yang putra-putrinya mengalami bibir sumbing. Tadi ada cerita bahwa salah satu anak pernah mendapatkan perundungan dari teman-temannya di sekolah hingga merasa minder. Semoga setelah operasi ini mereka tidak malu lagi, mereka menjadi lebih percaya diri untuk menjalani pendidikan maupun kehidupan mereka ke depannya,” ungkapnya.


Kapolda Banten juga berharap di usia ke-80 tahun, Polri semakin dekat dengan masyarakat dan terus memberikan manfaat yang nyata. “Semoga di ulang tahun ke-80 ini Polri semakin Presisi, Polri semakin bermanfaat untuk masyarakat,” tambahnya.


Selain operasi bibir sumbing, Kapolda Banten menjelaskan bahwa masih terdapat berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan lainnya yang akan dilaksanakan dalam rangkaian HUT Bhayangkara ke-80, di antaranya donor darah dan khitanan massal yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026.


Melalui kegiatan bakti kesehatan ini, Polda Banten tidak hanya menghadirkan layanan medis bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga memberikan semangat dan harapan baru bagi anak-anak penyandang bibir sumbing untuk menatap masa depan dengan lebih optimistis. Kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui aksi kemanusiaan tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. (Bidhumas)


(Red).

Wagub Dimyati Harap TNI Terus Perkuat Kemanunggalan dengan Rakyat di Banten

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, Hadiri Apel Danramil Dan Babinsa Terpusat Korem 064/Maulana Yusuf, Kamis (18/06/2026).


Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah berharap TNI berjuang dan manunggal bersama rakyat Banten. Menurutnya, TNI memiliki soliditas tinggi dan kecintaan terhadap tanah air.


"Sekarang sudah sangat manunggal karena banyak program-program padat karya, program karya bakti, program TMMD, itu kan dengan masyarakat dan kelihatan kan hasilnya lebih bagus, kuantitasnya lebih baik dan kualitasnya lebih handal, lebih tahan nah itu diantaranya,” kata Dimyati saat menghadiri Apel Danramil dan Babinsa Terpusat Korem 064/Maulana Yusuf di selasar Masjid Al Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Kamis (18/6/2026).


TNI memiliki soliditas yang sangat tinggi dan kecintaan terhadap tanah air yang luar biasa. TNI memiliki tugas menjaga pertahanan negara serta menghadapi berbagai ancaman, baik dari luar maupun dalam negeri.


"Selama ini yang sudah saya rasakan, TNI melakukan itu baik Babinsa termasuk Danramil, kerjasamanya mereka lebih nyaman, lebih tentram," ungkapnya.


Dimyati juga mengapresiasi Panglima TNI, Pangdam III/Siliwangi, dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) yang terus mendorong berbagai program TNI agar hadir khususnya di Banten. Ia menceritakan pengalamannya melihat kedekatan TNI dengan masyarakat, baik saat menjadi anggota DPR RI, bupati Pandeglang, maupun sekarang sebagai wakil gubernur.


"Saya lihat mereka dekat dengan masyarakat dan selalu hadir, itu kelebihan mereka” katanya.


Sementara itu, Komandan Korem (Danrem) 064/Maulana Yusuf Brigjen Daru Cahyadi Soeprapto mengatakan, penyelenggaraan apel ini adalah momentum untuk menyamakan persepsi terkait pelaksanaan tugas yang telah diarahkan oleh pimpinan TNI.


“Kita menyamakan persepsi untuk penjabaran atas perintah tugas yang telah dikembangkan dari pimpinan baik dari Panglima TNI, kemudian Kepala Staf Angkatan Darat, Pangdam III Siliwangi. Sehingga bisa dijalankan dan dijabarkan secara nyata oleh ujung tombaknya yaitu Danramil dan Babinsa,” ujarnya. (Red).

Gubernur Andra Soni Beri Contoh, Gerakan Antar Anak Ambil Rapot Perkuat Pendidikan Karakter

Gubernur Banten Andra Soni, Mendampingi Langsung Pengambilan Rapot Putranya Raffiandra Putra, Sebagai Contoh Dukungan Gerakan Ayah Mengambil Rapot (GEMAR).


Gubernur Banten Andra Soni memberi contoh dukungan Gerakan Ayah Mengambil Rapot (GEMAR) dengan mendampingi langsung pengambilan rapot putranya, Raffiandra Putra, di Sekolah High/Scope Indonesia Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Kamis (18/6/2026).


Andra hadir sebagai seorang ayah dari ketiga putranya. Ia ingin memastikan proses pendidikan anaknya di sekolah berjalan baik. Raffiandra bersama 19 temannya saat ini duduk di kelas 9. Setelah menempuh ujian dan dinyatakan lulus, Raffiandra akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang berikutnya.


Bagi Andra, GEMAR bukan hanya sebuah gerakan serentak, lebih dari itu gerakan ini merupakan pendidikan penguatan karakter anak. Meskipun terlihat sederhana, namun bagi seorang anak dampaknya akan panjang.


"Ini merupakan upaya kita membentuk generasi emas yang didukung oleh keluarga berkualitas," kata Andra.


Menurut Andra, kehadiran ayah pada momen pembagian rapot ini akan terus diingat dan menjadi memori emosional yang membentuk rasa percaya diri yang kuat dengan kedekatan bersama seorang ayah. Gerakan ayah mengambil raport bukanlah tuntutan, melainkan sebuah ajakan.


Oleh karena itu, Andra Soni mengajak kepada seluruh ayah dan orangtua pada umumnya untuk ikut mendampingi anak-anaknya mengambil rapot di sekolah. Kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Banten, Andra berharap dapat memberikan edukasi kepada keluarga, kerabat, dan tetangga untuk berpartisipasi dalam gerakan tersebut.


"Ini merupakan simbol perubahan budaya pengasuhan di Indonesia, dari yang semula terpusat pada peran ibu menjadi kolaboratif dan setara," pungkasnya.


Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Yuda Ganda Putra yang ikut mendampingi mengapresiasi langkah Gubernur Banten Andra Soni tersebut. Menurutnya, sebagai seorang kepala daerah dan juga ayah, langkah yang dilakukan Andra Soni itu patut kita contoh bahwa tanggung jawab sebagai seorang pemimpin daerah berjalan beriringan dengan tanggung jawab sebagai seorang ayah.


"Keterlibatan orang tua, terutama ayah, dalam kehidupan dan pendidikan anak menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan keluarga berkualitas serta generasi Banten yang unggul dan berkarakter," pungkasnya.


Pemprov Banten sendiri telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 28 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah pada 11 Juni 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan GEMAR di Provinsi Banten.


Gerakan itu ke depan diharapkan bisa dilakukan secara konsisten. Karena perubahan besar tidak selalu dimulai dari kebijakan negara. Kadang, ia dimulai dari hal-hal yang terlihat sederhana, namun mempunyai dampak yang besar. Dan bagi seorang anak, merasa penting di mata ayahnya adalah salah satu hadiah terbesar dalam hidup.

(Red).

Ini Empat Sekolah Unggul Garuda Transformasi Kemdiktisaintek di Provinsi Banten

Gubernur Banten Andra Soni, Bersama Siswa-Siswi SMA Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS).


Empat sekolah di Provinsi Banten termasuk dalam 30 Sekolah Menengah Atas Unggul (SMA) Garuda Transformasi 2026 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia. Empat sekolah itu adalah SMA Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS), SMA Kharisma Bangsa, SMA Labschool Cirendeu, dan Madrasah Aliyah (MA) Ibad Ar Rahman.


Gubernur Banten Andra Soni mengaku bersyukur atas ditetapkannya empat sekolah di Provinsi Banten termasuk dalam 30 Sekolah Menengah Atas Unggul (SMA) Garuda Transformasi 2026 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia. “Alhamdulillah, SMA Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) yang di bawah naungan Pemerintah Provinsi Banten juga ditetapkan menjadi SMA Garuda,” ungkapnya, di Kota Serang, Sabtu (13/6/2026).


“Kita berharap, anak-anak potensial yang ada di Provinsi Banten bisa bersekolah di sana. Kita akan tingkatkan terus kesempatan anak-anak di Provinsi Banten terutama dari keluarga kurang mampu bisa bersekolah di SMA Garuda,” tambah Andra Soni.


Hal senada juga diungkap oleh Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah. “Sekolah Garuda sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Banten,” ucapnya.


“Alhamdulillah sudah ditetapkan empat sekolah yang terintegrasi dan menjadi sekolah Garuda. Sekolah unggulan itu menjadi percontohan dan dibantu oleh pusat maupun daerah,” tambahnya.


Seperti diungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaluddin, Pemerintah Provinsi Banten secara resmi menegaskan kesiapan dan partisipasi aktif dalam agenda strategis nasional melalui program SMA Unggul Garuda Transformasi (SUGT).


“Langkah besar ini merupakan manifestasi visi Pemerintah Provinsi untuk mengakselerasi transformasi pendidikan di "Tanah Jawara", sekaligus menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi pemimpin masa depan yang kompetitif di kancah global demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” ungkap Jamaluddin.


Menurut Jamaluddin, Program SMA Unggul Garuda Transformasi bukan sekadar inisiatif biasa, melainkan program pengayaan prestisius yang dirancang bagi sekolah dengan rekam jejak akademik unggul. “Program ini bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan berkualitas tinggi yang mampu membimbing putra-putri daerah menembus berbagai perguruan tinggi terbaik dunia,” tegasnya.


“Untuk memastikan kualitas kurikulum dan pembinaan, program ini melibatkan Tim Pakar dari institusi pendidikan ternama seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Nama-nama besar seperti Prof. Dr. Awaluddin Tjalla, M.Pd., M.Psi. dan Prof. Dr. Fatimah Arofiati Noor, S.Si., M.Si. turut mengawal pengembangan program ini guna memastikan standar internasional tetap terjaga,” papar Jamaluddin.


Secara nasional, lanjutnya, pemerintah menargetkan sebanyak 80 sekolah akan bertransformasi menjadi SMA Unggul Garuda dalam kurun waktu lima tahun (2025-2029). Untuk Provinsi Banten, sebanyak empat (4) satuan pendidikan yang tersebar di Kabupaten Pandeglang dan Kota Tangsel telah ditetapkan, untuk memulai implementasi pada tahun 2026.


Sebagai informasi, SMA Unggul Garuda Transformasi dirancang untuk mendorong perubahan bagi Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) melalui program-program pengimbasan. Penetapan dilakukan berdasarkan penilaian potensi akademik sebagai parameter utama, selain pemerataan wilayah untuk membuka akses lebih luas. Sekolah model ini menghadirkan ekosistem pendidikan yang mendorong lahirnya generasi muda berkarakter, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan masa depan melalui penguatan sains dan teknologi.


SMA Negeri CMBBS berlokasi di Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Sekolah yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten ini diproyeksikan sebagai sekolah unggulan Provinsi Banten. Sekolah yang dilengkapi asrama dan lingkungan pendidikan terpadu ini memadukan pendidikan akademik, kepemimpinan, dan nilai-nilai islami.


SMA Kharisma Bangsa berlokasi di Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Sekolah yang berdiri sejak tahun 2006 ini fokus pada STEM (sain, teknologi, engineering, dan matematika), mempersiapkan siswa ke jenjang perguruan tinggi, dan pendidikan karakter. Sebagian besar siswanya melanjutkan ke perguruan tinggi.


SMA Labschool Cirendeu berlokasi di Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Sekolah yang berdiri pada tahun 2020 ini, sistem, standar, dan budaya merupakan bagian dari SMA Labschool di bawah Yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta. Dengan misi mewujudkan layanan pendidikan yang unggul, berkarakter, inovatif, ramah lingkungan, berdaya saing nasional dan internasional.


Madrasah Aliyah (MA) Ibad Ar Rahman berlokasi di Batubantar, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. Madrasah ini berada dalam lingkungan Pondok Pesantren Ibad Ar Rahman. Madrasah ini menerapkan kurikulum nasional yang terintegrasi dengan kepondokan.


Penyelenggaraan Sekolah Unggul Garuda berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 116 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 20 November 2025. SMA Unggul Garuda sebagai komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penyiapan sumber daya manusia unggul.


Penyelenggaraan sekolah ini dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Dalam penyelenggaraannya, SMA Unggul Garuda terdiri atas SMA Unggul Garuda Baru dan SMA Unggul Garuda transformasi. SMA Unggul Garuda baru adalah SMA Unggul Garuda yang dibangun baru dan dikelola oleh pemerintah pusat dengan kriteria khusus dalam rangka mempersiapkan lulusan dengan kompetensi unggul di bidang sains dan teknologi untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik. SMA Unggul Garuda Transformasi adalah SMA Unggul Garuda yang meliputi SMA atau MA yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau masyarakat dengan pengayaan sehingga peserta didiknya dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik.


SMA Unggul Garuda bertumpu pada tiga pilar. Pertama, penyeimbang akses dengan memberikan akses bagi peserta didik dari berbagai latar belakang daerah dan sosial ekonomi untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kedua, inkubator pemimpin, melalui pembentukan dan penguatan karakter kepemimpinan masa depan Indonesia. Ketiga, prestasi akademik dan pengabdian kepada masyarakat, melalui penyediaan pendidikan berkualitas tinggi dan pembinaan peserta didik untuk memiliki jiwa pelayanan dan pengabdian terhadap masyarakat.


SMA Unggul Garuda Transformasi dipilih dari SMA dan MA yang memenuhi kriteria, memiliki akreditasi A, dan memiliki prestasi di tingkat regional, nasional, dan/atau internasional. SMA dan MA ini diberikan pengayaan oleh Kemendiktisaintek meliputi setidaknya program pelatihan manajemen sekolah, pelatihan guru dan tenaga kependidikan, dan pembinaan peserta didik SMA Unggul Garuda Transformasi. (Red).

Kuota Sekolah Gratis Diperluas hingga Kelas XI, Lama Sekolah Anak Banten Ikut Meningkat


SERANG - ‎Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatatkan sejumlah pertumbuhan positif berbagai sektor selama tahun 2025 dari sejumlah indikator. Misalnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan rata-rata lama sekolah yang mengalami pertumbuhan positif.

‎Indikator pertumbuhan itu salah satunya didukung oleh perluasan Program Sekolah Gratis yang menyasar sekolah swasta yang dijalankan sejak 2025. Di tahun pertama penerapan kebijakan itu, ada sekitar 801 sekolah swasta tingkat SMA, SMK dan SKh dengan jumlah sasaran penerima manfaat mencapai 60.705 siswa.

‎Berdasarkan catatan BPS, rata-rata lama sekolah di Provinsi Banten pada tahun 2025 mencapai 9,56 poin atau meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 9,23 poin. Angka itu berbanding lurus dengan peningkatan IPM pada tahun yang sama dari 76,35 poin pada tahun 2024 meningkat menjadi 77,25 pada tahun 2025.

‎Di tahun kedua ini, Program Sekolah Gratis bagi swasta ditingkatkan selain untuk kelas X, tetapi juga menyasar kelas XI dengan jumlah kuota yang sama. Tidak sampai di situ, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten juga akan menggratiskan sekolah Madrasah Aliyah (MA) di tahun ajaran 2026-2027 ini untuk seluruh kelas dengan total penerima manfaat mencapai 10.000 siswa.

‎Program yang digagas Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah itu memperluas kesempatan anak-anak mendapatkan akses pendidikan yang adil dan merata. Program ini juga berhasil meningkatkan daya saing sekolah swasta di tengah besarnya animo masyarakat terhadap sekolah negeri.

‎"Sebelum adanya program itu, jumlah siswa yang mendaftar di sini lebih sedikit, di angka 60 siswa. Namun, setelah adanya Program Sekolah Gratis tahun lalu, jumlahnya meningkat menjadi 90 siswa untuk kelas X. Total siswa kami saat ini mencapai 146 orang," kata Kepala SMA PGRI 56 Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Buyung Tarmidzi.

‎Tambahan siswa tersebut, merupakan limpahan calon peserta didik yang tidak tertampung di SMAN 1 dan SMAN 5 Ciputat. Ia optimistis pengembangan Program Sekolah Gratis pada tahun kedua yang kini menyasar kelas XI akan memotivasi para tenaga pendidik untuk meningkatkan profesionalisme mengajar.

‎"Sehingga kualitas sekolah swasta ke depan akan setara dengan sekolah negeri," ujarnya.

‎Zikri (17), penerima manfaat program sekolah geratis ini yang duduk di bangku kelas X mengaku sangat terbantu proses pendidikannya. Menurutnya, kebijakan ini membantu meringankan beban orang tuanya yang telah bertahun-tahun membiayai sekolah sejak dirinya duduk di bangku SD.

‎"Biaya sekolah itu merupakan pengeluaran rutin setiap bulan yang cukup besar bagi kami. Apalagi pekerjaan ibu hanya sebagai penjual ayam potong dan ayah sebagai satpam," katanya.

‎Melihat kondisi orang tuanya, ia merasa iba dan mencari alternatif yang memudahkan biaya sekolah. Salah satunya dengan mengikuti Program Sekolah Gratis.

‎Menurutnya, ketika ada kesempatan mengikuti program tersebut, orang tuanya langsung memilih opsi tersebut agar pengeluaran pendidikan dapat berkurang.

‎"Ya senang, terus kayak enggak ngeluh mulu bayaran terus-terusan," kata dia.

‎Terpisah, Kalita (17), siswa kelas X Jurusan Perkantoran Yayasan Pendidikan (YP) SMKS 17 Kota Cilegon mengaku sempat ada rasa kecewa ketika namanya tidak tercantum dalam database siswa baru di SMAN I Cilegon. Namun kekecewaan itu tak berlangsung lama, karena ternyata ia bisa menikmati Program Sekolah Gratis di sekolah swasta.

‎“Semula yang terpikir itu kalau sekolah di swasta saya harus membayar ini dan itu, belum lagi ada SPP setiap bulannya yang harus dibayar. Berat, dengan kondisi perekonomian orang tua yang hanya pas-pasan. Biaya sekolah di SMK swasta itu akan menjadi beban yang berkelanjutan selama tiga tahun. Alhamdulillah ternyata ada program sekolah gratis dari Bapak Gubernur untuk SMK swasta,” katanya.

‎Siswi lain bernama Syeril (16) siswa kelas X Jurusan Pemasaran justru lebih memilih sekolah di swasta. Syeril menilai, adanya program tersebut menjadikan setiap siswa lulusan SMP bisa lebih banyak pilihan, tidak harus melulu ke sekolah negeri.

‎“Toh sama-sama gratis. Kalaupun bicara kualitas lulusan, saya rasa dari swasta juga banyak yang bagus dan berhasil. Tinggal bagaimana kita tekun belajar saja,” katanya.

‎Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, melalui program ini, sekolah swasta tidak lagi mengalami kendala terkait kuota siswa dan biaya iuran. Sekolah-sekolah yang telah bekerja sama kini mendapatkan kepastian pembiayaan dari Pemprov Banten.

‎Selain itu, bertambahnya jumlah siswa otomatis akan meningkatkan jumlah Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima. Andra berharap dana tersebut dapat digunakan untuk melengkapi sarana dan prasarana sekolah.

‎"Termasuk juga untuk meningkatkan kesejahteraan para gurunya," kata Andra Soni.

‎Andra Soni menegaskan, Program Sekolah Gratis merupakan upaya Pemprov Banten dalam memberikan layanan dasar pendidikan yang berkeadilan dan merata bagi seluruh masyarakat. Ia menyadari pendidikan merupakan kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah demi mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.

‎"Program Sekolah Gratis ini hadir untuk memberikan pelayanan dasar pendidikan yang berkeadilan dan merata bagi masyarakat Banten," ujarnya.

‎Meski demikian, tidak seluruh siswa mendapatkan fasilitas sekolah gratis. Bagi orang tua yang memiliki kemampuan ekonomi, pembiayaan pendidikan anak tetap menjadi tanggung jawab keluarga.

‎"Ini bentuk gotong royong. Pemerintah mengurusi anak-anak yang berlatar belakang keluarga tidak mampu, agar tercapai pemerataan akses pendidikan," ujarnya.

‎Andra Soni menilai, dengan semakin tingginya rata-rata lama sekolah anak di Provinsi Banten, dengan serta merta akan berdampak pada peningkatan daya saing daerah. Sebab, pendidikan menurutnya merupakan investasi jangka panjang yang harus terus dikuatkan. Ini juga akan membentuk generasi bangsa yang unggul dan berdaya saing tinggi.

‎"Itu hanya bisa dilakukan melalui dunia pendidikan," katanya menegaskan. (Adv)

Polda Banten Berikan Edukasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kampung Sukadana

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Banten AKBP Irene Missy, Mengedukasi Masyarakat Untuk Memahami Bentuk Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak Serta Tindak Pidana Perdagangan Orang.


Serang - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan perempuan dan anak, Polda Banten melalui Ditreskrimum Polda Banten menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kampung Sukadana, Kecamatan Kasemen, Kota Serang pada Kamis (11/06).


Hadir dalam kegiatan tersebut Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Banten AKBP Irene Missy, Kapolsek Kasemen Iptu Ahmad Nasihin, perwakilan BP3MI, Komnas Anak, serta masyarakat Kampung Sukadana.


Dalam kesempatan tersebut, Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Banten AKBP Irene Missy menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak dari berbagai bentuk kejahatan.


"Melalui kegiatan ini kami memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan ikut berperan dalam pencegahannya," ujarnya. 


Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Banten AKBP Irene Missy menjelaskan bahwa perempuan dan anak masih menjadi kelompok yang rentan menjadi korban tindak kejahatan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 


"Peran keluarga dan lingkungan sangat penting dalam memberikan perlindungan. Pengawasan dan perhatian terhadap anak harus terus ditingkatkan agar mereka tidak mudah menjadi korban maupun sasaran pelaku kejahatan," jelasnya. 


Diakhir, AKBP Irene Missy berharap masyarakat semakin paham pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak. 


"Sehingga dapat meminimalisir terjadinya tindak pidana kekerasan maupun perdagangan orang di lingkungan masyarakat," tutupnya (Bidhumas).


(Red).

Program Bang Andra Perkuat Konektivitas Desa dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Banten

Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) Menjadi Prioritas Pembangunan Daerah Untuk Meningkatkan Konektivitas Antar Wilayah Dan Membuka Akses Ekonomi Masyarakat.


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus memperkuat komitmennya dalam membangun dari desa melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra). Program yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah ini hadir untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, membuka akses ekonomi masyarakat, serta mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.


Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pembangunan jalan desa melalui Program Bang Andra merupakan salah satu upaya nyata dalam mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah perdesaan. Program tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan desa sebagai salah satu fokus utama pembangunan nasional.


“Saat ini kita memiliki pemimpin yang fokus membangun dari desa. Ini sejalan dengan Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi,” ungkap Andra Soni.


Menurut Andra Soni, selama ini pembangunan di desa masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam penyediaan infrastruktur dasar. Kebutuhan pembangunan jalan yang terus meningkat sering kali belum dapat sepenuhnya dipenuhi apabila hanya mengandalkan dana desa.


“Dengan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, apalagi di wilayah yang dekat dengan pusat keramaian, tentu pembangunan jalan desa menjadi tantangan tersendiri jika hanya mengandalkan dana desa,” katanya.


Berangkat dari kondisi tersebut, Pemprov Banten menurut Andra Soni menghadirkan Program Bang Andra sebagai bentuk intervensi pemerintah provinsi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur desa sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.


Pada tahun 2025, Pemprov Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) berhasil merealisasikan Program Bang Andra dengan penanganan 62 ruas jalan dan 1 jembatan yang tersebar di berbagai daerah. Penanganan tersebut meliputi 30 ruas dan 1 jembatan di Kabupaten Pandeglang, 17 ruas di Kabupaten Lebak, 8 ruas di Kabupaten Serang, 5 ruas di Kota Serang, dan 2 ruas di Kabupaten Tangerang.


Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp184 miliar dengan total panjang jalan yang ditangani mencapai 71 kilometer. Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak menjadi wilayah dengan jumlah penanganan terbanyak sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan membuka akses ekonomi masyarakat di wilayah selatan Banten.


Andra Soni mengatakan, capaian pembangunan pada tahun 2025 telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sebanyak 62 ruas jalan desa berhasil dibangun. Dengan pembangunan tersebut juga turut mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan mobilitas warga.


“Melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra, kita perlahan memangkas disparitas ekonomi antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Fokus utama program ini adalah memperbaiki perekonomian masyarakat di daerah yang memiliki kapasitas fiskal terbatas,” ujarnya.


Pembangunan jalan desa juga bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, melainkan membuka akses terhadap berbagai peluang ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


“Ketika jalan desa menjadi lebih baik, biaya transportasi masyarakat bisa ditekan, hasil pertanian lebih mudah dipasarkan, dan aktivitas ekonomi tumbuh lebih cepat. Karena itu, pembangunan jalan desa memiliki dampak yang sangat besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Andra Soni.


Komitmen tersebut terus berlanjut pada tahun 2026. Melalui Program Bang Andra, Pemprov Banten kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp164 miliar untuk penanganan 33 ruas jalan desa dengan total panjang mencapai 46,71 kilometer.


Penanganan jalan pada tahun 2026 melalui program Bang Andra tersebar di Kabupaten Lebak sebanyak 11 ruas, Kabupaten Pandeglang 9 ruas, Kabupaten Serang 4 ruas, Kabupaten Tangerang 4 ruas, Kota Serang 4 ruas dan Kota Cilegon 1 ruas. Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang kembali menjadi wilayah prioritas.


“Di tahun 2026 ini, jangkauan pembangunan ruas jalan desa terus diperluas untuk memastikan pemerataan konektivitas di seluruh pelosok Banten,” paparnya.


Andra Soni menegaskan, Program Bang Andra dirancang sebagai program pembangunan yang berkelanjutan. Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, program ini juga diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal, memperkuat sektor pertanian dan UMKM, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.


“Filosofi pembangunan adalah keberlanjutan. Kita kerjakan secara bertahap, terukur, dan tepat sasaran. Yang terpenting, masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung," imbuhnya.


"Jalan yang terbangun hari ini harus menjadi penghubung bagi tumbuhnya ekonomi, meningkatnya investasi, dan terbukanya kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat desa,” katanya menambahkan.


Orang nomor satu di Banten itu juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, hingga masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah.


Tidak hanya itu, Andra Soni juga menilai setiap ruas jalan yang dibangun diharapkan tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi jalan menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah secara berkelanjutan.


“Membangun Banten tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi semua pihak," jelasnya.


Sementara, Kepala DPUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menyampaikan, ruas jalan yang masuk dalam program Bang Andra merupakan usulan dari kepala desa atau kelurahan melalui pemerintah kabupaten dan kota yang kemudian diusulkan kepada Pemprov Banten.


"Kita menerima usulan dari pemerintah kabupaten/kota untuk ruas jalan yang masuk dalam program Bang Andra, kemudian kami juga melakukan survei dan memastikan jalan tersebut tepat untuk dibangun melalui program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Banten," katanya.


Selanjutnya, terdapat sejumlah kriteria agar ruas jalan tersebut masuk dalam program Bang Andra. Di antaranya jalan tersebut menjadi penunjang aktivitas masyarakat, seperti untuk akses menuju sekolah, pelayanan kesehatan, pasar atau pusat perdagangan hingga pendukung sektor pertanian.


"Karena tujuan program ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat," jelasnya.


Program Bang Andra Berdampak Bagi Masyarakat


Salah satu tokoh masyarakat Desa Majau, Kholilullah menyampaikan rasa syukur atas pembangunan jalan Majau-Mekarwangi sepanjang 1,3 kilometer di Kecamatan Saketi yang telah lama dinantikan warga. Ia menggambarkan kondisi sebelumnya yang sangat memprihatinkan.


“Dulu jalannya becek, penuh kerikil tajam, dan sangat sulit dilalui. Anak-anak sekolah kesulitan, warga bawa hasil panen juga susah. Sekarang alhamdulillah sudah bagus, biaya angkut jadi lebih murah,” ujarnya.


Ia menambahkan, sejak jalan tersebut rampung, akses masyarakat menuju sekolah, puskesmas, pasar, dan pusat aktivitas lainnya menjadi jauh lebih lancar


Sementara, Ketua RT Kampung Ranca, Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Uswani (50) mengatakan, kondisi jalan Luwuk–Grewel sebelumnya rusak parah. Petani harus menggunakan jasa panggul untuk mengangkut hasil panen. Namun dengan program Bang Andra Jalan sepanjang 2,9 kilometer dengan lebar tiga meter membantu masyarakat, terutama para petani untuk mengangkut hasil taninya.


“Sekarang jalannya sudah bagus, petani tidak lagi dibebani biaya angkut. Semua bisa dibawa sendiri,” ujarnya.


Program Bang Andra juga memberikan dampak bagi masyarakat Desa Sukadame, Kabupaten Pandeglang. Epan salah satu masyarakat Desa Sukadame menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Banten yang telah membangun jalan di desanya. Ia mengaku, masyarakat diuntungkan karena semakin mudahnya akses.


"Terima kasih Pak Andra Soni sudah dibangun jalan kami, jadi nyaman dan lancar. Kami berharap jalannya awet agar masyarakat tidak kesusahan lagi kalau kemana-mana," ujarnya.


Selain itu, Siti, salah satu masyarakat Desa Sukadame juga menyampaikan rasa syukur lantaran jalan di desanya telah dibangun. Jalan ini katanya dulu rusak dan membuat masyarakat kesulitan saat hujan.


"Alhamdulillah sekarang sudah di bangun, terima kasih sudah benerin jalan ini, ini sudah lama di tunggu-tunggu," katanya.


Dengan hadirnya jalan desa yang mulus melalui program Bang Andra juga memangkas waktu tempuh, dimana sebelum diperbaiki masyarakat harus menempuh waktu yang cukup lama. Namun, dengan jalan yang baru tersebut dapat mempercepat masyarakat menuju pusat-pusat layanan kesehatan, pendidikan serta pusat perekonomian (pasar).


Pendukung Laju Pertumbuhan Ekonomi dan Sektor Pertanian


Program Bang Andra juga mampu mendukung terhadap laju pertumbuhan ekonomi di masyarakat perdesaaan dan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten, pertumbuhan Ekonomi Provinsi Banten tahun 2025 tumbuh sebesar 5,37 persen, meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di angka 4,79 persen. Pertumbuhan tersebut melampaui rata-rata nasional yang tercatat sebesar 5,11 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 9,60 persen.


Sedangkan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Banten triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,64 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 17,88 persen.


Tidak hanya itu, program Bang Andra juga mampu memberikan dampak signifikan pada sektor pertanian. Diantaranya dapat membantu para petani untuk memudahkan mengangkut hasil panen. 


Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Banten pada akhir tahun 2025 tercatat sebesar 111,81 pada bulan Desember, yang menunjukkan peningkatan daya beli petani. Selain itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Banten pada periode yang sama mencapai angka 117,43. Mencerminkan peningkatan kemampuan usaha petani untuk menutup biaya produksi dan menambah modal. (Red).